Banten

Situasi Kritis! China 'Mencak-mencak' di PBB: Kebijakan AS Bawa Dunia ke Ambang Kehancuran

Abdurahman | 15 Juli 2026, 12:24 WIB
Situasi Kritis! China 'Mencak-mencak' di PBB: Kebijakan AS Bawa Dunia ke Ambang Kehancuran

AKURAT BANTEN – Ruang sidang Dewan Keamanan PBB mendadak tegang.

Suasana yang biasanya formal berubah menjadi arena perdebatan sengit saat delegasi China melontarkan kritik keras dan terbuka terhadap Amerika Serikat.

Beijing tidak lagi berbasa-basi; mereka menuding Washington menjadi dalang utama yang membawa Timur Tengah menuju jurang perang terbuka dengan Iran.

Ketegangan ini bukan sekadar retorika diplomatik biasa. Bagi masyarakat dunia, ini adalah alarm bahaya.

Ketika dua raksasa ekonomi dan militer dunia saling tunjuk di panggung internasional, ketidakstabilan global bukan lagi sekadar potensi, melainkan ancaman nyata yang menanti di depan mata.

Baca Juga: Pelaku Ancaman Bom SDN Srengseng Sawah Ditangkap, Ternyata Orang Tua Murid, Motifnya Bikin Kaget

Peringatan Keras dari Beijing

Dalam argumennya, perwakilan China menyoroti langkah-langkah militer dan tekanan diplomatik yang terus dilakukan AS di kawasan Timur Tengah.

Menurut Beijing, pendekatan "tekanan maksimum" yang diusung Washington justru menjadi bahan bakar bagi api konflik yang selama ini berusaha dipadamkan.

China menilai bahwa alih-alih membangun jembatan perdamaian, kebijakan yang diambil AS justru mempersempit ruang dialog dan meningkatkan risiko salah langkah yang bisa memicu eskalasi militer skala besar.

Kebijakan luar negeri yang terus memprovokasi Iran di bawah kedok keamanan regional bukan lagi sebuah solusi. Ini adalah tindakan berbahaya yang sedang menyeret seluruh kawasan—dan pada akhirnya dunia—ke dalam jurang perang yang sia-sia dan menghancurkan. — Poin Utama Pernyataan Delegasi China di DK PBB

Baca Juga: Sinar Mas Land Gandeng Pemkot Tangsel Perkuat Posyandu, Fokus Tingkatkan Kapasitas Kader dan Cegah Stunting

Mengapa Ini Mengancam Dompet Kita?

Seringkali kita merasa konflik di Timur Tengah jauh dari keseharian kita.

Namun, dalam ekonomi global yang saling terhubung, dampak dari ketegangan AS-Iran ini bisa terasa hingga ke pasar lokal.

  1. Lonjakan Harga Energi: Setiap gejolak di Timur Tengah hampir selalu berbanding lurus dengan kenaikan harga minyak mentah. Jika pasokan terganggu karena perang, biaya logistik akan melonjak, yang berujung pada kenaikan harga barang pokok.

  2. Ketidakpastian Pasar: Investor cenderung akan menarik modal dari pasar berkembang (seperti Indonesia) dan beralih ke aset aman (safe haven) seperti emas atau dolar AS, yang dapat menekan nilai tukar mata uang lokal.

  3. Polarisasi Dunia: Pertikaian terbuka di PBB menunjukkan bahwa badan dunia ini tengah kehilangan taringnya. Ketika DK PBB lumpuh karena perbedaan tajam antara AS dan China, penyelesaian krisis global menjadi jauh lebih sulit.

Baca Juga: Bom Rakitan Meledak di MAN 3 Padang, Polisi Ungkap Pelaku Diduga Korban Perundungan

Apakah Diplomatik Masih Memiliki Jalan Keluar?

Dunia kini menahan napas. Kritikan tajam China di DK PBB adalah cermin bahwa kesabaran Beijing terhadap manuver Washington telah habis.

Apakah ini awal dari aliansi baru yang menentang kebijakan AS, ataukah sekadar taktik untuk menunjukkan pengaruh di mata negara-negara berkembang?

Satu hal yang pasti: situasi ini menuntut perhatian dunia. Perdamaian bukan hanya tentang ketiadaan perang, tetapi tentang bagaimana kebijakan negara besar tidak mengorbankan stabilitas jutaan orang di negara lain.

Di tengah memanasnya situasi ini, harapan satu-satunya adalah diplomasi tingkat tinggi yang mendinginkan kepala, bukan lagi saling tunjuk yang justru semakin mendekatkan kita pada kehancuran.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman