Nama PDIP Terseret dalam Polemik Aksi Tolak MBG, Guntur Romli Sebut Ada Penyesatan Opini

AKURAT BANTEN - PDI Perjuangan membantah tudingan yang dilontarkan BEM Bersatu terkait dugaan keterlibatan partai tersebut di balik aksi penolakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikaitkan dengan eks Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto.
Sebelumnya, aliansi yang mengatasnamakan BEM Bersatu menyatakan penolakannya terhadap segala bentuk campur tangan politik praktis dalam gerakan mahasiswa.
Seperti dilansir dari Antara, Juru Bicara BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, menilai sejumlah aksi mahasiswa belakangan ini mulai kehilangan arah karena minim kajian dan tidak memiliki substansi tuntutan yang jelas.
"Kami melihat sejumlah aksi mahasiswa belakangan, kehilangan arah, ditandai minim kajian, lemah argumentasi, dan substansi tuntutan tidak jelas," kata Rahmat.
Baca Juga: Bocoran Memorandum AS-Iran Ungkap Skema Investasi 300 Miliar Dolar, Trump Hadapi Risiko Politik Baru
Menurutnya, kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai keberpihakan gerakan mahasiswa, apakah masih murni memperjuangkan kepentingan rakyat atau telah dipengaruhi agenda tertentu.
Salah satu yang disorot adalah aksi penolakan terhadap Program MBG yang dinilai memberikan dampak langsung terhadap pemenuhan gizi masyarakat.
BEM Bersatu kemudian menyinggung dugaan keterkaitan Tiyo Ardianto dengan sejumlah tokoh yang disebut memiliki jejaring politik tertentu.
Rahmat menyebut mobil Fortuner yang digunakan Tiyo diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni.
Baca Juga: Rancangan Kesepakatan AS–Iran Berpotensi Membuka Akses Aset Bernilai Ratusan Miliar Dolar
"Mobil Fortuner yang digunakannya diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni, adik Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, yang merupakan besan Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024. Dugaan ini diperkuat kehadiran politisi PDI Perjuangan, Andi Widjajanto, di tengah massa aksi," ujar Rahmat.
Selain itu, BEM Bersatu juga menyoroti rencana kehadiran Tiyo dalam forum dialog yang menghadirkan Said Didu, Roy Suryo, Refly Harun, dan dr. Tifa. Dalam forum tersebut, Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso juga disebut hadir.
"Dalam forum yang sama, Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso juga tercatat hadir, menunjukkan adanya jejaring yang patut dicermati," katanya.
Menanggapi tudingan itu, politikus PDI Perjuangan Guntur Romli menegaskan bahwa narasi yang dibangun BEM Bersatu tidak berdasar dan merupakan upaya menggiring opini publik.
Baca Juga: Dialog Pancasila di UGM Ricuh hingga Diskusi Bubar, Ini Kronologi Lengkapnya
"Kami memandang perlu untuk meluruskan distorsi informasi dan penyesatan opini yang secara sengaja dibangun melalui metode ‘cocokologi’ yang sangat dipaksakan. Tuduhan yang mengaitkan aksi-aksi mahasiswa menolak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan PDI Perjuangan adalah fitnah yang tidak berdasar, absurd, dan mencederai integritas gerakan moral mahasiswa," ujar Guntur.
Ia menegaskan bahwa Siti Nuraeni maupun Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso tidak memiliki hubungan struktural dengan partainya.
"Faktanya: Siti Nuraeni dan Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso bukanlah kader maupun pengurus PDI Perjuangan," jelasnya.
Guntur juga mengkritik pola penalaran yang digunakan dalam tuduhan tersebut karena dinilai terlalu dipaksakan.
"Menghubungkan kepemilikan sebuah kendaraan (mobil Fortuner) milik seorang warga sipil (Siti Nuraeni), lalu ditarik ke hubungan persaudaraan (Setyo Sularso), kemudian ditarik lagi ke hubungan besan (Andika Perkasa), untuk kemudian melompat pada kesimpulan bahwa PDI Perjuangan berada di balik aksi mahasiswa, adalah sesat pikir yang nyata," katanya.
Baca Juga: Kritik MBG Berujung Laporan Polisi, Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Dilaporkan Firdaus Oiwobo
Lebih lanjut, ia menegaskan PDI Perjuangan tidak terlibat dalam aksi penolakan MBG, baik dalam bentuk dukungan, pendanaan, maupun fasilitasi.
Menurutnya, mahasiswa memiliki hak untuk menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah tanpa harus dicap sebagai alat kepentingan politik.
"Tuduhan murahan dari ‘BEM Bersatu’ yang dengan mudahnya menyebut aksi mahasiswa ‘ditunggangi’ atau ‘disusupi’ oleh partai politik adalah bentuk penghinaan terhadap nalar kritis dan independensi mahasiswa," ujarnya.
Guntur juga meminta BEM Bersatu menghentikan penyebaran narasi yang bersifat spekulatif dan tidak didukung data yang valid.
Baca Juga: Guru Ungkap Dampak MBG di Sidang MK: PHK hingga Guru Ragu Lanjut Mengajar
Di sisi lain, BEM Bersatu menegaskan tetap mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis dengan mendorong perbaikan tata kelola yang lebih transparan dan akuntabel.
Mereka juga menyatakan menolak segala bentuk intervensi politik praktis dalam gerakan mahasiswa.
Hingga berita ini ditulis, Tiyo Ardianto belum memberikan tanggapan terkait pernyataan yang disampaikan BEM Bersatu.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 10Bikin Guru Terharu, Celine dari Pontianak Dipercaya Bawa Baki Merah Putih di Istana






