Banten

Hari Ini! Putusan Sela dr. Tifa di Kasus Ijazah Jokowi Resmi Diketok!

Abdurahman | 23 Juli 2026, 09:58 WIB
Hari Ini! Putusan Sela dr. Tifa di Kasus Ijazah Jokowi Resmi Diketok!
dr. Tifa (dok Ist)

AKURAT BANTEN — Panggung peradilan kasus dugaan pencemaran nama baik dan tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo mencapai titik krusial.

Hari ini, Pengadilan Negeri Jakarta Timur resmi menggelar sidang dengan agenda yang paling ditunggu-tunggu publik: pembacaan putusan sela untuk terdakwa dr. Tifauzia Tyassuma atau yang akrab disapa dr. Tifa.

Sidang penentuan ini memegang kunci besar untuk menjawab apakah pokok perkara akan dilanjutkan ke tahap pembuktian saksi, atau justru kandas di tengah jalan setelah tim kuasa hukum melayangkan nota keberatan (eksepsi) beberapa waktu lalu.

Menghadapi detik-detik vonis sela tersebut, atmosfer di kubu dr. Tifa terpantau tenang namun penuh keteguhan.

Tim kuasa hukum yang dipimpin oleh Ramdansyah menegaskan bahwa pihaknya siap berdiri tegak menghadapi segala kemungkinan putusan yang diketok oleh majelis hakim hari ini.

Kami menerima apa pun yang terjadi hari ini. Kami percaya bahwa Allah akan menghadirkan jalan terbaik pada waktu dan dengan cara-Nya yang paling sempurna, ungkap Ramdansyah, merefleksikan sikap optimistis dan ketenangan tim pembela di ruang sidang.

Sikap mental yang sama kuat juga ditunjukkan langsung oleh dr. Tifa melalui unggahan di akun media sosial pribadinya.

Kalimat singkat namun penuh makna yang ia bagikan sukses mencuri perhatian warganet dan memantik simpati luas:

Sikap Dokter Tifa. Eksepsi diterima, Alhamdulillah. Eksepsi ditolak, Bismillah.

Tolak Jalan Damai, Pilih Buka Fakta di Persidangan

Perkara hukum yang menyeret nama aktivis dan dokter ini memang tidak pernah sepi dari sorotan publik nasional.

Dinamika persidangan sebelumnya sempat diwarnai oleh tawaran opsi restorative justice atau jalan damai dari majelis hakim guna meredakan ketegangan.

Namun, di tengah tawaran tersebut, dr. Tifa bersama tim hukumnya dengan tegas memilih untuk tetap menempuh koridor peradilan formal.

Alih-alih berdamai, ia memilih untuk menguji seluruh materi dakwaan secara terbuka dan transparan di hadapan hukum.

Di sisi lain, Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumnya telah meminta majelis hakim untuk menolak seluruh eksepsi yang diajukan oleh kubu terdakwa dan meminta agar persidangan terus dilanjutkan ke pemeriksaan saksi-saksi.

Kini, seluruh mata tertuju ke ruang sidang PN Jakarta Timur.

Keputusan sela yang diketok hari ini bukan sekadar babak administratif biasa, melainkan lembaran penentu baru dalam salah satu pusaran hukum paling menyita perhatian di Indonesia. (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman