Rusia Minta Trump Jelaskan Langkah AS di Ukraina Setelah KTT G7, Lavrov Ungkap Hal Ini

AKURAT BANTEN - Menurut laporan TASS, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada 24 Juni meminta pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk menjelaskan sikapnya terkait konflik Ukraina setelah berlangsungnya KTT G7.
"Kami ingin tahu persis apa yang terjadi di Evian. AS belum memberi tahu kami apa yang mereka pelajari dari KTT G7 atau langkah selanjutnya yang akan mereka ambil di Ukraina," ujar Lavrov.
Lavrov kemudian menyinggung pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyebut bahwa Trump dalam pertemuan KTT G7 mengakui Rusia tidak memiliki keinginan untuk mencapai perdamaian di Ukraina.
Menurut Lavrov, hal tersebut menunjukkan adanya "perubahan pendekatan yang nyata" dari pihak AS terhadap konflik tersebut.
Terkait penyelesaian perang Ukraina, Lavrov mengatakan bahwa konflik tersebut masih bisa diakhiri melalui jalur politik dan diplomatik.
Namun, ia menegaskan bahwa Rusia tidak akan menerima solusi sementara maupun mengikuti tekanan berupa ultimatum dari pihak mana pun.
Selain itu, Menteri Luar Negeri Rusia tersebut juga mengecam langkah AS yang masih mempertahankan sanksi terhadap Moskow.
Ia turut menyoroti belum pulihnya penerbangan langsung antara kedua negara serta belum adanya keputusan terkait pengembalian aset diplomatik Rusia yang sebelumnya disita oleh pihak berwenang AS.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Turun Tajam ke US$4.002, Analis Ungkap Nasib Logam Mulia Berikutnya
Pada hari yang sama, 24 Juni, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyampaikan bahwa Rusia berharap komunikasi dengan utusan khusus AS Steve Witkoff dan Jared Kushner terkait isu Ukraina dapat kembali berlanjut.
"Kami memahami bahwa kontak akan berlanjut. Saat ini mereka sibuk dengan urusan lain, tetapi pada suatu saat mereka akan bebas dan kami berharap untuk kerja sama lebih lanjut."
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”









