Banten

Erick Thohir: Makan Siang Gratis Beda Konteks Dengan Subsidi Energi, Saat Ini Rp540 Triliun Sudah Tepat Sasaran

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 19 Februari 2024, 11:29 WIB
Erick Thohir: Makan Siang Gratis Beda Konteks Dengan Subsidi Energi, Saat Ini Rp540 Triliun Sudah Tepat Sasaran

AKURAT BANTEN - Pasangan calon (Paslon) nomor urut 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka akan memangkas subsidi energi demi janji kampanye program makan siang gratis pada Pemilu 2024, hingga Menteri BUMN Erick Thohir merespons tentang isu tersebut.

Saat ini subsidi energi yang dilakukan oleh pemerintah di alokasikan untuk bahan bakar minyak (BBM), LPG, dan listrik.

"Saya belum dengar (rencana pemangkasan subsidi energi untuk makan siang gratis). Yang pasti Indonesia sudah beri subsidi energi sampai Rp540 triliun, di mana penggunaannya itu harus tepat sasaran," ucap Erick, dikutip dari detikcom, Minggu (18/2).

Dikutip dari CNN Indonesia, Erick menegaskan program makan siang gratis yang diusung Prabowo-Gibran beda konteks dengan subsidi energi, program tersebut bisa dicari dari berbagai sumber.

"Alokasi dananya kan itu bisa dicari dari berbagai efisiensi, seperti apa efisiensi ya nanti, saya tidak berhak bicara itu karena saya ini masih bekerja dan melayani pemerintahan di bawah Pak Jokowi." katanya.

"Tapi, saya pastikan pembicaraan itu masih dalam pembicaraan, bukan menjadi sebuah keputusan," tegasnya.

Erick juga menyoroti penelitian yang menyebut usia penduduk Indonesia merupakan salah satu yang terpendek di dunia. Oleh karena itu, ia menegaskan penting memikirkan asupan gizi anak sedari dini.

"Artinya apa, harus ada perubahan asupan protein dan vitamin sejak dini. Karena apa, pembangunan ekonomi ke depan berdasarkan knowledge based economy" lanjutnya.

"bahwa kepintaran manusianya menciptakan pertumbuhan ekonomi baru, tidak bisa hanya sumber daya alam saja. Nah, ini yang sedang didorong pemerintahan Pak Prabowo dan Mas Gibran," ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.