Mitos atau Fakta : Mengkonsumsi Daging Kambing Membuat Tensi Darah Naik Tinggi ? Ini Penjelasannya

AKURAT BANTEN – Pada setiap perayaan malam tahun baru dimanapun, identik dengan kegiatan bakar membakar. Sebagai luapan kegembiraan mengakhiri tahun 2023 dan menyambut tahun berikutnya yaitu tahun 2024.
Selain persiapan mercon yang akan dibakar, juga tidak ketinggalan membakar daging-dagingan untuk disantap bersama-sama. Biasanya diutamakan daging dari hewan laut. Tetapi tidak menutup kemungkinan agar lebih lengkap dan meriah, disiapkan pula sejumlah daging kambing.
Daging kambing merupakan salah satu bahan makanan yang populer di banyak negara, terutama di Asia dan Timur Tengah. Dalam masakan tradisional, daging kambing sering kali dijadikan bahan utama untuk hidangan yang beragam, mulai dari gulai, sate, hingga kari. Meskipun demikian, daging kambing sering dikaitkan dengan kandungan kolesterol dan lemak yang tinggi.
Dikutip dari laman NU.Online, terkait hal ini, Ahli Gizi dari Universitas Diponegoro, Fahmy Arif Tsani, menegaskan bahwa daging kambing tidak menyebabkan darah tinggi. Penderita hipertensi boleh mengkonsumsinya. “Saya kasihan dengan daging kambing, karena seringkali dikambing hitamkan.
Dituduh penyebab hipertensi dan kolesterol meningkat. Itu sebenarnya bukan sepenuhnya salah kambing,” ungkap Fahmy berseloroh. Selain itu, juga sering dikatakan jika daging kambing sebagai penyebab seseorang mengalami tekanan darah tinggi dan kolesterol yang tinggi.
- Baca Juga: 5 Ragam Kuliner Khas Kota Bitung Kelezatannya Bagai Hidangan Dimeja Istana Kerajaan
- Baca Juga: KULINER Penggoyang Lidah Khas 'PONTIANAK' Yang Bikin Jatuh Cinta
- Baca Juga: 3 Jenis Kuliner Khas Banten Yang Paling Dicari di Daftar Menu
Menurut laman resmi Kementerian Kesehatan, terdapat macam daging yang harus dipahami yaitu daging merah dan daging merah olahan. Daging merah adalah semua jenis daging berotot dari mamalia termasuk daging sapi dan kambing.
Sedangkan daging olahan adalah daging yang telah diolah melalui pengasinan, pengawetan, fermentasi, diasap, atau proses lain untuk meningkatkan rasa atau keawetannya.
Hal ini dapat kita simpulkan ada perbedaan antara daging merah dan daging olahan yaitu kandungan garam (natrium) dan nitritnya akan lebih banyak pada daging olahan dibandingkan daging merah.
Selain itu, mengkonsumsi daging olahan memiliki risiko lebih besar menyebabkan timbul tekanan darah tinggi (hipertensi) dibandingkan yang mengkonsumsi daging merah.
Hal ini sejalan dengan salah satu penyebab hipertensi, yaitu jumlah garam yang dikonsumsi memiliki pengaruh terhadap tekanan darah seseorang.
Pada kasus daging olahan ini dikarenakan tinggi tingkat garam pada daging olahan menyebabkan tingginya juga kemungkinan seseorang menjadi hipertensi. Sehingga hal yang disalahkan bukan terhadap perihal daging kambingnya, tetapi bagaimana cara memproses daging kambing.
Dalam proses pengolahan daging kambing, seringkali terdapat kebiasaan untuk menambahkan banyak garam pada daging kambing. Hal ini biasanya dilakukan untuk memberikan rasa yang lebih gurih pada daging kambing, dan juga mengurangi bau amis pada daging kambing.
Namun, penambahan garam dalam jumlah yang terlalu banyak pada daging kambing bisa memberikan dampak negatif bagi kesehatan manusia, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan.
Terdapat cara alternatif untuk mengurangi penggunaan garam yaitu dengan penggunaan bumbu-bumbu lain seperti rempah-rempah atau bawang putih dapat memberikan rasa yang lebih enak pada daging kambing tanpa harus menambahkan terlalu banyak garam. (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 7Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










