Meski Ratusan Kapal Sudah Melintas, Pertamina Masih Tahan 2 Tankernya di Selat Hormuz

AKURAT BANTEN - Dua kapal tanker milik Pertamina masih tertahan di Teluk Arab dan belum mendapat izin untuk melintasi Selat Hormuz, meski aktivitas pelayaran di jalur strategis tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah adanya kemajuan dalam pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro yang dioperasikan PT Pertamina International Shipping (PIS) hingga kini tetap berada di posisi tunggu.
Perusahaan energi pelat merah itu memilih bersikap hati-hati sambil menunggu hasil evaluasi keamanan terbaru sebelum mengizinkan kedua kapal berlayar melalui salah satu jalur distribusi minyak terpenting di dunia tersebut.
Wakil Presiden Komunikasi Korporat Pertamina Muhammad Baron membenarkan bahwa kedua kapal masih berada di kawasan Teluk Arab.
Baca Juga: Indonesia-China Percepat Tinggalkan Dolar AS, Transaksi Rupiah dan Renminbi Tembus US$13 Miliar
Ia juga menyambut positif perkembangan diplomatik yang diharapkan dapat menciptakan stabilitas di kawasan Timur Tengah.
“Pertamina menyambut baik setiap perkembangan yang mengarah pada stabilitas dan perdamaian di Timur Tengah, termasuk pembukaan jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz sebagai jalur distribusi energi global yang strategis,” kata Baron kepada The Jakarta Post pada hari Rabu.
Menurut Baron, kondisi kedua kapal saat ini aman.
Namun, Pertamina belum akan menginstruksikan kapal-kapal tersebut untuk melintasi Selat Hormuz sebelum menerima penilaian risiko menyeluruh serta rekomendasi resmi dari otoritas terkait.
Baca Juga: AS dan Iran Catat Kemajuan Besar di Swiss, Qatar dan Pakistan Sepakat Jaga Momentum Perdamaian
“Mengenai rencana untuk melintasi Selat Hormuz, keputusan operasional akan dibuat berdasarkan hasil penilaian risiko terbaru dan rekomendasi dari otoritas terkait,” katanya.
Sikap waspada tersebut mencerminkan masih rapuhnya kondisi keamanan di Teluk Arab.
Kawasan ini merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia sehingga setiap gangguan berpotensi memengaruhi pasar energi global.
Pertamina juga terus memantau perkembangan situasi dengan berkoordinasi bersama Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Indonesia di Teheran, otoritas setempat, serta mitra internasional guna memastikan keselamatan pelayaran dan kesiapan operasional armada.
Baca Juga: Siapa Ginka Febriyanti? Sosok Komisaris Muda Pertamina Retail yang Jadi Perbincangan
Baron menegaskan bahwa keselamatan awak kapal dan keamanan aset perusahaan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan yang diambil.
“Pertamina terus memprioritaskan keselamatan awak dan keamanan aset dalam semua keputusan operasional,” katanya.
Di sisi lain, pemerintah Indonesia meningkatkan komunikasi diplomatik dengan Iran melalui Kedutaan Besar RI di Teheran.
Langkah ini dilakukan karena sekitar 20 persen impor minyak mentah Indonesia bergantung pada jalur Selat Hormuz.
Baca Juga: DPR Usul Gaji Guru Minimal Rp5 Juta, Prabowo Ungkap Penyebab Kesejahteraan Guru Belum Optimal
Namun hingga kini, upaya tersebut belum menunjukkan hasil signifikan, meski Iran telah memberikan izin pelayaran kepada sejumlah negara lain, termasuk Malaysia.
Sementara itu, lalu lintas kapal di Selat Hormuz mulai bergerak kembali pasca-kesepakatan penghentian perang antara AS dan Iran.
Berdasarkan laporan BBC, sedikitnya 172 kapal telah melintasi selat tersebut sejak kesepakatan tercapai.
Data perusahaan intelijen maritim Kpler menunjukkan sebanyak 42 kapal melintas hanya pada hari Sabtu.
BBC juga mencatat sebagian besar kapal yang berhasil melewati jalur perairan itu dalam beberapa hari terakhir memiliki keterkaitan dengan Iran.
Kondisi tersebut terjadi setelah Washington mencabut blokade angkatan laut sebagai bagian dari kesepakatan damai yang dicapai kedua negara.
Meski demikian, volume pelayaran saat ini masih berada di bawah kondisi normal sebelum konflik berlangsung.
Sebelumnya, rata-rata terdapat sekitar 138 kapal yang melintasi Selat Hormuz setiap hari.
Baca Juga: Iran Tantang AS Usai Perjanjian Islamabad, Ghalibaf Sebut AS Mengalami Kegagalan Besar
Data yang dikutip AFP menunjukkan setidaknya 37 kapal melintas pada Senin, termasuk lima kapal tanker gas alam cair (LNG) yang sedang kosong.
Sementara itu, data terpisah dari penyedia intelijen pelayaran AXSMarine mencatat jumlah yang lebih tinggi, yakni 42 kapal komersial, termasuk kapal kontainer.
“Ini mungkin salah satu tanda paling jelas sejauh ini tentang normalisasi lalu lintas yang bersifat sementara,” kata analis AXSMarine, Mihail Todorov, kepada AFP.
Pergerakan kapal terus berlanjut hingga Selasa.
Baca Juga: Ketegangan AS-Iran Belum Reda, Oman Siapkan Jalur Aman Baru di Selat Hormuz
Reuters melaporkan dua kapal tanker minyak mentah berukuran sangat besar (VLCC) milik Trafigura, masing-masing mengangkut 2 juta barel minyak mentah, berhasil keluar dari Selat Hormuz.
Meski aktivitas pelayaran mulai meningkat, analisis BBC Verify terhadap data pelacakan kapal menunjukkan lebih dari 200 kapal tanker masih menunggu untuk melintasi jalur perairan strategis tersebut.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 10Bikin Guru Terharu, Celine dari Pontianak Dipercaya Bawa Baki Merah Putih di Istana






