Banten

Menu MBG Selama Tiga Hari di Katumbiri Picu Kekecewaan, Warga Soroti Anggaran Rp10 Ribu per Hari

David Amanda | 23 Februari 2026, 16:44 WIB
Menu MBG Selama Tiga Hari di Katumbiri Picu Kekecewaan, Warga Soroti Anggaran Rp10 Ribu per Hari

AKURAT BANTEN - Kekecewaan menyelimuti sejumlah wali murid di Desa Katumbiri, Kecamatan Cigeulis, setelah menerima paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut untuk jatah tiga hari. Menu yang diterima dinilai tidak sepadan dengan anggaran yang disebut mencapai Rp10 ribu per hari per siswa.

Dalam foto yang diterima, satu paket berisi empat lembar roti tawar, dua butir telur, tiga butir kurma, satu bungkus kecil kacang hijau, dan satu cup talam ubi ungu. Paket tersebut disebut sebagai jatah makan untuk tiga hari.

"Kalau memang Rp10 ribu per hari, berarti tiga hari Rp30 ribu. Masa cuma dapat segitu?" ujar LK salah satu wali murid dengan nada kecewa.

Baca Juga: Viral! Aksi Kejam Pencuri di Bogor: Kambing Dijagal di Lokasi, Hanya Sisakan Jeroan dalam Karung

Menurutnya, para orang tua bukan menolak program MBG justru sebaliknya, mereka mendukung penuh program nasional tersebut karena bertujuan meningkatkan gizi anak sekolah.

Namun, kata dia, mereka mempertanyakan realisasi di lapangan saay ini dianggap jauh dari harapan orang tua murid.

"Ini program nasional, harusnya bagus dan diawasi ketat. Jangan sampai anggaran yang digelontorkan pemerintah jadi ajang korupsi di tingkat bawah," katanya.

Baca Juga: Viral! Aksi Kejam Pencuri di Bogor: Kambing Dijagal di Lokasi, Hanya Sisakan Jeroan dalam Karung

Menurut LK, dengan total anggaran Rp30 ribu untuk tiga hari, menu seharusnya bisa lebih bervariasi dan memenuhi unsur gizi seimbang, seperti adanya sayur, buah segar, atau susu.

Dia mengaku kecewa terhadap dapur MBG yang berda di Katumbiri lantaran memberikan menu asal jadi untuk beberapa sekolah di Desa Tersebut.

"Pertama mah mending, ada ayam, rolade, sayur, buah. Sekarang untuk tiga hari cuma itu saja. Tanpa susu, tanpa buah," cetusnya.

Baca Juga: Siapa Tiyo Ardianto? Ketua BEM UGM yang Viral Beri Label 'Rezim Bodoh' ke Prabowo-Gibran, Ternyata Ini Pemicunya!

Dia menilai, Program MBG merupakan program nasional yang dirancang untuk mendukung pemenuhan gizi anak sekolah dengan standar komposisi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang seimbang.

Anggaran yang disebut sekitar Rp10 ribu per porsi per hari, ungkap LK, diharapkan cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar tersebut, tergantung pengelolaan dan harga bahan pangan di daerah.

"Sebagai orang tua siswa saya berharap ada transparansi dalam pengelolaan dana serta evaluasi terhadap penyediaan menu di tingkat pelaksana. Saya meminta pemerintah daerah dan pihak terkait turun tangan memastikan kualitas makanan sesuai dengan anggaran dan standar gizi yang telah ditetapkan," jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola program MBG di Kecamatan Cigeulis terkait keluhan warga tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.