Banten

Ketua KPU Jadi Bahan Olokan di Medsos X Setelah DKPP Beri Sanksi Peringatan Keras

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 6 Februari 2024, 20:05 WIB
Ketua KPU Jadi Bahan Olokan di Medsos X Setelah DKPP Beri Sanksi Peringatan Keras

AKURAT BANTEN - Netizen media sosial X ramai membahas topik Hasyim Asy'ari atas jabatannya sebagai Ketua KPU.

Pembahasan topik panas ini, ketika Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mengumumkan pemberian sanksi peringatan keras kepada Ketua KPU Hasyim Asy'ari dan enam anggotanya pada Senin (5/2) kemarin.

DKPP memberikan sanksi lantaran KPU menerima pendaftaran Gibran Rakabuming Raka menjadi calon wakil presiden (cawapres) mendampingin calon presiden (capres) Prabowo Subianto di Pilpres 2024.

Atas kejadian tersebut netizen memberikan beragam komentar, seperti:

Eva Sri Diana Chaniago
@DrEvaChaniago
ketua MK nya dah dipecat karena terbukti melakukan pelanggaran etik berat, demi meloloskan Gibran jadi cawapres

Dan sekarang ketua KPU nya juga sudah diputuskan melanggar etik, krn menerima pendaftaran Gibran jadi cawapres

Artinya Gibran ini TIDAK SAH jadi Cawapres

==> UU nya tidak sah ( Hasil pelanggaran etik berat)

==> Pendaftaran nya tidak sah ( Hasil pelanggaran etik )

Demi seorang Gibran, 2 Lembaga Negara Besar, sekelas MK & KPU, sudah kehilangan marwahnya, kehilangan kepercayaan dari Rakyat

Bahkan Pak Jokowi sebagai Presiden pun sampai turun gelanggang

Jadi, Apakah Gibran tetap dibiarkan melenggang ??

Apakah negara ini masih ada orang cerdasnya ??

Semoga Allah beri kemenangan bagi AMIN..agar Wakanda segera berlalu

MasBRO ????????
@MasBRO_back
".. Maju anakku, maju mantuku, maju iparku, maju besanku... Lancar kan KKN nya...?" Kata nenek warga negara wakanda
@ajengcute16__

CapekLIHAT CaraJAHAT
Diskualifikasi !
Setelah Ketua MK, Kini Ketua KPU

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.