Banten

Rusia Minta Trump Jelaskan Langkah AS di Ukraina Setelah KTT G7, Lavrov Ungkap Hal Ini

Viona Sebastian Nolani | 25 Juni 2026, 10:53 WIB
Rusia Minta Trump Jelaskan Langkah AS di Ukraina Setelah KTT G7, Lavrov Ungkap Hal Ini
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. (instagram/@mid.ru)

AKURAT BANTEN - Menurut laporan TASS, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada 24 Juni meminta pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk menjelaskan sikapnya terkait konflik Ukraina setelah berlangsungnya KTT G7.

"Kami ingin tahu persis apa yang terjadi di Evian. AS belum memberi tahu kami apa yang mereka pelajari dari KTT G7 atau langkah selanjutnya yang akan mereka ambil di Ukraina," ujar Lavrov.

Lavrov kemudian menyinggung pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyebut bahwa Trump dalam pertemuan KTT G7 mengakui Rusia tidak memiliki keinginan untuk mencapai perdamaian di Ukraina.

Menurut Lavrov, hal tersebut menunjukkan adanya "perubahan pendekatan yang nyata" dari pihak AS terhadap konflik tersebut.

Baca Juga: Italia Geger Usai Bos NATO Sebut 500 Pesawat AS Serang Iran dari Pangkalan Italia, Pemerintah Langsung Klarifikasi

Terkait penyelesaian perang Ukraina, Lavrov mengatakan bahwa konflik tersebut masih bisa diakhiri melalui jalur politik dan diplomatik.

Namun, ia menegaskan bahwa Rusia tidak akan menerima solusi sementara maupun mengikuti tekanan berupa ultimatum dari pihak mana pun.

Selain itu, Menteri Luar Negeri Rusia tersebut juga mengecam langkah AS yang masih mempertahankan sanksi terhadap Moskow.

Ia turut menyoroti belum pulihnya penerbangan langsung antara kedua negara serta belum adanya keputusan terkait pengembalian aset diplomatik Rusia yang sebelumnya disita oleh pihak berwenang AS.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Turun Tajam ke US$4.002, Analis Ungkap Nasib Logam Mulia Berikutnya

Pada hari yang sama, 24 Juni, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyampaikan bahwa Rusia berharap komunikasi dengan utusan khusus AS Steve Witkoff dan Jared Kushner terkait isu Ukraina dapat kembali berlanjut.

"Kami memahami bahwa kontak akan berlanjut. Saat ini mereka sibuk dengan urusan lain, tetapi pada suatu saat mereka akan bebas dan kami berharap untuk kerja sama lebih lanjut."

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.