Banten

Pentagon Tingkatkan Status Ancaman Intelijen Israel di Tengah Dugaan Penyadapan Pejabat AS

Riski Endah Setyawati | 7 Juni 2026, 19:20 WIB
Pentagon Tingkatkan Status Ancaman Intelijen Israel di Tengah Dugaan Penyadapan Pejabat AS
Ilustrasi Bendera Israel (Istimewa)

AKURAT BANTEN - Sebuah laporan terbaru mengungkap bahwa Badan Intelijen Pertahanan Amerika Serikat atau Defense Intelligence Agency (DIA) meningkatkan penilaian terhadap aktivitas intelijen Israel ke tingkat tertinggi, yakni kategori kritis.

Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai kemungkinan adanya upaya pengawasan terhadap sejumlah pejabat penting di pemerintahan Amerika Serikat.

Dalam penilaian internal DIA, kemampuan Israel dalam menjalankan operasi intelijen disebut berada pada level yang sangat tinggi.

Baca Juga: Bidan RSUD Besuki Ditemukan Tewas di Drainase Pantura, Suami Diduga Jadi Pelaku

"Kemampuan melakukan spionase manusia dan pengumpulan intelijen teknis berada pada tingkat 'kritis'," demikian isi penilaian Badan Intelijen Pertahanan AS yang dikutip dalam laporan tersebut.

Status itu menunjukkan adanya perhatian serius dari otoritas keamanan Amerika terhadap potensi aktivitas pengumpulan informasi yang dianggap dapat memengaruhi kepentingan strategis Washington.

Peningkatan status ancaman ini disebut berkaitan dengan kekhawatiran bahwa Israel berupaya memperoleh informasi mengenai diskusi internal di lingkungan pemerintahan Presiden Donald Trump, khususnya yang berkaitan dengan kebijakan Amerika Serikat terhadap situasi di Timur Tengah.

Baca Juga: Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh

Fokus utama diduga tertuju pada proses pengambilan keputusan yang berlangsung di lingkaran pemerintahan AS terkait berbagai langkah diplomatik maupun militer di kawasan tersebut.

Di sisi lain, laporan terpisah juga menyebut adanya indikasi upaya penyadapan terhadap sejumlah pejabat senior Amerika Serikat.

Beberapa nama yang dikabarkan masuk dalam daftar target antara lain utusan utama Presiden Trump, Steve Witkoff, serta pejabat kebijakan tertinggi Pentagon, Elbridge Colby.

Baca Juga: Sadis! Dendam Akibat Sering Dipalak, Pedagang Cilok di Tangerang Tewas Dibunuh Ayah dan Anak

Meski berbagai laporan tersebut telah beredar luas, hingga saat ini pemerintah Israel belum memberikan pernyataan resmi ataupun tanggapan terkait tuduhan yang muncul.

Situasi ini semakin menarik perhatian karena hubungan antara Washington dan Tel Aviv disebut mengalami dinamika yang cukup kompleks dalam beberapa bulan terakhir.

Amerika Serikat dan Israel sebelumnya diketahui melakukan operasi militer bersama terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Baca Juga: Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'

Aksi tersebut kemudian memicu meningkatnya ketegangan dan konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah.

Sejak perkembangan itu terjadi, hubungan pribadi maupun politik antara Presiden Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan tidak lagi seerat sebelumnya.

Sejumlah laporan menyebut adanya perbedaan pandangan dalam menyikapi perkembangan situasi regional yang semakin sensitif.

Baca Juga: Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'

Baca Juga: Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'

Dalam salah satu peristiwa yang menjadi sorotan, Trump dikabarkan sempat meluapkan kemarahannya kepada Netanyahu melalui percakapan telepon.

Kemarahan tersebut disebut berkaitan dengan ancaman Israel untuk melancarkan serangan ke Beirut, Lebanon.

Menurut informasi yang beredar, Trump menilai langkah tersebut berpotensi menghambat berbagai upaya diplomasi yang sedang dijalankan Amerika Serikat.

Baca Juga: Bidan RSUD Besuki Ditemukan Tewas di Drainase Pantura, Suami Diduga Jadi Pelaku

Pemerintahan AS disebut tengah berusaha menjaga ruang negosiasi yang masih terbuka dalam pembahasan terkait Iran.

Kekhawatiran itulah yang diyakini menjadi salah satu faktor yang memperumit hubungan kedua negara sekutu tersebut.

Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, laporan mengenai dugaan aktivitas intelijen ini diperkirakan akan semakin memperbesar perhatian terhadap arah hubungan Washington dan Tel Aviv dalam waktu mendatang.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.