Banten

Mitos atau Fakta : Mengkonsumsi Daging Kambing Membuat Tensi Darah Naik Tinggi ? Ini Penjelasannya

Saeful Anwar | 4 Desember 2023, 09:55 WIB
Mitos atau Fakta : Mengkonsumsi Daging Kambing Membuat Tensi Darah Naik Tinggi ? Ini Penjelasannya

AKURAT BANTEN – Pada setiap perayaan malam tahun baru dimanapun, identik dengan kegiatan bakar membakar. Sebagai luapan kegembiraan mengakhiri tahun 2023 dan menyambut tahun berikutnya yaitu tahun 2024.

Selain persiapan mercon yang akan dibakar, juga tidak ketinggalan membakar daging-dagingan untuk disantap bersama-sama. Biasanya diutamakan daging dari hewan laut. Tetapi tidak menutup kemungkinan agar lebih lengkap dan meriah, disiapkan pula sejumlah daging kambing.

Daging kambing merupakan salah satu bahan makanan yang populer di banyak negara, terutama di Asia dan Timur Tengah. Dalam masakan tradisional, daging kambing sering kali dijadikan bahan utama untuk hidangan yang beragam, mulai dari gulai, sate, hingga kari. Meskipun demikian, daging kambing sering dikaitkan dengan kandungan kolesterol dan lemak yang tinggi.

Dikutip dari laman NU.Online, terkait hal ini, Ahli Gizi dari Universitas Diponegoro, Fahmy Arif Tsani, menegaskan bahwa daging kambing tidak menyebabkan darah tinggi. Penderita hipertensi boleh mengkonsumsinya. “Saya kasihan dengan daging kambing, karena seringkali dikambing hitamkan.

Dituduh penyebab hipertensi dan kolesterol meningkat. Itu sebenarnya bukan sepenuhnya salah kambing,” ungkap Fahmy berseloroh. Selain itu, juga sering dikatakan jika daging kambing sebagai penyebab seseorang mengalami tekanan darah tinggi dan kolesterol yang tinggi.

Menurut laman resmi Kementerian Kesehatan, terdapat macam daging yang harus dipahami yaitu daging merah dan daging merah olahan. Daging merah adalah semua jenis daging berotot dari mamalia termasuk daging sapi dan kambing.

Sedangkan daging olahan adalah daging yang telah diolah melalui pengasinan, pengawetan, fermentasi, diasap, atau proses lain untuk meningkatkan rasa atau keawetannya.

Hal ini dapat kita simpulkan ada perbedaan antara daging merah dan daging olahan yaitu kandungan garam (natrium) dan nitritnya akan lebih banyak pada daging olahan dibandingkan daging merah.

Selain itu, mengkonsumsi daging olahan memiliki risiko lebih besar menyebabkan timbul tekanan darah tinggi (hipertensi) dibandingkan yang mengkonsumsi daging merah.

Hal ini sejalan dengan salah satu penyebab hipertensi, yaitu jumlah garam yang dikonsumsi memiliki pengaruh terhadap tekanan darah seseorang.

Pada kasus daging olahan ini dikarenakan tinggi tingkat garam pada daging olahan menyebabkan tingginya juga kemungkinan seseorang menjadi hipertensi. Sehingga hal yang disalahkan bukan terhadap perihal daging kambingnya, tetapi bagaimana cara memproses daging kambing.

Dalam proses pengolahan daging kambing, seringkali terdapat kebiasaan untuk menambahkan banyak garam pada daging kambing. Hal ini biasanya dilakukan untuk memberikan rasa yang lebih gurih pada daging kambing, dan juga mengurangi bau amis pada daging kambing.

Namun, penambahan garam dalam jumlah yang terlalu banyak pada daging kambing bisa memberikan dampak negatif bagi kesehatan manusia, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan.

Terdapat cara alternatif untuk mengurangi penggunaan garam yaitu dengan penggunaan bumbu-bumbu lain seperti rempah-rempah atau bawang putih dapat memberikan rasa yang lebih enak pada daging kambing tanpa harus menambahkan terlalu banyak garam. (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.