Banten

Prabowo Percepat Revitalisasi 71.744 Sekolah, Program Ini Diklaim Bisa Serap 1,1 Juta Pekerja

Viona Sebastian Nolani | 16 Juni 2026, 19:23 WIB
Prabowo Percepat Revitalisasi 71.744 Sekolah, Program Ini Diklaim Bisa Serap 1,1 Juta Pekerja
Presiden Prabowo menerima Mendikdasmen Abdul Mu'ti di Istana Merdeka untuk membahas percepatan program revitalisasi sekolah nasional. (Instagram/sekretariat.kabinet)

AKURAT BANTEN - Pemerintah terus mempercepat berbagai program prioritas di sektor pendidikan, mulai dari revitalisasi puluhan ribu sekolah, pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi, hingga peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru di seluruh Indonesia.

Langkah tersebut menjadi bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan saat menerima Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6).

Dalam pertemuan itu, Abdul Mu’ti melaporkan bahwa program revitalisasi sekolah tahun 2025 telah terealisasi 100 persen dengan mencakup 16.167 satuan pendidikan di berbagai daerah.

Untuk tahun 2026, pemerintah bersama DPR telah menyepakati alokasi anggaran sebesar Rp14 triliun guna merevitalisasi 11.744 satuan pendidikan.

Baca Juga: Gempa M6,7 Guncang Palu dan Sigi, 90 Kali Gempa Susulan Terjadi, Badan Geologi Ungkap Penyebabnya

Selain itu, pemerintah juga menargetkan tambahan 60.000 sekolah sehingga total satuan pendidikan yang akan direvitalisasi mencapai 71.744 sekolah.

Program revitalisasi tersebut mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA).

Menurut Abdul Mu’ti, program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat daerah.

“Kami sampaikan juga bahwa program revitalisasi ini tidak hanya berkaitan dengan peningkatan mutu pendidikan, tapi juga dari penelitian kami juga berdampak terhadap ekonomi karena sistemnya swakelola, pembangunannya langsung oleh masing-masing satuan pendidikan,” ujar Abdul Mu’ti, mengutip MPN Indonesia dari laman resmi BPKP.

Baca Juga: Dosen UAJY Dipecat Usai Soroti Dugaan Publikasi di Jurnal Predator, Kini Tempuh Jalur Hukum

“Kami memperkirakan akan ada penyerapan tenaga kerja di tingkat daerah, mereka yang mengerjakan revitalisasi ini untuk 71.744 itu sekitar 1,1 juta orang yang akan bisa bekerja dalam rentang waktu antara 3 sampai 8 bulan,” sambungnya.

Abdul Mu’ti menambahkan, program revitalisasi sekolah mendapat sambutan positif dari masyarakat, khususnya di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Banyak sekolah yang selama puluhan tahun belum pernah mendapatkan perbaikan infrastruktur kini berkesempatan menikmati fasilitas pendidikan yang lebih layak.

Selain revitalisasi sekolah, pemerintah juga tengah mempercepat pembangunan 100 Sekolah Nasional Terintegrasi yang dirancang sebagai sekolah unggulan nonasrama dengan layanan pendidikan berkualitas dan standar yang terintegrasi.

Baca Juga: Kesepakatan AS-Iran Makin Dekat, Mengapa Israel Justru Merasa Kalah?

Pada saat yang sama, pemerintah memperkuat kesejahteraan guru melalui peningkatan tunjangan guru non-ASN menjadi Rp2 juta per bulan.

Sementara itu, guru ASN akan menerima tunjangan sebesar satu kali gaji pokok yang disalurkan langsung kepada penerima.

Pemerintah juga memperluas program peningkatan kompetensi guru melalui pemberian beasiswa pendidikan dengan target 150 ribu penerima manfaat pada 2026.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa seluruh program tersebut bertujuan memperluas akses pendidikan yang berkualitas bagi seluruh anak Indonesia.

Baca Juga: Diterima Gibran di Istana Wapres, Mahasiswa Beri Tenggat 5 Hari untuk Realisasi Tuntutan

“Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul melalui peningkatan kualitas sarana pendidikan, penguatan peran guru, serta perluasan akses terhadap pendidikan yang berkualitas dan merata,” kata Teddy, mengutip dari Instagram @sekretariat.kabinet, Selasa (16/6).

Melalui berbagai program tersebut, Presiden Prabowo menginstruksikan percepatan pelaksanaan agenda pendidikan nasional, termasuk revitalisasi 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pemerataan akses pendidikan.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.