Pulau Tunda, Destinasi Wisata Di Teluk Banten, Tak Perlu Ditunda Bagi Sobat Menyukai Snorkeling Dan Diving

AKURAT BANTEN – Tunda, adalah sebuah pulau kecil yang terletak di Laut Jawa, yakni di sebelah utara Teluk Banten.
Secara administratif, pulau ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Serang, Banten.
Luas Pulau Tunda adalah sekitar 300 hektare. Pada Tahun 2007, jumlah penduduk Pulau Tunda mencapai 3.000 orang.
Pulau Tunda yang tenang bisa menjadi pilihan wisata bahari yang tidak jauh dari Jakarta.
Nusa yang asri kaya pesona berupa pasir putih, aneka spesies hutan mangrove, terumbu karang, dan tumbuhan lamun ini akan menyegarkan pikiran kita.
Bagi yang ingin piknik di pulau dekat Jakarta tapi bukan di Pulau Seribu, mungkin Pulau Tunda bisa menjadi pilihan.
Pulau yang berada di Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Provinsi Banten ini menurut situs Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memiliki luas 289,79 hektar.
Pulau tersebut merupakan salah satu pulau terbesar dari 17 pulau yang ada di wilayah itu.
- Baca Juga: 3 Desa Destinasi Wisata Bima NTB, Ada Bukit Bidadari Nan Asri, Tempat Rekreasi Sambil Menikmati Keindahan Alam
- Baca Juga: Bukan Di Jepang, Nikmati Destinasi Wisata Pantai Sakura Pulau Untung Jawa, Segudang Fasilitas Yang Mempesona
- Baca Juga: Destinasi Wisata Taman Laut Halmahera Maluku Utara 56 Persen Jenis Terumbu Karang Dunia Ada Disini
Wilayah ini terdiri dari satu desa yaitu Wargasara yang terbagi dalam dua kampung yaitu Kampung Timur dan Kampung Barat.
Asal namanya berasal dari kata "penundaan", hal ini karena Pulau Tunda sering digunakan sebagai tempat transit barang-barang yang akan diangkut oleh kapal.
Desa tersebut awalnya bernama Desa Tunda sebelum diganti menjadi Wargasara yang memiliki arti hukum sara.
Cara Menuju Pulau
Untuk menuju Pulau Tunda juga tak sulit. Perjalanan darat dari Jakarta kendaraan diarahkan ke Pelabuhan Karangantu, di Kabupaten Serang, melalui tol Jakarta - Merak.
Dari Pelabuhan Karangantu selanjutnya melakukan perjalanan laut sejauh 27,8 kilometer menuju dermaga di Pulau Tunda.
Untuk menuju Pulau Tunda bisa menyewa perahu nelayan yang difungsikan sebagai transportasi wisata selain mencari ikan.
Harga sewa 1 perahu dengan kapasitas hingga 25 penumpang antara 1,5 juta - 2 juta rupiah per kapalnya untuk perjalanan pergi ke pulau.
Namun akses kapal ke Pulau Tunda paling murah dari Dermaga Karangantu adalah dengan menumpang kapal Tunda Ekspres.
Jadwal kapal ini adalah berangkat pada siang hari jam 1 siang dan berangkat dari Pulau Tunda ke Dermaga Karangantu jam 7 pagi.
Jadwal kapal berlayar hanya pada hari Senin, Rabu dan Sabtu. Lama perjalan tersebut selama 2 jam dengan ongkos tiket sekali perjalanan sebesar 50 ribu rupiah.
Cukup ekonomis untuk menikmati wisata bahari di pulau nan jauh.
Sesampainya di Pulau Tunda tidak perlu khawatir untuk mencari tempat menginap.
Penduduk sudah mulai banyak membuka homestay, beberapa diantaranya adalah bernama Flamboyan, Mangrove, Kinkit, Santigi, Bogem, Nyamplung, Tuzkia, Ketapang, Perlindungan, Waruh, Jalar 1 dan 2.
