Selat Hormuz Ditutup Lagi! Iran Ancam Kapal Asing yang Lewat Jadi Target Militer, Harga Minyak Dunia Terancam Naik

AKURAT BANTEN - Meningkatnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) dalam beberapa hari terakhir membuat Islamic Revolutionary Guard Corps atau IRGC kembali mengumumkan penutupan Selat Hormuz bagi seluruh aktivitas pelayaran.
Melalui saluran resmi mereka, IRGC menyebut penutupan berlaku untuk seluruh jenis kapal, termasuk kapal tanker minyak, kapal kargo, maupun kapal komersial lainnya.
Iran beralasan langkah tersebut diambil karena situasi keamanan di kawasan yang dinilai semakin memburuk.
Selain blokade, IRGC juga memperingatkan bahwa setiap kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz tanpa izin dapat dianggap sebagai ancaman dan berpotensi menjadi sasaran tindakan militer.
Pernyataan tersebut langsung memicu perhatian pelaku pasar dan komunitas internasional.
Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia. Sebagian besar ekspor minyak mentah dan gas alam dari negara-negara Teluk melewati kawasan tersebut sebelum dikirim ke berbagai negara di Asia, Eropa, dan wilayah lainnya. Gangguan di jalur ini berpotensi memengaruhi pasokan energi global.
Baca Juga: Disebut 'Ngajak Perang' oleh Kubu Jokowi, Roy Suryo Balik Polisikan Advokat Lechumanan!
Data sejumlah lembaga keuangan internasional menunjukkan aktivitas pelayaran di kawasan itu memang telah menurun sejak konflik regional meningkat.
Ketidakpastian keamanan membuat sebagian perusahaan pelayaran dan operator tanker memilih mengurangi frekuensi perjalanan melalui rute tersebut.
Menurut IRGC, keputusan penutupan Selat Hormuz merupakan respons atas serangan terbaru yang mereka tuduhkan dilakukan Amerika Serikat terhadap sejumlah wilayah di Provinsi Hormozgan, Iran selatan. Iran menilai tindakan Washington sebagai bentuk eskalasi yang mengancam stabilitas kawasan.
Baca Juga: GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
Di tengah situasi tersebut, perhatian dunia kini tertuju pada perkembangan di Selat Hormuz. Ketegangan yang terus meningkat dapat berdampak pada harga energi, perdagangan internasional, serta stabilitas ekonomi global. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!










