DLH Tangsel Awasi Ketat TPS Ilegal Pamulang Pasca Penyegelan

AKURAT BANTEN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel menerjunkan tim pengawas untuk memantau aktivitas di TPS ilegal Reni Jaya, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), usai dilakukan penyegelan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) pada Rabu (15/01/2025).
"Iya pasti ada kita tempatkan, kita ada pengawas di tingkat kelurahan," ujar Penyuluh Lingkungan Hidup DLH Kota Tangsel, Fauzi Restanto di kantornya, Kamis (17/01/2025).
Baca Juga: Nasib Sampah TPS Ilegal di Tangsel Menggantung: KLH Lakukan Penyegelan, DLH Cari Solusi
Fauzi menyebut, waktu malam menjadi jam rawan terjadinya aktivitas penyelundupan sampah ke TPS ilegal. Karenanya, pengawasan akan difokuskan pada saat hari telah gelap.
"Kata warga kan curi waktu saat malam kirimnya (sampah)," tuturnya.
Tim pengawas juga akan menemui pemilik lahan untuk dimintai keterangannya serta dilakukan pembinaan. Koperatifnya seperti itu. Namun jika langkah persuasif itu tak diindahkan, maka hukum pidana akan diterapkan dalam kasus TPS ilegal itu.
"Mudah-mudahan temen di lapangan bisa nemuin, kalau ga bisa ditemuin baru kita bersurat. Mudah-mudahan yang punya lahan koperatif meskipun sulit ditemui," jelas Fauzi.
Baca Juga: DLH Ungkap Ada Dua TPS Ilegal yang Masih Beraktivitas di Tangsel
Sebelumnya diberitakan, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyegel tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal di Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Rabu (15/01/2025). Pengelola TPS diancam pidana jika mengabaikan peringatan pemerintah yang menghentikan operasi pengelolaan sampah di lokasi tak berizin tersebut.
Pengawas Lingkungan Hidup Ahli Madya dari Ditjen Gakkum KLH RI, Sumarna memperingati pengelola untuk menghentikan aktivitas pengelolaan sampah di TPS ilegal tersebut.
Baca Juga: Aktivitas Pengelolaan Sampah Ilegal Jadi Sorotan, DPRD Bakal Panggil DLH Tangsel
Jika pengelola mengabaikan peringatan itu, maka pengelola akan diancam pidana sesuai aturan yang termaktub dalam Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.
"Ini kita segel, tidak boleh aktifitas masuk atau buang sampah, kalau ada berarti melanggar pidana," ujar Sumarna saat ditemui.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”









