PKB Desak Pemkot Tangerang Benahi Pengelolaan Aset, Dinilai Belum Jadi Penopang PAD

AKURAT BANTEN - Fraksi PKB DPRD Kota Tangerang mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang segera membenahi pengelolaan aset daerah yang dinilai belum mampu menjadi penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kritik tersebut mencuat di tengah pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp402 miliar pada 2026 yang membuat ruang fiskal daerah semakin terbatas, Sabtu (27/6/26).
Anggota Fraksi PKB DPRD Kota Tangerang, Tasril Jamal, mengatakan pengelolaan aset daerah, mulai dari penataan database hingga manajemennya, masih belum maksima.
Baca Juga: Apes! Dua Terduga Curanmor Diciduk Saat Melintas di Razia Polsek Pinang
Menurutnya, kondisi tersebut membuat berbagai potensi aset yang seharusnya dapat menjadi sumber pendapatan daerah belum tergarap secara optimal.
"Kalau Kepala Badan Pengelolaan Aset ini enggak maksimal, atau Kabid-nya enggak maksimal, kita ganti! Saya minta harus maksimal dikelola aset ini jadi bagian pendapatan," kata Tasril, Kamis (18/6/2026).
Tasril menilai persoalan pengelolaan aset bukan hanya soal pemanfaatan, tetapi juga penyelesaian berbagai aset yang hingga kini belum tuntas.
Baca Juga: Sidang Dokter Tifa Tak Boleh Disiarkan Langsung, PN Jakarta Timur Ungkap Alasannya
Mulai dari aset peralihan Pemerintah Kabupaten Tangerang ke Pemerintah Kota Tangerang, aset fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) yang belum diserahkan pengembang, hingga dana konsinyasi sekitar Rp70 miliar terkait Angkasa Pura yang masih tertahan.
Selain itu, ia juga menyoroti belum tertatanya database aset daerah yang dinilai menghambat upaya pemerintah mengoptimalkan aset sebagai sumber PAD.
Menurut Tasril, berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk lebih kreatif menggali sumber-sumber pendapatan baru.
Baca Juga: Mengapa Sidang Roy Suryo Belum Digelar? Ternyata Ini Penyebabnya, Berbeda dengan Dokter Tifa
"Saya kan pengen kreatif nih dinas-dinas ini, apalagi kita dengan ada pengurangan dana transfer," ujarnya.
Ia menilai pemerintah tidak bisa lagi mengandalkan pola kerja yang sama dari tahun ke tahun apabila ingin memperkuat PAD.
"Jangan nunggu menghabiskan anggaran pola kerja copy-paste anggaran dari tahun ke tahun itu-itu aja. Sekarang ini yang kita lakukan inovasi dan kreativitas, bukan melakukan efisiensi, efisiensi lagu lama," tegasnya.
Baca Juga: Usai Gugat Cerai, Larissa Chou Tegas Bantah Isu Selingkuh 'Saya Tetap Setia Hingga Akhir'
Sebagai salah satu contoh pemanfaatan aset, Tasril mengusulkan agar pemerintah daerah mulai mengembangkan aset yang dimiliki menjadi unit usaha yang mampu menghasilkan pendapatan.
"Bisa kita bikin hotel. Pemkot punya hotel, dikelola manajemennya, hasilnya kan buat kita," ujarnya.
Menurut Tasril, hotel merupakan salah satu contoh pemanfaatan aset yang dapat dikembangkan secara profesional. Selain itu, aset daerah juga dinilai berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata maupun kawasan usaha melalui skema kerja sama sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi keuangan daerah.
Tasril juga menilai keseriusan mengoptimalkan aset harus menjadi komitmen seluruh jajaran pemerintah daerah, termasuk pimpinan daerah.
"Juga harus begitu serius, jangan nunggu menghabiskan anggaran pola kerja copy-paste anggaran dari tahun ke tahun itu-itu aja," katanya saat ditanya mengenai peran Wali Kota.
Dalam kesempatan tersebut ia turut mengajak seluruh pihak, termasuk DPRD, untuk bersama-sama mendorong lahirnya inovasi dalam meningkatkan PAD.
"Menurut Fraksi PKB, mari sama-sama berinovasi dan berkreasi," ucapnya.
Oleh karena itu menurut Tasril, peningkatan kinerja perangkat daerah juga harus dibarengi penerapan sistem penghargaan dan sanksi.
"Makanya perlu punishment and reward," tandasnya.
Menanggapi kritik tersebut, Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan pemerintah terus mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah agar seluruh aset yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus meningkatkan PAD.
Baca Juga: Program B50 Terancam Jadi Bumerang? Petani Sawit Khawatir Harga TBS Justru Anjlok
"Kita dorong bagaimana aset-aset daerah ini bisa dirasakan juga manfaatnya. Kalau bisa enggak boleh ada lahan kosong," ujar Sachrudin.
Menurutnya, Pemkot membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga dalam pemanfaatan aset daerah sehingga tidak hanya meningkatkan PAD, tetapi juga mendorong investasi.
"Kita kerjasamakan kepada para pihak, pihak ketiga, para pengusaha. Yang bukan hanya peningkatan PAD, tapi juga bagaimana mendorong para pengusaha," katanya, Selasa (23/6/26).
Baca Juga: 3 Peserta Tewas Saat Latihan Kopdes Merah Putih, Istana Akhirnya Buka Suara dan Janjikan Evaluasi
Sachrudin menegaskan investasi menjadi salah satu faktor penting bagi kemajuan suatu daerah daerah.
"Mana ada pemerintah daerah maju tanpa investor, Oleh karena itu kita berikan ruang itu semuanya," pungkasnya. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 10Bikin Guru Terharu, Celine dari Pontianak Dipercaya Bawa Baki Merah Putih di Istana








