Cak Imin Menilai Ada Indikasi Jadwal Dan Tempat Kampanye Anies Mulai di Hambat di beberapa Tempat

AKURAT BANTEN - Sebelumnya, Cak Imim membongkar adanya beberapa lapangan terbuka di Tuban tidak mengizinkan Anies melakukan pendaratan ketika ingin melakukan kampanye.
“Saya dengar karena pendaratan Mas Anies di Tuban butuh lapangan, kita pinjam lapangan kepada Semen Indonesia enggak berani ngizinin. Kita pinjam halaman Polsek, Polres engga diizinin," kata Cak Imin saat ditemui di Kampung Nelayan, Selasa (2/1/2024).
Akan tetapi, Cak Imin tidak menjelaskan terperinci mengenai peristiwa tersebut. Dirinya hanya menyoroti situasi tersebut yang mestinya tidak perlu terjadi.
Dirinya melihat bahwa semua fasilitas negara mestinya terbuka bagi warga negara, khususnya dalam hal ini memperlancar kegiatan kampanye.
"Ini harusnya semua fasilitas-fasilitas milik negara terbuka untuk sekadar pendaratan. Sehingga proses kampanye berjalan sukses. Kalau enggak bisa mendarat jauh letaknya ya akhirnya suksesnya kampanye terganggu," ujarnya.
- Baca Juga: Almarhum Rizal Ramli Sempat Ikut Demo Bela Buruh Dan Pengkritik Pedas Pemerintah Jokowi
- Baca Juga: Tabrakan Pesawat A350-900 dan Coastal Guard di Jepang, 6 Tewas Terbakar
- Baca Juga: Arya Wedakarna Memberikan Klarifikasi Dan Minta Maaf Kepada Pengguna Hijab
Calon Wakil Presiden (Cawapres) koalisi perubahan, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin juga menilai adanya upaya menghambat gerakan kampanye Anies Baswedan di Sumatra Barat ketika berpindahnya venue agenda Desak Anies di Sumbar.
Awalnya, agenda Desak Anies tersebut direncanakan digelar di Istana Basa Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar namun dipindah ke Lapangan Cindua Mato.
"Ya memang terindikasi ada ya upaya-upaya untuk menghambat," kata Cak Imin di kawasan Jakarta Utara, Selasa (2/1/2024) malam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







