Banten

Terpal Mahasiswa Hidupkan Literasi, Perpustakaan Mini Milik Pemkot Tangerang Justru Terkunci

David Amanda | 23 Juli 2026, 17:14 WIB
Terpal Mahasiswa Hidupkan Literasi, Perpustakaan Mini Milik Pemkot Tangerang Justru Terkunci
Terpal Mahasiswa Hidupkan Literasi, Perpustakaan Mini Milik Pemkot Tangerang Justru Terkunci (foto: istimewa)

AKURAT BANTEN - Bangunan perpustakaan mini milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang di kawasan Taman Ecopark, Kecamatan Neglasari, menjadi sorotan.

Fasilitas yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) itu tampak tidak beroperasi. Pintu terkunci rapat, sementara kaca bangunan dipenuhi debu tanpa terlihat aktivitas membaca di dalamnya.

Pemandangan berbeda justru terlihat beberapa meter dari bangunan tersebut, Rabu (22/7/2026) sore. Belasan mahasiswa Dewan Pimpinan Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) STISNU Nusantara membentangkan selembar terpal dan membuka Taman Baca Marhaenis.

Baca Juga: Kepala BGN Nanik Sudaryati Mundur Mendadak, Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Kembali Diterpa Masalah

Puluhan buku disusun di atasnya, mulai dari karya Sukarno, Tan Malaka, Pramoedya Ananta Toer, literatur ekonomi-politik, hingga buku cerita anak lengkap dengan krayon dan buku mewarnai.

Ketua DPK GMNI STISNU Nusantara, Muhamad Ridwan, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kritik terhadap pengelolaan fasilitas publik yang dinilai berhenti pada pembangunan fisik tanpa dibarengi pemanfaatan yang berkelanjutan.

"Kami miris melihat perpustakaan di taman ini mangkrak dan tidak beroperasi. Padahal pembangunan fasilitas publik menggunakan uang rakyat yang tidak sedikit. Jika dibiarkan mati begini, sama saja anggaran daerah dibuang sia-sia," katanya.

Baca Juga: BABAK BARU! Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan

Menurutnya, persoalan literasi tidak bisa terus dibebankan pada rendahnya minat baca masyarakat.

Pemerintah, kata dia, juga memiliki tanggung jawab memastikan fasilitas yang telah dibangun benar-benar berfungsi dan dapat diakses warga.

"Kalau membuat fasilitas publik hanya untuk mengejar laporan proyek lalu dibiarkan terbengkalai, untuk apa? Jika pada akhirnya mahasiswa yang harus turun tangan melayani warga, lantas apa fungsi kehadiran dinas terkait?" tegasnya.

Baca Juga: Resmi Dimulai 25 Juli! Persib vs Arema Langsung Panaskan Piala Presiden Elite 2026

Sementara itu, lapak baca sederhana yang digelar mahasiswa itu justru menarik perhatian pengunjung Taman Ecopark.

Sejumlah warga berhenti untuk membaca buku, sementara anak-anak memanfaatkan fasilitas mewarnai yang disediakan secara gratis.

Rendra (18), warga Karawaci, mengaku baru mengetahui bangunan yang selama ini selalu tertutup itu merupakan perpustakaan. Selama ini, ia mengira bangunan tersebut hanyalah gudang penyimpanan barang.

Baca Juga: Yusril Ungkap Identitas Abdul Karim Raed Miqdad, WN Palestina yang Dideportasi dari Indonesia

"Harusnya Pemkot malu. Masa pelayanan kalah gerak dengan mahasiswa yang cuma bermodal terpal?" ujarnya.

Antusiasme juga ditunjukkan Raka (13), warga sekitar. Bersama teman-temannya, ia menghabiskan waktu dengan membaca dan mewarnai di lapak yang disediakan mahasiswa.

"Senang ada buku gambar begini, jadi bisa mewarnai bareng," katanya.

Sebagai informasi hingga kegiatan berakhir, pengunjung masih terlihat memadati Taman Baca Marhaenis. Di saat warga memanfaatkan lapak baca sederhana yang digelar secara swadaya, bangunan perpustakaan mini milik Pemkot Tangerang di sisi lain kawasan Taman Ecopark tetap dalam kondisi tertutup. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.