Banten

PKB Desak Pemkot Tangerang Benahi Pengelolaan Aset, Dinilai Belum Jadi Penopang PAD

David Amanda | 27 Juni 2026, 12:24 WIB
PKB Desak Pemkot Tangerang Benahi Pengelolaan Aset, Dinilai Belum Jadi Penopang PAD
PKB Desak Pemkot Benahi Pengelolaan Aset, Dinilai Belum Jadi Penopang PAD (Foto: Instagram/Tasril Jamal)

AKURAT BANTEN - Fraksi PKB DPRD Kota Tangerang mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang segera membenahi pengelolaan aset daerah yang dinilai belum mampu menjadi penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kritik tersebut mencuat di tengah pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp402 miliar pada 2026 yang membuat ruang fiskal daerah semakin terbatas, Sabtu (27/6/26).

Anggota Fraksi PKB DPRD Kota Tangerang, Tasril Jamal, mengatakan pengelolaan aset daerah, mulai dari penataan database hingga manajemennya, masih belum maksima.

Baca Juga: Apes! Dua Terduga Curanmor Diciduk Saat Melintas di Razia Polsek Pinang

Menurutnya, kondisi tersebut membuat berbagai potensi aset yang seharusnya dapat menjadi sumber pendapatan daerah belum tergarap secara optimal.

"Kalau Kepala Badan Pengelolaan Aset ini enggak maksimal, atau Kabid-nya enggak maksimal, kita ganti! Saya minta harus maksimal dikelola aset ini jadi bagian pendapatan," kata Tasril, Kamis (18/6/2026).

Tasril menilai persoalan pengelolaan aset bukan hanya soal pemanfaatan, tetapi juga penyelesaian berbagai aset yang hingga kini belum tuntas.

Baca Juga: Sidang Dokter Tifa Tak Boleh Disiarkan Langsung, PN Jakarta Timur Ungkap Alasannya

Mulai dari aset peralihan Pemerintah Kabupaten Tangerang ke Pemerintah Kota Tangerang, aset fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) yang belum diserahkan pengembang, hingga dana konsinyasi sekitar Rp70 miliar terkait Angkasa Pura yang masih tertahan.

Selain itu, ia juga menyoroti belum tertatanya database aset daerah yang dinilai menghambat upaya pemerintah mengoptimalkan aset sebagai sumber PAD.

Menurut Tasril, berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk lebih kreatif menggali sumber-sumber pendapatan baru.

Baca Juga: Mengapa Sidang Roy Suryo Belum Digelar? Ternyata Ini Penyebabnya, Berbeda dengan Dokter Tifa

"Saya kan pengen kreatif nih dinas-dinas ini, apalagi kita dengan ada pengurangan dana transfer," ujarnya.

Ia menilai pemerintah tidak bisa lagi mengandalkan pola kerja yang sama dari tahun ke tahun apabila ingin memperkuat PAD.

"Jangan nunggu menghabiskan anggaran pola kerja copy-paste anggaran dari tahun ke tahun itu-itu aja. Sekarang ini yang kita lakukan inovasi dan kreativitas, bukan melakukan efisiensi, efisiensi lagu lama," tegasnya.

Baca Juga: Usai Gugat Cerai, Larissa Chou Tegas Bantah Isu Selingkuh 'Saya Tetap Setia Hingga Akhir'

Sebagai salah satu contoh pemanfaatan aset, Tasril mengusulkan agar pemerintah daerah mulai mengembangkan aset yang dimiliki menjadi unit usaha yang mampu menghasilkan pendapatan.

"Bisa kita bikin hotel. Pemkot punya hotel, dikelola manajemennya, hasilnya kan buat kita," ujarnya.

Menurut Tasril, hotel merupakan salah satu contoh pemanfaatan aset yang dapat dikembangkan secara profesional. Selain itu, aset daerah juga dinilai berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata maupun kawasan usaha melalui skema kerja sama sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi keuangan daerah.

Baca Juga: Belanja Hotel Rp8,31 Miliar, Setda Kabupaten Serang Tegaskan OPD Semestinya Prioritaskan Hotel di Daerah

Tasril juga menilai keseriusan mengoptimalkan aset harus menjadi komitmen seluruh jajaran pemerintah daerah, termasuk pimpinan daerah.

"Juga harus begitu serius, jangan nunggu menghabiskan anggaran pola kerja copy-paste anggaran dari tahun ke tahun itu-itu aja," katanya saat ditanya mengenai peran Wali Kota.

Dalam kesempatan tersebut ia turut mengajak seluruh pihak, termasuk DPRD, untuk bersama-sama mendorong lahirnya inovasi dalam meningkatkan PAD.

Baca Juga: DPRD Kota Tangerang Buka Kembali Jalan Alternatif Poris Gaga Usai Aduan Warga, Pengembang Ternyata Belum Kantongi Izin

"Menurut Fraksi PKB, mari sama-sama berinovasi dan berkreasi," ucapnya.

Oleh karena itu menurut Tasril, peningkatan kinerja perangkat daerah juga harus dibarengi penerapan sistem penghargaan dan sanksi.

"Makanya perlu punishment and reward," tandasnya.

Menanggapi kritik tersebut, Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan pemerintah terus mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah agar seluruh aset yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus meningkatkan PAD.

Baca Juga: Program B50 Terancam Jadi Bumerang? Petani Sawit Khawatir Harga TBS Justru Anjlok

"Kita dorong bagaimana aset-aset daerah ini bisa dirasakan juga manfaatnya. Kalau bisa enggak boleh ada lahan kosong," ujar Sachrudin.

Menurutnya, Pemkot membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga dalam pemanfaatan aset daerah sehingga tidak hanya meningkatkan PAD, tetapi juga mendorong investasi.

"Kita kerjasamakan kepada para pihak, pihak ketiga, para pengusaha. Yang bukan hanya peningkatan PAD, tapi juga bagaimana mendorong para pengusaha," katanya, Selasa (23/6/26).

Baca Juga: 3 Peserta Tewas Saat Latihan Kopdes Merah Putih, Istana Akhirnya Buka Suara dan Janjikan Evaluasi

Sachrudin menegaskan investasi menjadi salah satu faktor penting bagi kemajuan suatu daerah daerah.

"Mana ada pemerintah daerah maju tanpa investor, Oleh karena itu kita berikan ruang itu semuanya," pungkasnya. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.