Sarah Griffin, Gadis 14 Tahun yang Kecanduan Berat Vape Hidup dengan 1 Paru Normal

HARIAN MASSA - Seorang gadis bernama Sarah Griffin (12) asal Belfast, Inggris, mengalami koma karena kecanduan rokok elektrik (e-cigarette) atau vape atau vapor.
Kasus Griffin menyita perhatian publik dunia, betapa vape sangat berbahaya.
Seperti dilansir akun X Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K) @erlinaburhan. Dikatakan, Sarah Griffin awalnya batuk-batuk.
Baca juga: Terima Rp15 Miliar, Edward Hutahaean Ditetapkan Tersangka Korupsi BTS 4G Kominfo
"Orang tuanya mengira itu asma. Meski diberi inhaler & nebuliser, batuknya tak membaik. Sarah menjadi sulit bersuara, dan hasil rontgen menunjukkan paru-parunya yang normal cuma satu. Dia koma, & semua itu karena VAPE," katanya, Sabtu (14/10/2023).
Sementara itu, dilansir dari BBC, Mary, Ibunda Sarah mengatakan, Sarah sempat koma selama 4 hari.
Dia sangat takut kehilangan anaknya. Sarah menderita asma dan merupakan seorang vaper berat, ketika dia dilarikan ke rumah sakit karena masalah pernapasan sebulan yang lalu.
Pemerintah Inggris telah mengumumkan rencana untuk membatasi pemasaran dan penjualan vape yang ditargetkan pada anak-anak.
Vape adalah perangkat yang dirancang untuk menghantarkan nikotin tanpa asam tembakau dengan cara memanaskan larutan nikotin, perasa, propilen glycol dan glycerin.
Baca juga: 5 Tanaman yang Tidak Boleh Ada di Depan Rumah karena Membawa Energi Negatif
Lebih lanjut, Mery mengatakan, seperti anak perempuan berusia 12 tahun lainnya, kamar Sarah bersih, ada meja rias penuh hiasan, botol parfum dan pelurus rambut, dengan beberapa mainan masa kecil di tempat tidur.
Namun, di sinilah Sarah juga menyembunyikan vape-nya dari ibunya. Bahkan membuat lubang di karpet agar tidak terlihat.
Sarah mulai melakukan vaping ketika dia baru berusia sembilan tahun. Ibunya mengetahui dan mencoba menghentikannya, dengan menggeledahnya ketika dia pulang, menyita teleponnya, tetapi gagal.
Pada musim panas, Sarah menghabiskan 4.000 isapan vape (vape regulasi berisi 600 isapan) hanya dalam beberapa hari.
Itu adalah hal pertama yang dia lakukan di pagi hari dan hal terakhir yang dia lakukan di malam hari, tidur dengan vape di bantalnya.
Baca juga: Suku Baduy Luar, Dianggap Kotor dan Tidak Suci! Memilih Jadi Manusia Modern
Meskipun menjual vape kepada siapa pun yang berusia di bawah 18 tahun adalah tindakan ilegal, Sarah membeli vape tanpa resep dan menjadi kecanduan nikotin.
Penyakit asma yang diderita Sarah dan fakta, bahwa dia tidak pandai menggunakan inhaler pencegahannya hingga membuatnya berisiko mengalami komplikasi.
Pada awal September, dia juga mengalami sakit kepala dingin, dan ketika digabungkan dengan vapingnya, semuanya menjadi apa yang dokter Sarah gambarkan sebagai "badai yang sempurna".
Sarah menjadi tidak sehat dan dibawa ke rumah sakit, di mana hasil rontgen paru-parunya menunjukkan hanya satu paru yang berfungsi dengan baik, dan dia tidak memberikan respons terhadap pengobatan.
Dalam beberapa jam dia berada dalam perawatan intensif, dan tak lama setelah itu dia mengalami koma, dengan harapan kondisinya akan stabil. Bagi Mary, itu adalah saat-saat putus asa.
"Sama sekali tidak ada kata-kata untuk menggambarkan kapan Anda berpikir anak Anda akan mati," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026





