Isi Kuliah Umum, Muhammad Iqbal Minta Pelajar Jangan Takut Sampaikan Gagasan di Medsos

AKURAT BANTEN - Penggiat demokrasi yang juga politikus Partai Golkar, Muhammad Iqbal memberikan kuliah umum di SMA Negeri 4 Kota Pagar Alam.
Kuliah ini dihadiri 1.000 siswa SMA Negeri 4 Kota Pagar Alam.
Kegiatan kuliah umum tersebut merupakan bagian dari kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Baca juga: Viral! Gus Iqdam Diperlakukan Tidak Menyenangkan di Imigrasi Bandara Soetta, Cek Fakta Sebenarnya
Dalam kuliah umum tersebut, Iqbal memaparkan, demokrasi selama ini dipandang oleh masyarakat luas sebagai sebuah kegiatan "memilih atau dipilih." Padahal demokrasi selalu hadir setiap hari di tengah kehidupan masyarakat.
"Saat kalian mengusulkan ide dan gagasan, berargumentasi di dalam kelas, menyampaikan pendapat dalam bentuk artikel atau opini di media massa atau ngevlog tentang suatu kejadian di media sosial, itu adalah prosesi demokrasi yang kalian sedang lakukan," kata Iqbal, Selasa (20/9/2023).
Alumni SMA Negeri 4 Pagar Alam angkatan 2007 ini menambahkan, sebagai anak muda, siswa-siswa SMA harus mengambil peran dalam demokrasi yang bernafaskan Pancasila.
"Demokrasi merupakan produk dari Barat yang kini disepakati bersama menjadi bagian dari cara warga bernegara," jelasnya.
Menurutnya, semua sila di tiap butir-butir Pancasila dapat diserap di dalam kehidupan berdemokrasi, yang artinya Pancasila dan demokrasi berada dalam satu kesatuan ideologi.
"Siswa-siswa SMA ini adalah generasi Z dan Alpha yang sangat bergantung pada teknologi. Perkembangan teknologi yang masif membuat Gen Z dan Alpha sangat terbuka (open minded) atas sebuah ide, gagasan dan perubahan," sambungnya.
Baca juga: Tekan Pengangguran, Warga Cipondoh Tangerang Dilatih Keterampilan Ngecat
Tapi, di satu sisi juga membuat mereka apatis terhadap politik, lantaran disrupsi digital yang banyak memengaruhi aspek kehidupan.
"Buta yang paling buruk adalah buta politik. Tanpa kita sadari, kita seringkali abai dan enggan berpartisipasi dalam peristiwa politik. Padahal harga lauk pauk di meja makan kita, harga obat, harga sepatu yang kita beli, tergantung pada keputusan politik," jelasnya.
Iqbal memberikan motivasi pada siswa-siswi SMA agar menjadi anak muda yang melek politik, menjadi garda agen intelektual yang baik untuk mencegah peredaran hoaks, disinformasi, misinformasi yang kerap beredar di media sosial.
"Jadilah partner diskusi bagi orangtua kita. Berikan orang tua kita pemahaman jika menemukan ada indikasi hoaks, disinformasi yang beredar di WAG atau medsos. Itu adalah tugas kita sebagai kaum intelektual," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026






