Banten

Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis Meluas, Kejagung Tangkap Dua Tersangka Baru

Viona Sebastian Nolani | 15 Juni 2026, 12:02 WIB
Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis Meluas, Kejagung Tangkap Dua Tersangka Baru
Ilustrasi tersangka kasus korupsi. (Flickr.com/ Connor Tarter)

AKURAT BANTEN - Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menetapkan dua tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi program makan bergizi gratis.

Langkah ini memperluas penyidikan yang sebelumnya sudah menyeret tiga mantan petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) yang menangani proyek tersebut.

Pada Jumat (12/6), penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) menangkap Andri Mulyono, komisaris perusahaan logistik PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), usai diperiksa terkait dugaan korupsi dalam program prioritas pemerintah bernilai triliunan rupiah itu.

Andri diduga melakukan penggelembungan harga pada lebih dari 21 ribu unit sepeda motor listrik yang digunakan untuk operasional dapur program makan gratis di berbagai daerah.

Baca Juga: Amien Rais Bongkar Fakta Baru Soal Ijazah Jokowi, Sebut Publik Akan Terkejut dengan Temuan Ini

Dugaan mark up tersebut disebut dilakukan agar sesuai dengan plafon anggaran pengadaan BGN yang mencapai Rp 1,03 triliun atau sekitar US$58,2 juta.

“Andri secara tidak sah memperoleh [uang tambahan dari] pengadaan yang dimanipulasi,” kata direktur investigasi Syarief Sulaeman Nahdi dari Kantor Asisten Jaksa Agung Bidang Kejahatan Khusus (Jampidsus).

Pengadaan sepeda motor listrik sempat menuai sorotan publik pada April lalu karena dinilai bukan kebutuhan mendesak dalam pelaksanaan program makan gratis nasional.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kemudian memastikan tidak ada lagi pembelian sepeda motor listrik baru pada 2026.

Baca Juga: Kunjungi Indonesia hingga Uzbekistan, Ini Agenda Penting Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Asia

Ia menyebut persetujuan sebagian proposal sebelumnya terjadi akibat miskomunikasi internal di lingkungan kementerian.

Sebelumnya, pada awal pekan lalu, penyidik Kejagung juga menetapkan pengusaha Asep Yusuf Somantri sebagai tersangka baru dalam perkara tersebut.

Asep disebut memiliki hubungan dekat dengan mantan wakil kepala BGN, Sony Sonjaya, yang lebih dulu ditangkap pada awal Juni.

Penyidik menduga Asep memanfaatkan akses dari Sony untuk ikut mengintervensi proses verifikasi calon mitra program makan gratis.

Dengan akses tersebut, ia diduga dapat memengaruhi pendaftaran dapur hingga membantu pengajuan permohonan meski masa pendaftaran telah ditutup.

Dengan perkembangan terbaru ini, total tersangka dalam kasus dugaan korupsi program makan gratis bertambah menjadi lima orang.

Sebelumnya, Kejagung telah menangkap Sony Sonjaya, mantan wakil kepala BGN Lodewyk Pusung, dan mantan kepala BGN Dadan Hindayana pada 3 Juni, kurang dari sehari setelah Presiden Prabowo Subianto mencopot mereka dari jabatan masing-masing.

Saat ini, penyidik juga berencana memeriksa kembali Sony terkait pengajuan status justice collaborator yang diajukannya.

Langkah itu dilakukan untuk mengungkap lebih dari 20 nama lain yang diduga ikut terlibat dalam perkara tersebut.

“Kami sedang meninjau permohonan. Kami akan menanyai tersangka sesegera mungkin,” kata Syarief, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Program makan bergizi gratis yang bertujuan menekan angka malnutrisi dengan menyediakan makanan bagi lebih dari 80 juta pelajar dan ibu hamil di seluruh Indonesia kini menghadapi berbagai sorotan.

Selain dugaan korupsi, program tersebut juga dikaitkan dengan sedikitnya 33 ribu kasus keracunan massal sejak mulai dijalankan pada awal 2025.

Gelombang kritik publik pun semakin menguat dalam sepekan terakhir. Puncaknya terjadi pada aksi mahasiswa bertajuk #MenujuIndonesiaBangkrut pada Jumat, yang mendesak pemerintah menghentikan program makan gratis tersebut.

Dalam aksi itu, para demonstran menilai program makan gratis menjadi salah satu “prioritas yang keliru” di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Menanggapi gelombang protes tersebut, Kepala Government Communication Agency (GCA) Muhammad Qodari menegaskan program makan gratis tetap akan dilanjutkan.

Ia menilai program itu masih menjadi langkah penting pemerintah untuk menekan angka stunting.

“Setiap program pasti akan menghadapi tantangan selama tahap implementasi dan operasionalnya. Akan selalu ada variasi dan masalah di sepanjang jalan. Hanya orang mati yang tidak memiliki masalah,” katanya.

“Namun, masalah-masalah itu bukan berarti kita harus berhenti atau mundur. Kita akan mengevaluasinya,” tambahnya.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.