Polda Metro Dalami Sumber Air Keras yang Lukai Polisi saat Bubarkan Tawuran di Tangsel

AKURAT BANTEN - Polda Metro Jaya tengah mendalami sumber cairan yang diduga air keras yang melukai anggota Polsek Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel), Fadel Ramos saat membubarkan aksi tawuran pada Kamis (16/01/2025).
"Nanti itu akan didalami," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Ade Ary Syam Indradi di pelataran Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Senin (20/01/2025).
Baca Juga: Bea Cukai Soekarno-Hatta Gagalkan Penyelundupan Sabu 1,1 Kilogram dari Malaysia
Meski demikian, Ade Ary mengimbau agar para penjual cairan berbahaya sejenis air keras untuk tidak memperdagangkan cairan tersebut secara bebas.
Sebab, menurutnya, cairan berbahan kimia tersebut rentan untuk disalahgunakan oleh oknum yang memiliki niat untuk mencelakai orang lain, seperti yang terjadi dalam peristiwa tawuran di Ciputat Tangsel tersebut.
Baca Juga: Anggota Polisi Disiram Air Keras Saat Bubarkan Aksi Tawuran di Ciputat Tangsel
"Kami mendapat indikasi air itu juga digunakan untuk tawuran selain alat pemukul lainnya," tuturnya.
"Kami mengimbau kepada masyarakat yang berjualan sama-sama mengingatkan kepada pembeli agar tidak menyalahgunakan barang barang bahaya ini. Kalau tidak sesuai peruntukannya itu penyalahgunaan juga dan merugikan orang lain," imbaunya.
Baca Juga: Juru Parkir Aniaya Sopir Truk di Tangsel, Terancam 5 Tahun Penjara
Sebelumnya, Kapolres Tangsel AKBP Victor Inkiriwang mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan pengejaran terhadap para pelaku penyiraman cairan tersebut ke anggota polisi yakni Briptu Fadel Ramos dan mitra polisi Dion Saputra.
"Saat ini sudah teridentifikasi para pelakunya. Kami sudah melakukan pengejaran terhadap pihak yang teridentifikasi," ujar Victor, Sabtu (18/01/2025).
Baca Juga: Polisi Bakal Terapkan Tilang Sistem Poin dapat Berdampak SIM Dicabut, Simak Penjelasannya!
Victor mengungkapkan, cairan yang mengenai mata korban itu tengah diuji kandungannya di Laboratorium Forensik Polri.
"Untuk cairan yang digunakan untuk menyiram ke arah muka yang mengenai mata dari kedua korban ini, sementara kita lakukan pengecekan secara laboratorium ke puslabfor Polri untuk mengetahui jenis cairan apa yang digunakan oleh para pelaku," jelasnya.
Baca Juga: Polres Tangsel Bentuk Tim Khusus untuk Buru Pelaku Penyiraman Air Keras ke Polisi di Ciputat
Sebagai informasi, anggota polisi menjadi korban penyiraman diduga air keras saat membubarkan aksi tawuran di Jalan Perbatasan antara wilayah Kecamatan Ciputat dan Pamulang pada Kamis (16/01/2025) pukul 04.00 WIB.
Dalam peristiwa itu, satu polisi menjadi korban yakni yakni Briptu Fadel Ramos dan mitra polisi bernama Dion Saputra.
Baca Juga: Polres Tangsel Kantongi Identitas Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras ke Polisi di Ciputat
Kejadian ini berawal saat Tim Opsnal Polsek Ciputat Timur melakukan patroli siber di media sosial Instagram untuk memonitoring gejala tawuran antarkelompok yang berawal dari chat dunia maya.
Dari hasil monitoring di media sosial itu, polisi mendapati adanya gejala bentrokan antara kelompok SCBD Team dan kubu Pasundan yang akan berlangsung di Jalan Raya Cirendeu, Ciputat. Kemudian, Tim Opsnal bergegas menuju titik lokasi bentrokan sekitar pukul 03.00 WIB.
Baca Juga: Motif Perampokan SPBU Shell Bintaro, Terduga Pelaku Terjerat Pinjol
Tim Opsnal itu terdiri dari Ipda Jajat dan Briptu Donny yang menunggangi mobil viper, sedangkan Ipda Winra, Briptu Fadel Ramos dan Dion Saputra mengendari sepeda motor.
Setibanya di lokasi, kepolisian melihat segerombolan kelompok remaja yang datang dari arah Pamulang dengan membawa senjata tajam.
Baca Juga: Polisi Tangkap Perampok SPBU Bintaro Tangsel, Terduga Pelaku Ternyata Mantan Pegawai
Melihat puluhan kendaraan itu, Tim Opsnal berupaya menghalau laju kelompok tersebut. Alih-alih membubarkan diri, kelompok bersenjata itu justru menyerang polisi. Briptu Fadel Ramos dan Dion Saputra yang berboncengan dalam satu motor mendapati serangan berupa sabetan senjata tajam dan penyiraman cairan diduga air keras.
Kedua polisi itu tak dapat membendung pengeroyokan itu dan memutuskan untuk kabur meninggalkan sepeda motor yang dikendarainya.
Baca Juga: Polisi Beberkan Fakta Baru Kasus Sekeluarga Tewas di Ciputat Tangsel
Atas kejadian tersebut, kata Ade Arry, Briptu Fadel Ramos dan Dion Saputra mengalami luka akibat siraman air keras dan luka sabetan sajam di lengannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









