Tangsel Fun Run 2026 Ricuh, Peserta Protes Medali Terlambat hingga Ancam Tempuh Jalur Hukum

AKURAT BANTEN - Penyelenggaraan Tangsel Fun Walk & Run Festival 2026 di kawasan ITC BSD, Tangerang Selatan, pada Minggu (2/8/2026), menjadi sorotan setelah memicu gelombang protes dari para peserta.
Beragam persoalan dikeluhkan, mulai dari keterlambatan distribusi medali finisher, perubahan jadwal pengambilan race pack secara mendadak, hingga buruknya koordinasi panitia selama acara berlangsung.
Kekecewaan peserta pun ramai diperbincangkan di media sosial.
Sejumlah video yang beredar memperlihatkan peserta menyampaikan protes menggunakan mikrofon, bahkan beberapa di antaranya mengaku siap membawa persoalan tersebut ke jalur hukum.
Salah satu orang tua peserta, Ramses, mengungkapkan masalah sudah terlihat sejak awal acara ketika peserta mulai berdatangan sekitar pukul 06.00 WIB.
Ia menilai panitia tidak berada di lokasi start untuk mengarahkan jalannya kegiatan.
"Peserta berdatangan untuk start pukul 06.00 WIB. Namun, tidak ada panitia lomba di lokasi, hanya bike marshall," ujar Ramses.
Permasalahan berlanjut setelah peserta menyelesaikan lomba.
Panitia disebut menyampaikan bahwa medali finisher belum tiba di lokasi karena masih dalam perjalanan.
Bahkan, peserta sempat menerima informasi bahwa medali masih berada di kawasan Cipularang atau sedang dikirim dari Bandung.
Baca Juga: Keracunan Massal Diduga Akibat MBG di SMKN 6 Semarang, Dinkes Ungkap 707 Siswa dan Guru Terdampak
"Hari ini acara fun run, medalinya belum sampai. Informasinya masih di Cipularang. Panitia juga tidak ada yang tampil untuk memberikan penjelasan di depan peserta," ujar salah seorang peserta.
Akibat keterlambatan itu, banyak peserta memutuskan meninggalkan lokasi sebelum medali dibagikan.
Medali baru tiba sekitar pukul 09.00 WIB dan langsung didistribusikan kepada peserta yang masih menunggu di area acara.
Selain persoalan medali, peserta juga menyoroti perubahan jadwal pengambilan race pack.
Awalnya, pengambilan dijadwalkan berlangsung pada Jumat dan Sabtu, tetapi kemudian diubah menjadi hanya pada Sabtu.
Perubahan tersebut menyebabkan antrean panjang.
Beberapa peserta juga mengaku tidak mendapatkan ukuran kaus sesuai pesanan serta tidak menemukan pembagian doorprize setelah menyelesaikan lomba.
"Setelah finis tidak ada panitia yang membagikan medali. Doorprize juga tidak ada. Banyak peserta kecewa," kata peserta lainnya.
Menanggapi polemik tersebut, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan meminta penyelenggara bertanggung jawab penuh atas seluruh pelaksanaan kegiatan.
Ia menegaskan, apabila terbukti merugikan masyarakat dan mencoreng citra Kota Tangerang Selatan, penyelenggara tidak pantas lagi menggelar acara serupa di wilayah tersebut.
Baca Juga: Kebakaran Hotel Pullman Jakarta Barat, Api Diduga Berasal dari Lantai 2 Akibat Korsleting Listrik
"Bila dalam penyelenggaraan tidak berjalan sesuai perencanaan yang semestinya dan berdampak merugikan masyarakat serta membawa citra negatif bagi nama baik Tangsel, maka penyelenggara harus bertanggung jawab penuh," tulis Pilar.
Pilar juga meminta Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang Selatan memanggil pihak penyelenggara untuk memberikan klarifikasi atas berbagai keluhan yang disampaikan peserta.
Sementara itu, Dispora Tangsel menegaskan bahwa Tangsel Fun Walk & Run Festival 2026 bukan merupakan agenda resmi Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
Menurut Dispora, seluruh proses perencanaan, pelaksanaan, hingga tanggung jawab teknis maupun hukum sepenuhnya berada di tangan event organizer (EO).
Masyarakat pun diimbau untuk selalu memastikan informasi kegiatan melalui kanal resmi pemerintah guna menghindari kesalahpahaman.
Baca Juga: 737 Markas Penipuan Online Ditutup Kamboja, Indonesia Ikut Perkuat Perlawanan Sindikat Siber
Di sisi lain, manajemen ITC BSD menyampaikan keprihatinan atas ketidaknyamanan yang dialami peserta.
Pihak ITC BSD menegaskan hanya menyediakan lokasi acara dan tidak memiliki keterlibatan dalam kerja sama maupun pengelolaan teknis kegiatan.
"ITC BSD tidak terlibat dalam kerja sama maupun pengelolaan teknis kegiatan tersebut. Kami memahami ketidaknyamanan dan kekecewaan yang dirasakan oleh para peserta," demikian pernyataan resmi ITC BSD.
Berdasarkan pantauan di lokasi, logo Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan Dispora terpampang di panggung utama acara.
Baca Juga: Ekspor Sawit RI Terancam Tarif Baru AS, Pemerintah Minta Pengecualian ke Washington
Adapun penyelenggara kegiatan diketahui merupakan EO Yuk Event yang berada di bawah naungan Y Management atau PT Andalan Tanpa Ampun.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak penyelenggara masih belum memberikan penjelasan resmi terkait penyebab keterlambatan distribusi medali, perubahan jadwal pengambilan race pack, maupun berbagai keluhan yang disampaikan para peserta.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 7Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 8Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”









