FA Inggris Ubah Aturan Mulai Musim 2026/2027, Ratusan Stadion Wajib Berbenah!

AKURAT BANTEN - Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) membuat perubahan besar pada standar keselamatan stadion yang mulai diterapkan pada musim 2026/2027.
Regulasi baru tersebut menyasar fasilitas di sekitar lapangan dan berpotensi berdampak pada hampir 900 klub di berbagai level kompetisi Inggris.
Aturan tersebut melarang penggunaan pembatas lapangan yang terbuat dari material keras seperti bata padat, breeze block, dan beton dalam sistem kompetisi National League System. Regulasi berlaku untuk kompetisi putra dari level satu hingga enam, serta level tiga dan empat dalam sistem liga nasional putri.
Perubahan ini bukan sekadar upaya mempercantik atau memodernisasi stadion. FA mengambil langkah tersebut setelah melakukan peninjauan keselamatan menyusul meninggalnya mantan pemain akademi Arsenal, Billy Vigar.
Baca Juga: Marcus Rashford Balik ke MU, Michael Carrick Beri Sinyal Mengejutkan: Comeback Besar Dimulai?
Vigar, yang berusia 21 tahun, mengalami cedera otak fatal ketika memperkuat Chichester City dalam pertandingan melawan Wingate & Finchley pada September 2025.
Saat berusaha menyelamatkan bola agar tidak keluar lapangan, sang pemain berlari ke sisi lapangan dan kemudian bertabrakan dengan dinding beton. Cedera tersebut akhirnya merenggut nyawanya.
Tragedi tersebut memperkuat kekhawatiran mengenai keselamatan pembatas di sekitar lapangan sepak bola. Bahkan, kasus serupa sebenarnya sudah pernah terjadi beberapa tahun sebelumnya.
Pada 2022, pemain Bath City, Alex Fletcher, mengalami insiden setelah bertabrakan dengan pembatas di sekitar lapangan. Fletcher sempat mengalami koma.
Baca Juga: Bruno Guimaraes Resmi ke Arsenal, Newcastle Pasang Harga Fantastis: Transfer Ini Cetak Rekor!
Kejadian tersebut mendorong Professional Footballers' Association (PFA) untuk meningkatkan tekanan agar standar keselamatan fasilitas di stadion nonliga diperiksa secara menyeluruh.
PFA kemudian kembali mendesak perubahan setelah tragedi Vigar. Organisasi tersebut menilai standar keselamatan harus memiliki aturan yang jelas sehingga klub tidak perlu menafsirkan sendiri tingkat keamanan fasilitas mereka.
Melalui regulasi terbaru, pembatas berbahan bata padat, breeze block, atau beton yang sudah terpasang harus segera dihilangkan apabila memungkinkan.
Jika pembongkaran tidak memungkinkan karena alasan struktural, klub wajib memberikan perlindungan yang memadai untuk mengurangi risiko cedera.
Baca Juga: Liverpool Bikin Kejutan Besar: Ronald Araujo Segera Merapat, Bisa Debut Lawan Como!
Menariknya, klub yang stadionnya belum memenuhi standar baru tidak otomatis dilarang menggelar pertandingan.
FA menyatakan pertandingan masih dapat berlangsung selama proses perubahan dilakukan. Namun, klub tetap diwajibkan mengevaluasi kondisi pembatas dan menyiapkan rencana perbaikan apabila diperlukan.
Dari sekitar 900 klub yang berada dalam cakupan regulasi tersebut, sekitar 160 klub telah diberi tahu bahwa setidaknya terdapat satu bagian fasilitas stadion mereka yang perlu dimodifikasi.
Artinya, sebagian besar klub memang tidak harus melakukan perubahan besar, tetapi ratusan klub tetap harus memastikan stadion mereka memenuhi standar keselamatan baru.
Baca Juga: Arsenal Beralih ke Ferran Torres Setelah Gagal Mendapatkan Vinicius dan Barcola
FA dan Premier League juga tidak membiarkan klub menanggung seluruh biaya sendirian. Pendanaan untuk pekerjaan yang diperlukan disalurkan bersama melalui Premier League Stadium Fund. Program tersebut sudah mulai berjalan untuk membantu klub melakukan penyesuaian fasilitas.
PFA menyambut perubahan tersebut sebagai langkah positif. Namun, mereka juga mengingatkan agar proses penghapusan maupun perlindungan pembatas dilakukan secara serius. Risiko harus benar-benar diminimalkan sebelum fasilitas dianggap aman.
Perubahan ini menjadi pengingat bahwa keselamatan pemain tidak hanya bergantung pada aturan di dalam pertandingan. Infrastruktur stadion juga memiliki peran penting.
Setelah tragedi yang menimpa Vigar, FA akhirnya mengambil langkah yang akan mengubah wajah ratusan stadion sepak bola Inggris mulai musim 2026/2027.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 7Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026









