Skandal 'Bapak-Anak' Guncang KPK: Staf Internal Bocorkan Rahasia Kasus untuk Palak Bupati Pemalang

AKURAT BANTEN— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali diguncang skandal internal yang mencengangkan publik.
Di tengah upaya lembaga antirasuah membersihkan diri, seorang oknum staf administrasinya justru kedapatan bersekongkol dengan ayah kandungnya sendiri untuk membocorkan rahasia negara demi memeras kepala daerah.
Tak tanggung-tanggung, informasi krusial terkait penyelidikan kasus korupsi dijual sang anak kepada ayahnya, yang kemudian bertindak sebagai "makelar" untuk memeras Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro.
Baca Juga: Misi Menggila Wonderkid Mitchell Baker! Timnas Indonesia Diprediksi Tampil Sadis Bungkam Timor Leste
Alur Konspirasi: Ketika Data Rahasia Jadi Alat Tekan
Kedok busuk ini terbongkar pasca-Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang menjerat sejumlah pihak.
Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, membeberkan modus operandi yang tergolong nekat ini dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Semua bermula ketika Setya Budi Dias (DIS), yang bekerja sebagai staf administrasi di KPK, memiliki akses terhadap proses administrasi dan penanganan perkara.
Sedikit demi sedikit, informasi sensitif mengenai penyelidikan kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang bocor ke tangan ayahnya, Lilik Budi Suprianto (LBS).
Yang bersangkutan karena memang sedikit banyak mengetahui proses-proses administrasi di KPK, itu yang kemudian diteruskan kepada Saudara LBS selaku orang tuanya, ujar Achmad Taufik Husein.
Berbekal "bocoran" valid dari dalam gedung KPK inilah Lilik—seorang pihak swasta—mencari celah untuk mendekati lingkaran kekuasaan di Pemalang.
Baca Juga: Bejat! Ayah Kandung di Samarinda Setubuhi Anak Sendiri Selama 6 Tahun, Ibu Histeris hingga Pingsan
Bupati Pemalang Terjepit, Peras Anak Buah Demi Suap
Merasa posisinya terancam lantaran kasusnya di KPK dipegang oleh orang yang tepat (melalui jalur sang anak staf KPK), Bupati Pemalang Anom Widiyantoro tak berkutik.
Dalam serangkaian pertemuan rahasia sebanyak tiga kali di beberapa restoran mewah di wilayah Magelang dan Semarang, Lilik tanpa ragu mematok harga fantastis senilai Rp 2 miliar sebagai "biaya pengurusan" agar kasus sang bupati aman.
Karena panik dan butuh dana cepat untuk menyelamatkan diri dari jerat hukum, Bupati Anom dikabarkan berputar haluan melakukan pemerasan balik kepada perangkat daerah dan bawahannya melalui orang kepercayaannya, Mohammad Haris alias Gus Haris.
Dari aksi pemerasan sistematis di tingkat lokal tersebut, terkumpul uang panas sebesar Rp 1,9 miliar. Sebanyak Rp 1,2 miliar langsung disetorkan kepada Lilik untuk membayar 'garansi' pengamanan kasus dari dalam KPK.
Baca Juga: Dominasi Spanyol dan Prancis: Di Balik Terpilihnya FIFA Dream XI 2026 yang Menghebohkan
Empat Tersangka Resmi Diringkus
Akibat konspirasi busuk yang melibatkan orang dalam ini, KPK bergerak cepat membersihkan internalnya.
Lembaga antirasuah resmi menetapkan empat orang tersangka dalam pusaran kasus pemerasan ini:
Anom Widiyantoro (Bupati Pemalang)
Mohamad Haris alias Gus Haris (Orang kepercayaan Bupati)
Lilik Budi Suprianto (Pihak swasta / Ayah kandung staf KPK)
Setya Budi Dias (Staf administrasi KPK / Anak kandung Lilik)
Keempatnya langsung dijebloskan ke Rutan KPK untuk 20 hari pertama guna kepentingan penyidikan lebih lanjut.
Kasus ini sekaligus menjadi tamparan keras sekaligus ujian integritas bagi KPK dalam membersihkan "duri dalam daging" di tubuh lembaga penjaga antikorupsi sendiri.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









