Ratusan Calon Jemaah Tertipu? DPR Minta Kasus Hanania Travel Diusut Sampai Tuntas

AKURAT BANTEN - Anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo menekankan agar penanganan dugaan penipuan perjalanan ibadah umrah yang dilakukan oleh PT Khazanah Tamma Internasional (Hanania Travel) segera dituntaskan secara menyeluruh.
Ia menilai penyelesaian kasus ini sangat penting untuk memastikan keadilan bagi para korban sekaligus mencegah kasus serupa kembali terjadi di kemudian hari.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III DPR RI bersama Dirkrimum Polda Metro Jaya, kuasa hukum, serta perwakilan korban dugaan penipuan perjalanan umrah oleh Hanania Travel.
Dalam forum tersebut, ia menegaskan bahwa para jemaah yang dirugikan wajib mendapatkan pemulihan atas kerugian yang mereka alami.
Baca Juga: Blackout Aceh Bisa Terulang? PLN Diminta Perkuat Perencanaan Energi
Kasus dugaan penipuan perjalanan ibadah umrah oleh PT Khazanah Tamma Internasional (Hanania Travel) mencuat setelah sejumlah calon jemaah melaporkan tidak adanya keberangkatan meski telah melakukan pembayaran.
Perkara ini kini tengah diproses oleh aparat penegak hukum dan menjadi perhatian Komisi III DPR RI karena dampaknya yang luas terhadap masyarakat.
“Kasus ini harus menjadi perhatian karena bukan satu dua kali terjadi. Saya tentu mendorong bersama agar kasus ini bisa diungkap sesegera mungkin, agar para jamaah bisa dipulihkan kembali kerugian yang dialami dalam kasus ini,” ujar Rudianto dalam kegiatan yang digelar di Nusantara II, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Legislator Fraksi Partai NasDem tersebut juga menyoroti bahwa kasus penipuan terhadap calon jemaah umrah masih kerap berulang di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga: Sebanyak 136 Perlintasan Sebidang Berbahaya, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Ia mengingatkan bahwa sebelumnya telah banyak kasus serupa yang merugikan masyarakat yang ingin menunaikan ibadah ke Tanah Suci.
Menurutnya, situasi ini menunjukkan pentingnya ketegasan aparat penegak hukum agar penyelenggara perjalanan ibadah yang tidak bertanggung jawab tidak lagi memanfaatkan masyarakat sebagai korban.
Penegakan hukum yang kuat juga dinilai penting untuk memberikan efek jera serta memperkuat perlindungan bagi calon jemaah umrah.
“Momentum kasus yang masuk di Komisi III ini, Hanania Group harus menjadi contoh agar tidak ada lagi travel-travel yang mencoba menipu rakyat kita, menipu warga kita yang mau menunaikan ibadah umrah,” tegasnya.
Rudianto juga menyatakan dukungan penuh kepada penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dalam menyelesaikan perkara tersebut.
Ia berharap proses hukum dapat berjalan secara profesional, transparan, dan memberikan kepastian hukum bagi para korban.
“Fraksi kami mendorong, mendukung penuh, langkah Dirkrimum untuk kemudian menyelesaikan kasus ini dengan baik,” pungkasnya.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8Viral! Antrean Makan Bergizi Gratis di SMK Kebumen Berujung Aksi Duel Mencekam, Korban Diseret ke Lahan Kosong, Ini Kronologinya
- 9Rodri Tiba di Barcelona, Sang Ballon d'Or Langsung Ungkap Mimpi Besarnya Bersama Blaugrana
- 10Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas






