Banten

Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz, PIS Pastikan Pasokan Minyak ke Indonesia Aman

Viona Sebastian Nolani | 9 Juli 2026, 12:17 WIB
Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz, PIS Pastikan Pasokan Minyak ke Indonesia Aman
Ilustrasi kapal tanker melintasi Selat Hormuz di tengah konflik kawasan yang mengganggu jalur distribusi minyak dunia. (iStock)

AKURAT BANTEN - PT Pertamina International Shipping (PIS) memastikan kapal tanker Very Large Crude Carrier (VLCC) Pertamina Pride berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman dan kini kembali melanjutkan pelayaran menuju Indonesia.

Keberhasilan ini sekaligus menandai seluruh kapal PIS yang sempat tertahan di kawasan Teluk Arab akibat meningkatnya tensi geopolitik telah kembali beroperasi secara normal.

Sebelumnya, Pertamina Pride bersama kapal Gamsunoro sempat berada di kawasan Teluk Arab sejak Maret 2026.

Kini, kedua kapal tersebut telah berhasil keluar dari wilayah berisiko tinggi dan melanjutkan aktivitas operasionalnya.

Baca Juga: Sengketa Lahan Hotel Sultan Memanas, Ahli Waris Pakubuwono VIII Gugat Rp14,5 Triliun ke Pengadilan

Pjs. Corporate Secretary PIS Vega Pita menjelaskan Pertamina Pride mulai bergerak dari Teluk Arab pada Selasa, 7 Juli 2026 pukul 13.00 waktu Dubai atau 16.00 WIB.

Kapal kemudian berhasil melintasi Selat Hormuz pada Rabu, 8 Juli 2026 pukul 00.15 WIB.

"Menyusul keberhasilan Gamsunoro, Pertamina Pride juga telah keluar dari area Teluk Arab dan melintasi Selat Hormuz, semalam. Artinya, kedua kapal milik PIS yang tertahan sejak Maret lalu kini bisa kembali melanjutkan perjalanan dan beroperasi seperti biasa," ujar Vega dalam keterangan tertulis, Rabu (8/7).

Vega mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari penerapan mitigasi risiko dan pemantauan operasional secara menyeluruh.

Baca Juga: Perpres Prabowo Masukkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter, Tuai Kritik hingga Dibela Pemerintah

Sebelum kapal diberangkatkan, PIS melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek penting, mulai dari perlindungan asuransi, kesiapan teknis dan operasional kapal, keamanan jalur pelayaran, hingga kesiapan seluruh awak kapal.

Saat melintasi Selat Hormuz yang merupakan salah satu jalur distribusi energi paling vital di dunia, Pertamina Pride berada dalam pemantauan selama 24 jam penuh.

Awak kapal juga terus berkoordinasi dengan crisis center PIS di darat untuk memastikan seluruh proses pelayaran berjalan dengan aman.

PIS memastikan seluruh awak kapal berada dalam kondisi selamat.

Baca Juga: Kortastipidkor Polri Geledah Cafe de'CLAN dan Koin Money Changer, Usut Dugaan Korupsi hingga TPPU

Setelah berhasil melewati Selat Hormuz, kapal tanker yang mampu mengangkut sekitar 2 juta barel minyak mentah itu langsung melanjutkan pelayaran menuju Kilang Cilacap untuk mendukung pasokan minyak dan menjaga ketahanan energi nasional.

Perusahaan memperkirakan Pertamina Pride membutuhkan waktu sekitar 15 hari untuk mencapai Indonesia dan dijadwalkan tiba di Kilang Cilacap pada 23 Juli 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Vega turut menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama proses pelayaran berlangsung.

"Kami menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar RI di Teheran, dan seluruh pihak atas dukungannya selama ini," imbuh Vega.

Baca Juga: Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Saat Polisi Geledah 8 Lokasi, Uang Rp60 Miliar dan 74 Kg Emas Disita

Selama pelayaran menuju Indonesia, PIS akan terus memantau perkembangan situasi keamanan di jalur pelayaran internasional.

Koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan juga terus dilakukan guna memastikan keselamatan awak kapal, keamanan muatan, serta kelancaran distribusi energi nasional.

"PIS menyampaikan terima kasih atas doa, dukungan, dan perhatian dari seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan sehingga kedua kapal, Gamsunoro dan Pertamina Pride dapat berlayar keluar dari Selat Hormuz," pungkas Vega.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.