- Baca Juga: Destinasi Wisata Taman Laut Bunaken Manado, Mewakili Keindahan Surga Bawah Laut Indonesia
- Baca Juga: Destinasi Wisata Unggulan Bima NTB Dan Profil Singkat Masyarakatnya Yang Tidak Banyak Diketahui Orang
- Baca Juga: Destinasi Wisata Water World Dan World of Wonders Citra Raya, Merupakan Konsep Liburan Moderen Dengan Menggabungkan Unsur Fantasi Dan Edukasi
Bisa juga menyewa satu rumah berkapasitas 25 orang dengan biaya sewa 350 ribu rupiah per malam.
Jika ingin lebih personal, bisa memilih private cottage yang lokasinya di pinggir laut dan jauh dari perkampungan warga dan dekat laut.
Dilengkapi diesel pribadi, cottage tersebut punya tiga kamar tidur ber-AC, kipas angin, dan dapur.
Untuk urusan makanan pun tak perlu bingung, sebab sudah ada warung yang menjual makanan dengan harga relatif terjangkau, sekitar 25 ribu rupiah per porsi.
Tak rumah makan penginapan, di Pulau Tunda pun sudah tersedia toilet di mana-mana yang cukup bersih.
Pulau ini memiliki oleh-oleh khas seperti kerupuk ikan, bontot, ikan bakar, dan keripik sukun.
Spot Foto Hutan Mangrove di Senja Kala yang Epik
Kondisi Pulau Tunda yang luas dan masih sepi bisa menjadi pelarian dari aktivitas menjemukan di kota.
Di pulau ini pengunjung bisa melakukan trekking dengan menyusuri perkebunan warga, melewati semak belukar, dan berjalan di sepanjang pantai dengan pasir putihnya dan terumbu karang mati yang berserakan.
Area pepohonan kelapa yang berjajar di sepanjang pantai semakin menambah kesan berwisata di pulau tropis yang privat.
Berinteraksi di perkampungan penduduk di Desa Wargasara, yang berada di sebelah utara pelabuhan timur dan barat sambil menikmati aneka jajanan yang dijual menjadi pengalaman tersendiri.
Di sisi selatan pantai Pulau Tunda terutama bagian timur terdapat hutan mangrove.
Ini menarik untuk memperkaya wawasan tentang mangrove.
Apalagi tumbuhan ini memiliki banyak spesies beberapa yang ada di pulau tersebut adalah Bruguiera gymnorrhiza, Ceriops decandra, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Rhizophora Stylosa, Sonneratia caseolaris, dan Xylocarpus granatum.
Setelah puas mengeksplorasi, bisa dilanjutkan dengan beristirahat.
Bersantai di bawah pohon rindang setelah menjelajahi pulau atau rebahan di dalam tenda.
Tempat ini memang terbuka bagi wisatawan yang ingin berkemah sebagai cara menginap yang hemat ongkos.
Untuk melakukan snorkeling tidak perlu repot membawa alat. Beberapa penduduk atau pengelola homestay memiliki peralatan snorkel yang bisa disewa, dengan tarif 50 ribu rupiah.
Dengan peralatan ini sudah bisa menikmati keindahan terumbu karang dan biota laut lainnya seperti ikan.
Seperti diuraikan dalam beberapa penelitian, kondisi terumbu karang Pulau Tunda masih cukup terjaga dari kerusakan.
Titik terbaik untuk menikmati pemandangan bawah laut adalah di sebelah barat atau timur pulau.
Jika berlibur di Pulau Tunda sebaiknya antara Juli hingga September.
Pada waktu itu jika beruntung bisa melihat kawanan lumba-lumba.
Pemandangan epik ini menjadi bonus selama berada di perairan ini.
Gelombang yang tenang pada periode membuat wisatawan dengan nyaman menikmati pulau dan lautnya.
Bagi pecinta foto-foto, beberapa spot di pulau ini menawarkan latar epik. Foto bawah laut, hutan mangrove, dermaga, pepohonan kelapa, dan pasir putih bisa dipilih.
Titik paling menarik untuk foto adalah pohon mangrove di tengah perairan.
Pengambilan pada waktu senja di tempat ini menghasilkan foto paling epik selama berada di Pulau Tunda.
Kombinasi pohon mangrove dengan langit senja berwarna jingga dan biru ini bisa sekaligus menjadi menjadi latar foto yang dramatis.
Oleh karenanya tunggu apa lagi,jangan menunda untuk datang di Pulau Tunda.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










