Banten

Ketegangan Memuncak! Begini Kronologi AS dan IRGC Saling Serang hingga Teluk Persia Kembali Bergejolak

Aullia Rachma Puteri | 28 Juni 2026, 15:00 WIB
Ketegangan Memuncak! Begini Kronologi AS dan IRGC Saling Serang hingga Teluk Persia Kembali Bergejolak
Konflik terbaru antara Amerika Serikat dan IRGC memicu ketegangan di Teluk Persia

AKURAT BANTEN – Situasi keamanan di kawasan Teluk Persia kembali menjadi perhatian dunia setelah terjadi rangkaian aksi saling serang antara militer Amerika Serikat dan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Insiden tersebut memicu kekhawatiran akan meningkatnya eskalasi konflik di kawasan yang memiliki peran penting dalam perdagangan energi global.

Ketegangan bermula ketika Amerika Serikat menuding Iran berada di balik serangan terhadap sejumlah kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Washington menilai aksi tersebut mengganggu keamanan jalur pelayaran internasional sekaligus melanggar komitmen yang sebelumnya disepakati dalam upaya meredakan konflik.

Baca Juga: MAKIN MEMBARA! Iran Hujani 18 Aset Militer AS di Bahrain dan Kuwait dengan Rudal, Selat Hormuz Resmi Ditutup

Menanggapi situasi tersebut, militer Amerika melalui Komando Pusat (CENTCOM) melancarkan operasi udara yang menyasar sejumlah fasilitas militer Iran.

Target serangan disebut mencakup pusat komunikasi, sistem pertahanan udara, gudang penyimpanan pesawat nirawak (drone), hingga infrastruktur militer lain yang dinilai berkaitan dengan aktivitas IRGC.

Pemerintah Amerika Serikat menyatakan operasi itu dilakukan sebagai langkah defensif untuk melindungi kepentingan pelayaran internasional serta menjaga stabilitas di kawasan Teluk Persia.

Tidak lama setelah serangan tersebut, IRGC mengumumkan operasi balasan terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Baca Juga: Trump Klaim Iran Tak Akan Tarik Biaya di Selat Hormuz, Ada Kesepakatan Besar di Baliknya?

Dalam pernyataannya, Iran menyebut aksi tersebut sebagai respons atas serangan yang dilakukan Washington terhadap wilayahnya.

Laporan yang beredar menyebut sejumlah rudal dan drone diluncurkan menuju fasilitas militer Amerika di Bahrain dan Kuwait.

Otoritas setempat mengungkapkan sebagian besar serangan berhasil diantisipasi oleh sistem pertahanan udara sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan.

Peristiwa tersebut memperburuk hubungan kedua negara yang sebelumnya sempat menunjukkan tanda-tanda mereda setelah adanya kesepahaman untuk menurunkan tensi konflik.

Baca Juga: MAKIN MEMBARA! Iran Hujani 18 Aset Militer AS di Bahrain dan Kuwait dengan Rudal, Selat Hormuz Resmi Ditutup

Kini, masing-masing pihak saling menuduh sebagai pihak yang lebih dahulu melanggar komitmen tersebut.

Amerika Serikat menilai Iran kembali mengancam keamanan kawasan melalui aksi yang ditujukan kepada jalur pelayaran internasional.

Sebaliknya, pemerintah Iran menuduh Washington melakukan tindakan militer secara sepihak yang dianggap melanggar kedaulatan negaranya.

Selat Hormuz menjadi salah satu titik paling strategis dalam konflik ini.

Baca Juga: Trump Murka, Oman Diancam Diserang Jika Bantu Iran Kuasai Selat Hormuz

Jalur laut tersebut merupakan rute utama pengiriman minyak dari negara-negara Teluk ke berbagai belahan dunia.

Setiap gangguan keamanan di kawasan itu berpotensi memengaruhi distribusi energi global dan mendorong kenaikan harga minyak internasional.

Sejumlah pengamat internasional menilai eskalasi terbaru berisiko menghambat berbagai upaya diplomasi yang sebelumnya telah dilakukan untuk meredakan ketegangan.

Mereka juga mengingatkan bahwa konflik yang terus berlanjut dapat memberikan dampak terhadap stabilitas ekonomi maupun keamanan kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Perang Berakhir! Trump Sebut Kesepakatan Damai AS-Iran Siap Ditandatangani, Selat Hormuz Akan Dibuka

Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat indikasi bahwa kedua negara akan terlibat dalam perang terbuka berskala besar.

Berbagai negara dan organisasi internasional masih terus mendorong penyelesaian melalui jalur diplomasi guna mencegah konflik berkembang menjadi lebih luas.

Sementara itu, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz masih berlangsung dengan pengamanan yang diperketat.

Pelaku industri pelayaran dan sektor energi terus memantau perkembangan situasi karena kawasan tersebut memegang peranan penting dalam rantai pasok minyak dunia.

Baca Juga: Perang Memanas! Iran Belum Respon Proposal Damai AS, Israel Bombardir Lebanon dan Selat Hormuz Kian Mencekam

Dengan kondisi yang masih dinamis, perkembangan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran diperkirakan akan terus menjadi perhatian masyarakat internasional.

Setiap langkah yang diambil kedua pihak dinilai akan berpengaruh terhadap stabilitas kawasan Teluk Persia serta kondisi geopolitik global dalam waktu dekat.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.