Indonesia Berduka! Kehilangan Putra Terbaiknya, Hamzah Haz Sosok Wartawan, Guru, Menteri Hingga Wakil Presiden, Meninggal Dunia Pada Usia 84 Tahun

AKURAT BANTEN - Mantan Wakil Presiden (Wapres) Hamzah Haz sekaligus ketua umum partai persatuan pembangunan (PPP) dikabarkan meninggal dunia pada usia 84 tahun.
Kabar duka tersebut diakui oleh Politikus PPP Achmad Baidowi dengan mengucapkan “Innalillahi wainna ilaihi roji’uuun, telah wafat DR. KH. Hamzah Haz pada jam 09.30 di Klinik Tegalan,” tutur Baidowi dikutip Akurat Banten pada, Rabu (24/7/2024).
Selanjutnya Ia mengatakan, saat ini Almarhum sedang diproses dimandikan untuk kemudian disalatkan di masjid milik Hamzah Haz, Jalan Nenas, Bogor, Jawa Barat.
Baca Juga: Berikut Jadwal dan Cabang Lomba MTQ Ke 21 Provinsi Banten, Diselenggarakan Pada 23-27 Juli 2024
“Semoga Almarhum diampuni segala dosanya, diberikan Syafaat dari Rasulullah SAW dan pantas masuk SyurgaNya. Kepada anak dan cucu Beliau beserta keluarga besar Bapak Hamzah Haz diberikan kesabaran dan keteguhan iman. Amiiiin ya Rabb,” tuturnya.
Sementara Sekjen PPP Arwani Thomafi, membenarkan bahwa Almarhum meninggal pada pukul 09.30 Wib dikediamannya dan akan dimakamkan dikomplek pemakaman keluarga Cisarua Bogor.
"Benar, telah wafat Bapak Dr Hamzah Haz, pagi ini jam 09.30 di kediaman Tegalan, Jenazah akan dimakamkan di komplek pemakaman keluarga di Cisarua Bogor siang nanti setelah solat zuhur," katanya Rabu (24/7).
Baca Juga: Aliansi LSM Lebak Kirim Surat Audensi Ke ATR / BPN,Terbitnya Sertifikat Lahan TNGHS
Diketahui, Hamzah Haz Lahir di Ketapang, Kalimantan Barat, pada 15 Februari 1940 pernah menjabat sebagai wakil presiden ketika mendampingi Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri periode 2001 hingga 2004.
Almarhum menjalani karirnya sejak muda dengan aktif diberbagai organisasi kepemudaan, sebagai guru pada 1960, menjadi wartawan hingga pemimpin umum surat kabar di Pontianak.
Kemudian pada masa kepemimpinan Presiden BJ Habibie menjabat sebagai Menteri Investasi, selanjutnya Wakil Ketua DPR RI serta Menko Kesra era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










