Banten

Pembacokan Pedagang Buah di Ciledug Dipicu Dugaan Pemalakan, Polisi Dalami Peran Pelaku

David Amanda | 3 Juli 2026, 20:47 WIB
Pembacokan Pedagang Buah di Ciledug Dipicu Dugaan Pemalakan, Polisi Dalami Peran Pelaku
Pembacokan Pedagang Buah di Ciledug Dipicu Dugaan Pemalakan, Polisi Dalami Peran Pelaku (foto: ilustrasi/istimewa)

AKURAT BANTEN - Kepolisian masih mendalami kasus pembacokan terhadap pedagang buah di Jalan Raden Fatah, Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang.

Peristiwa yang terjadi pada Rabu (1/7/2026) malam itu diduga dipicu aksi pemalakan setelah para pedagang menolak memberikan uang sebesar Rp10 ribu per hari kepada pelaku.

Kapolsek Ciledug Kompol Susida Aswita mengatakan, hasil pemeriksaan sementara terhadap sejumlah saksi mengarah pada dugaan pemalakan sepihak.

Baca Juga: Amerika Serikat Protes Kartu Merah Strikernya di Piala Dunia 2026, Menlu Minta FIFA Lakukan Penyelidikan

Menurutnya, motif tersebut berbeda dengan dugaan perebutan wilayah atau jatah preman yang sempat beredar.

"Kalau kita bilang ya dia malak lah, bukan jatah preman, malak lah gitu," ujar Kompol Susida Aswita saat dikonfirmasi, Jumat (3/7/2026).

Ia menjelaskan, hingga kini penyidik baru memeriksa saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian, termasuk saksi pelapor. Sementara itu, korban belum dapat dimintai keterangan karena masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Baca Juga: Era CR7 di Timnas Portugal Segera Berakhir? Pernyataan Sang Saudari Bikin Dunia Sepak Bola Heboh

"Sementara yang baru kita periksa saksi-saksi (dan) saksi pelapor," katanya.

Tak hanya korban, terduga pelaku utama juga belum bisa diperiksa secara intensif lantaran masih dirawat di Rumah Sakit Kramat Jati, Jakarta Timur.

Kondisi tersebut membuat penyidik belum memperoleh gambaran utuh mengenai kronologi maupun peran masing-masing pihak dalam insiden tersebut.

Baca Juga: Terungkap di Sidang, Sopir Roy Suryo Beberkan Kronologi Penangkapan yang Jadi Sorotan Hakim

"Korbannya belum diperiksa, kan masih di rumah sakit. Jadi belum bisa di-ini (dimintai keterangan). Korban, baik pelaku masih di Rumah Sakit Kramat Jati, korban masih di RSUD," ujarnya.

Kompol Susida menambahkan, hingga saat ini polisi baru mengamankan satu orang yang diduga terkait dengan kasus tersebut. Penyidik masih terus mengembangkan perkara untuk mengungkap keterlibatan pelaku lainnya.

"Yang baru (diamankan) ini satu orang, itu aja," ucapnya.

Ia menegaskan, penyelidikan akan dilanjutkan setelah korban dalam kondisi sehat dan dapat memberikan keterangan kepada penyidik.

Baca Juga: Terkuak di Sidang, Jaksa Sebut dr. Tifa Bangun Opini Publik soal Ijazah Jokowi dengan Cara Ini

Keterangan korban dinilai menjadi kunci untuk mengungkap secara utuh kronologi peristiwa, motif, serta peran masing-masing pelaku.

"Singkat itu aja. Jadi masih menunggu keterangan dari korban yang ada di rumah sakit. Sementara belum bisa dimintain keterangan. Tapi nanti lanjutnya nanti kita dari korban dululah," pungkasnya. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.