Banten

AS dan Iran Catat Kemajuan Besar di Swiss, Qatar dan Pakistan Sepakat Jaga Momentum Perdamaian

Viona Sebastian Nolani | 25 Juni 2026, 21:39 WIB
AS dan Iran Catat Kemajuan Besar di Swiss, Qatar dan Pakistan Sepakat Jaga Momentum Perdamaian
PM Pakistan Shehbaz Sharif melakukan pertemuan bilateral dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani di Doha pada 16 April. (asianews.network)

AKURAT BANTEN - Upaya diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran terus menunjukkan perkembangan positif.

Dalam percakapan telepon yang berlangsung pada Rabu (25/6), Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani menyepakati pentingnya menjaga momentum dialog setelah putaran pertama pembicaraan teknis kedua negara di Swiss menghasilkan kemajuan yang menjanjikan.

Melalui unggahan di platform X, PM Shehbaz mengungkapkan bahwa dirinya baru saja berbicara dengan pemimpin Qatar tersebut.

“Saya baru saja melakukan percakapan telepon yang hangat dan sangat ramah dengan saudara saya tercinta, Yang Mulia Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, emir Negara Qatar, siang ini,” tulis PM Shehbaz di X.

Baca Juga: Siapa Ginka Febriyanti? Sosok Komisaris Muda Pertamina Retail yang Jadi Perbincangan

Dalam pembicaraan itu, Shehbaz menyampaikan apresiasinya kepada Qatar atas dukungan yang diberikan dalam proses perdamaian yang berujung pada penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad antara Amerika Serikat dan Iran pada 18 Juni lalu.

Ia menambahkan bahwa ia berterima kasih kepada Emir Qatar atas "dukungan teguh negaranya terhadap upaya perdamaian yang berpuncak pada Nota Kesepahaman Islamabad yang bersejarah".

Menurut Shehbaz, kedua pemimpin juga menilai hasil awal pembicaraan teknis di Bürgenstock, Swiss, sebagai langkah yang menggembirakan bagi proses negosiasi yang sedang berlangsung.

“Kami menyatakan kepuasan atas kemajuan positif yang dicapai selama putaran pertama pembicaraan teknis di Bürgenstock dan sepakat tentang pentingnya mempertahankan momentum ini melalui dialog dan diplomasi yang berkelanjutan,” tulisnya.

Baca Juga: DPR Usul Gaji Guru Minimal Rp5 Juta, Prabowo Ungkap Penyebab Kesejahteraan Guru Belum Optimal

Selain membahas perkembangan diplomatik, PM Shehbaz turut menyampaikan penghargaan kepada Emir Qatar atas simpati yang diberikan setelah insiden ledakan di kompleks gas alam cair (LNG) Ras Laffan yang menewaskan dan melukai puluhan orang.

PM Shehbaz juga mengucapkan terima kasih kepada Emir Qatar atas "belasungkawa yang tulus atas kehilangan tragis seorang warga negara Pakistan dalam insiden kebakaran baru-baru ini di Ras Laffan".

Otoritas Qatar menyatakan ledakan tersebut dipicu oleh kerusakan teknis.

Sedikitnya 13 orang meninggal dunia dan 66 lainnya mengalami luka-luka.

Dari total korban tewas, 12 di antaranya merupakan warga negara India.

Baca Juga: Indonesia Mulai Awasi Influencer Keuangan, Ini Aturan Baru OJK yang Bisa Ubah Dunia Investasi Digital

Dalam kesempatan yang sama, Shehbaz memuji kepemimpinan Qatar yang dinilai memberikan dukungan besar bagi komunitas Pakistan yang tinggal dan bekerja di negara Teluk tersebut.

Perdana Menteri mengapresiasi kepemimpinan Qatar atas "keramahan yang murah hati terhadap komunitas Pakistan yang dinamis di Qatar".

Ia juga menegaskan bahwa Pakistan sangat menghargai hubungan persaudaraan yang telah lama terjalin dengan Qatar dan berharap dapat menerima kunjungan Emir Qatar dalam waktu dekat.

Menegaskan bahwa Islamabad menghargai hubungan persaudaraan yang erat dengan Doha, PM Shehbaz mengatakan negaranya berharap dapat menyambut emir Qatar "pada akhir tahun ini".

Baca Juga: Iran Tantang AS Usai Perjanjian Islamabad, Ghalibaf Sebut AS Mengalami Kegagalan Besar

Sehari sebelumnya, saat menyambut kunjungan Presiden Iran Masoud Pezeshkian ke Islamabad, PM Shehbaz kembali menyoroti kontribusi Qatar dalam mendorong tercapainya dialog antara Washington dan Teheran.

Dalam sambutannya bersama Presiden Iran Masoud Pezeshkian, yang mengunjungi Islamabad pada hari Selasa, PM Shehbaz mengucapkan terima kasih atas "peran penting" emir Qatar dalam upaya perdamaian.

Ia juga menyampaikan apresiasinya atas “dukungan dan dorongan yang teguh” dari Arab Saudi, Turki, dan Mesir selama proses tersebut.

Langkah diplomatik yang dikenal sebagai "KTT Danau Lucerne" berlangsung pada 20-21 Juni di Bürgenstock, Swiss.

Baca Juga: Ketegangan AS-Iran Belum Reda, Oman Siapkan Jalur Aman Baru di Selat Hormuz

Pertemuan itu mempertemukan pejabat tinggi Amerika Serikat dan Iran dalam pembicaraan langsung pertama setelah penandatanganan MoU Islamabad.

Perundingan tersebut dimediasi oleh Pakistan dan Qatar.

Pakistan diwakili langsung oleh Perdana Menteri Shehbaz Sharif bersama Kepala Angkatan Pertahanan Marsekal Lapangan Asim Munir.

Melalui kesepakatan 14 poin yang ditandatangani PM Shehbaz sebagai mediator, Amerika Serikat dan Iran menyetujui kerangka kerja untuk mengakhiri konflik, membuka kembali Selat Hormuz, serta memulai negosiasi terkait berbagai isu strategis dalam kurun 60 hari setelah penandatanganan.

KTT Danau Lucerne juga menghasilkan mekanisme lanjutan berupa pembicaraan teknis antara Washington dan Teheran yang dijadwalkan berlanjut pekan ini.

Baca Juga: Trump Klaim Iran Tak Akan Tarik Biaya di Selat Hormuz, Ada Kesepakatan Besar di Baliknya?

Selain itu, kedua pihak membentuk jalur komunikasi khusus guna “menghindari insiden dan kesalahpahaman” di Selat Hormuz serta menyepakati pembentukan “sel de-konflik” untuk mencegah kembali pecahnya pertempuran di Lebanon.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, Amerika Serikat memutuskan menangguhkan sementara sejumlah sanksi terhadap sektor minyak Iran.

Lisensi umum yang diterbitkan memungkinkan ekspor minyak mentah, produk petrokimia, dan produk minyak Iran hingga 21 Agustus.

Sementara itu, pada Rabu, Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani dilaporkan melakukan kunjungan ke Oman untuk memulai pembicaraan yang melibatkan negara-negara Teluk, Irak, dan Iran terkait keamanan serta navigasi di Selat Hormuz, menurut seorang diplomat yang mengetahui proses diskusi tersebut.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.