Heboh! Kepala BGN Nanik S. Deyang Ungkap Rencana Setop APBN untuk Program Makan Bergizi Gratis, Kok Bisa?

AKURAT BANTEN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi pilar utama pemerintahan kini tengah bersiap menghadapi perombakan besar-besaran.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, baru saja membeberkan strategi tak terduga yang berpotensi mengubah total peta pendanaan program tersebut.
Dalam keterangannya di hadapan media, Nanik secara blak-blakan mengungkapkan komitmennya untuk melakukan efisiensi ketat demi mengurangi beban anggaran negara.
Tak main-main, BGN bahkan tengah menjajaki peluang untuk menghapus ketergantungan pada APBN, khususnya untuk wilayah-wilayah tertentu.
Bagaimana skema baru ini akan berjalan? Berikut adalah 4 gebrakan strategis yang disiapkan oleh Badan Gizi Nasional:
Baca Juga: Prabowo Lantik Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, Tangis Haru Warnai Prosesi di Istana
1. Moratorium Total dan Penataan Ulang Dapur Operasional
Nanik menegaskan bahwa per hari ini, jumlah titik dapur operasional yang tercatat berdasarkan virtual account telah mencapai 27.877 titik.
BGN memutuskan untuk melakukan moratorium atau penghentian sementara penambahan titik baru guna mengevaluasi efektivitas dapur yang sudah ada.
Kita hentikan dulu ke situ, kita akan tata. Kita mau lihat apakah dapur ini sudah melayani dengan tepat sesuai penerima manfaat, atau justru malah kelebihan, ujar Nanik dengan tegas.
Langkah ini diambil karena data internal menunjukkan distribusi dapur operasional saat ini masih terlalu menumpuk di wilayah Pulau Jawa.
2. Refocusing Penerima Manfaat: Sekolah Kaya Dicoret?
Gebrakan kedua menyasar ketepatan sasaran penerima bantuan gizi. BGN akan menyisir ulang data 63 juta target penerima manfaat.
Secara implisit, Nanik mengisyaratkan bahwa sekolah-sekolah dari kalangan mampu kemungkinan tidak lagi menjadi prioritas.
Menurutnya, anak-anak dari keluarga mapan secara logis sudah memiliki pemenuhan gizi yang baik di rumah masing-masing.
Oleh karena itu, intervensi gizi akan difokuskan penuh kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan bantuan.
3. Prioritas Kualitas Ketimbang Kuantitas di Tahun 2026
Memasuki tahun 2026, BGN mengubah arah kebijakan secara drastis. Pemerintah tidak lagi mengejar target kuantitas atau jumlah angka semata, melainkan fokus pada kualitas pelaksanaan di lapangan.
Tim BGN akan diterjunkan untuk mengaudit seluruh dapur operasional guna memastikan semuanya berjalan sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) yang berlaku, termasuk mengelompokkan kapasitas dapur (3.000, 2.000, atau 1.000 porsi).
Baca Juga: Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
4. Mandiri Tanpa APBN: Gandeng CSR BUMN hingga Investor Asing
Ini adalah poin paling krusial sekaligus mengejutkan. Untuk wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T), BGN berambisi penuh untuk menekan penggunaan uang negara.
Sebagai gantinya, pembiayaan dapur operasional di wilayah-wilayah terpencil akan dialihkan dengan memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari BUMN, perusahaan swasta besar yang berinvestasi di daerah tersebut, hingga dana hibah luar negeri.
"Masa perusahaan besar yang berinvestasi di tempat itu tidak mau membikinkan dapur untuk masyarakat sekitar? Kan tidak mahal juga bagi mereka. Jadi, kita optimalkan CSR mereka," pungkas Nanik optimistis. (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”









