Banten

Isu Reshuffle Menguat, Chatib Basri Akhirnya Ungkap Fakta Pertemuan dengan Prabowo

Viona Sebastian Nolani | 10 Juni 2026, 12:53 WIB
Isu Reshuffle Menguat, Chatib Basri Akhirnya Ungkap Fakta Pertemuan dengan Prabowo
Chatib Basri. (instagram/@chatibbasri)

AKURAT BANTEN - Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Chatib Basri menepis kabar yang menyebut dirinya ditawari Presiden Prabowo Subianto untuk menjabat sebagai menteri keuangan (menkeu) menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

Penegasan tersebut disampaikan Chatib usai menghadiri pertemuan bersama Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (9/6/2026).

Menurut Chatib, agenda pembicaraan dengan Presiden berlangsung dalam kapasitasnya sebagai anggota DEN dan berfokus pada berbagai isu perekonomian nasional.

"Enggak ada. Masa.. Ini kita bahas soal ekonomi kok," kata Chatib Basri seusai pertemuan.

Baca Juga: Ukraina Bangun "Penguncian Logistik" Rusia, Drone AI Canggih Kini Bidik Kilang, Jembatan, dan Depot Bahan Bakar

Dalam pertemuan tersebut, selain Chatib Basri, turut hadir Ketua DEN Luhut Pandjaitan bersama anggota DEN lainnya, yakni Septian Hario Seto dan Mochammad Firman Hidayat.

Ketika kembali ditanya soal kemungkinan dirinya ditunjuk menjadi menkeu, Chatib hanya merespons dengan senyum dan tawa kecil.

"Makasih ya," jawabnya singkat.

Sebelumnya, Luhut mengungkap isi pertemuan antara jajaran DEN dengan Presiden Prabowo. Salah satu topik utama yang dibahas adalah hasil survei DEN mengenai pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG).

Baca Juga: Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya

Luhut menjelaskan, survei tersebut dilakukan di sekitar 800 titik lokasi.

"Kami dipanggil oleh Presiden saya kira penjelasan pertama adalah hasil survei yang dilakukan DEN, mengenai pelaksanaan MBG. kita lakukan di 800 titik. Jadi betul-betul dengan profesional, kami di DE menjaga betul kredibilitas kami, itu kami laporkan kepada Presiden," kata Luhut dalam keterangan pers seusai pertemuan dengan Prabowo.

Di sisi lain, Septian Hario Seto memaparkan bahwa survei itu dilakukan untuk memantau ekosistem rantai pasok atau supply chain yang terbentuk dari implementasi program MBG.

Sebanyak 800 titik dipilih secara acak sebagai sampel agar dapat menggambarkan pelaksanaan program secara menyeluruh.

Hasil survei menunjukkan sekitar 86,9 persen satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur MBG telah bekerja sama setidaknya dengan satu pemasok dari kalangan UMKM.

"Kalau dihitung secara rata-rata ada tiga UMKM yang digandeng oleh SPPG ini. Jadi ini membuktikan bahwa program MBG ini selain tadi mencapai tujuan presiden mencapai perbaikan gizi anak-anak Indonesia, ini juga menciptakan ekosistem suplai chain yang baru," katanya.

Tak hanya membahas hasil survei DEN terkait program MBG, pertemuan tersebut juga menyinggung percepatan digitalisasi pemerintahan berbasis kecerdasan buatan (AI) atau Gov Tech serta perkembangan kondisi makroekonomi nasional.

Kehadiran Chatib Basri dan Luhut di Istana Merdeka sempat menjadi sorotan publik. Pasalnya, pertemuan itu berlangsung di tengah ramainya spekulasi mengenai kemungkinan Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih.

Isu yang berkembang menyebut nama Chatib Basri digadang-gadang menjadi calon menteri keuangan untuk menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

Namun, Chatib mengaku tidak mengetahui asal-usul kabar tersebut.

Sebelumnya, pihak Istana Kepresidenan melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi telah memastikan bahwa Presiden Prabowo Subianto belum memiliki rencana melakukan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih.

Prasetyo juga membantah isu yang menyebut anggota DEN Chatib Basri akan menggantikan posisi Purbaya Yudhi Sadewa sebagai menkeu.

"Itu tidak ada, tidak ada rencana pergantian Menteri Keuangan. Berkali-kali juga sudah kami sampaikan tidak ada rencana reshuffle," kata Pras di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026).

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.