Banten

Badai Tornado Terpa Wilayah Rancaekek Bandung, Peneliti BRIN Lakukan Investigasi

Mitha Theana | 21 Februari 2024, 21:14 WIB
Badai Tornado Terpa Wilayah Rancaekek Bandung, Peneliti BRIN Lakukan Investigasi

AKURAT BANTEN - Badai Tornado menerpa wilayah Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ini merupakan kejadian pertama kali badai tornado menerjang wilayah ini. 

Peneliti BRIN Dr. Erma Yulihastin mengatakan, pihaknya akan melakukan rekonstruksi dan investigasi badai tornado di Rancaekek. 

"Kami tim periset dari BRIN secepatnya akan melakukan rekonstruksi dan investigasi tornado Rancaekek pada hari ini," katanya, dikutip dari akun X miliknya @EYulihastin, Rabu (21/2/2024). 

Baca Juga: Kritik Hasan Tiro Terhadap Demokrasi Indonesia: Demokrasi Primitif

Sementara itu, BMKG Bandung mengatakan, badai tornado itu memiliki daya rusak yang cukup tinggi, mulai dari merusak bangunan, pohon tumbang, truk terguling dan sepeda motor terjatuh.

Bahkan, sejumlah warga dikabarkan terluka akibat badai tornado ini.  

Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu mengatakan, badai tornado itu terjadi akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut. 

Hanya saja, dia tidak sepakat menyebut angin tersebut sebagai badai tornado. Pihak BMKG telah suka menyebut bencana itu sebagai fenomena puting beliung. 

"Fenomena puting beliung terjadi akibat dampak ikutan pertumbuhan awan cumulonimbus dan berlanjut hujan lebat disertai angin kencang dengan durasi singkat dan skala lokal," katanya. 

Baca Juga: Sri Mulyani: Agar Indonesia Tidak Berpotensi Rugi Rp544 Triliun Per-Tahun, Perlu Peran Masyarakat Mengatasi Perubahan Iklim

Dijelaskan, suhu muka laut di sekitar wilayah Indonesia relatif hangat mendukung penambahan suplai uap air ke wilayah Jawa Barat dan sekitarnya. Hal ini selaras dengan kelembapan udara di lapisan 850-500 mb yang relatif basah yakni antara 45-95 persen. 

"Terpantau adanya sirkulasi siklonik di Samudera Hindia barat Pulau Sumatera yang mengakibatkan terbentuknya area netral poin dengan area pertemuan dan perlambatan angin (konvergensi) serta belokan angin (shearline) berada di sekitar wilayah Jawa Barat," jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Yuli Irnawati mengatakan, sejumlah warga dilaporkan terluka dalam peristiwa itu.

"Tim masih melakukan pendataan di lapangan, ada yang sudah di rumah sakit sekitar," pungkasnya. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.