STOP! Jangan Makan Daging Biawak, Karena Bisa berakibat Kista Dan Kerusakan Pada Usus

AKURAT BANTEN - Daging biawak air, ternyata masih dikonsumsi oleh sebagian orang. Ada yang menganggap, dagingnya bisa menjaga stamina tubuh dan dapat mengobati penyakit sesak nafas. Bahkan, ada yang percaya, daging reptil ini merupakan obat mujarab yang dapat meningkatkan vitalitas lelaki.
Jenis reptil ini menyukai ikan sehingga menjadi musuh utama pebisnis ikan kolam. Perburuan cukup sering dilakukan dengan cara menjerat atau menggunakan jaring karena dianggap hama.
Satwa yang belum dilindungi ini merupakan predator yang menjadi keseimbangan ekosistem alam. Dalam Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES, 2013), ia masuk daftar Appendix II, yang berarti tidak terancam punah. Akan tetapi, ada kemungkinan terancam punah bila perdagangan terus berlanjut tanpa ada pengaturan.
Baca Juga: Tampil Seksi Pada Sesi Foto Halloween Anya Geraldine Menuai Kontroversi
Berdasarkan penelitian Idawati Nasution, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, biawak air (Varanus salvator) merupakan spesies biawak yang terdapat di Indonesia. Persebarannya di ekosistem hutan dan urban, terutama wilayah sumber air seperti sungai, rawa, dan sekitar danau.
Di Indonesia, diperkirakan ada empat spesies biawak antara lain:
- Biawak air (V. salvator) yang tersebar di Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Maluku
- Biawak mangrove (V. indicus), tersebar di Papua
- Komodo (V. komodoensis) di Pulau Komodo.
- Biawak merak (V. auffenbergi) yang berada di Pulau Rote (Koch dan Acciaioli, 2007).
Baca Juga: Kasus Cacar Monyet di Banten, Kadinkes Sebut Ada 7 Orang Suspek
Idawati bersama timnya, meneliti biawak air mengenai organ pencernaannya, yaitu organ yang digunakan untuk mencerna, menyerap, serta mengeluarkan makanan yang tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh. Selain organ pencernaan, ada juga organ asesoris, yang membantu proses pencernaan makanan, baik secara mekanis maupun enzimatis.
Kelenjar ludah merupakan salah satu organ asesoris dalam sistem pencernaan. Kelenjar ini, menghasilkan sekreta berupa saliva yang berfungsi membasahi dan melunakkan makanan yang kering. Yaitu, media untuk memecah dan mengencerkan bahan makanan, mempertahankan pH dalam rongga mulut, memecah karbohidrat, dan sebagai zat antibakteri (Aughey dan Frye, 2001).
Salah satu unsur penting yang terkandung dalam saliva adalah senyawa glikoprotein antibakteri. Seperti, lisozim dan laktoferin yang menjadikan saliva sebagai pencegah masuknya bakteri ke dalam saluran pencernaan.
“Karbohidrat kompleks yang disebut juga glikokonjugat memiliki peran penting dalam berbagai proses di dalam tubuh biawak air ini. Seperti perlekatan dan komunikasi antarsel, regenerasi dan diferensiasi sel serta sebagai bahan penyusun matriks sel dan sekreta kelenjar.”
Baca Juga: Kasus Pemerasan Firli Bahuri, Pengusaha Alex Tirta Absen dari Pemeriksaan
Dampak bahaya mengkonsumsi Biawak:
Fitrah, salah satu dokter hewan dari Unsyiah mengatakan, pada 2014 bersama timnya pernah meneliti dampak dan bahaya mengonsumsi daging biawak air. Ada beberapa bakteri yang terkandung di tubuhnya, yaitu trichinosis, gnathostomiasis, sparganosis, dan mycobacterium.
Menurutnya, bagi manusia yang mengonsumsi daging maupun bagian tubuh reptil ini, bisa menyebabkan terjadinya kerusakan jaringan tubuh. Dagingnya mengandung sejumlah parasit seperti cacing pita jenis sparganosis, yang bisa merusak dan membuat infeksi pada jaringan tubuh manusia.
“Teorinya begini, dalam daging biawak itu banyak parasite. Jika dimakan maka parasit seperti cacing akan berkembang biak di usus dan itu sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Khususnya gangguan pecernaan karena usus tidak berfungsi dengan baik,” jelas Fitrah.
Baca Juga: Atlet Wushu PON 2024 Terlantar di Bogor, Tidak Punya Uang Pulang ke Muna Barat
Lebih jauh dia menjelaskan, mengonsumsi daging biawak bisa juga menyebabkan penyakit kista. Karena, di dagingnya terdapat parasit bernama pentastomiasis, parasite yang banyak ditemukan hidup dalam tubuh ular, buaya, dan tentunya biawak.
Jadi, tidak benar kalau makan daging biawak akan meningkatkan daya tubuh manusia. Justru sebaliknya, akan menurunkan daya tahan tubuh akibat masuknya berbagai jenis bakteri.
“Dalam tubuh biawak air juga ada bakteri bernama mycobacterium. Bakteri ini bisa menyebabkan penyakit kulit bagi manusia yang mengkonsumsinya,” tutur Fitrah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










