Saat Prabowo jadi Presiden, Jokowi Pengen Rutin ke IKN , Adi Prayitno: Cukup sudah Jokowi!

AKURAT BANTEN - Prabowo Subianto sebagai presiden terpilih akan dilantik pada, 20 Oktober 2024 nanti, namun Presiden Joko Widodo (Jokowi) ungkapkan jika dirinya akan rutin mengunjungi Ibu Kota Nusantara (IKN) setelah purna tugas.
Pertanyaannya adalah relevansinya dan kapasitas Jokowi atas keinginannya untuk rutin mengunjungi IKN setelah turun tahta?
Apakah sosok Prabowo dianggap tidak memiliki kemampuan sebagaimana dirinya memimpin?
Atau dengan alasan hanya berwisata, mengunjungi anaknya Gibran Rakabuming Raka?
Baca Juga: Blusukan di Cipondoh, Faldo-Fadhlin Diajak Mampir Kondangan ke Pernikahan Warga
Mungkin akan lebih bijak jika dirinya tidak lagi membayang-bayangi kebijakan pemerintahan yang baru, walaupun ada anaknya Gibran Rakabuming Raka yang menjadi wakil presiden.
Bila tidak ingin dianggap ikut campur urusan pembangunan IKN, tentunya akan lebih elok jika kebijakan bagi keberlanjutan pembangunannya diserahkan kepada Prabowo Subianto sebagai presiden terpilih.
Seperti diketahui, IKN merupakan proyek mercusuar dan syahwat politik Jokowi, kemudian menjadi polemik belakangan ini, secara sepihak Jokowi menyatakan kalau ide pembangunan IKN merupakan keinginan rakyat Indonesia.
Baca Juga: Mitos atau Fakta: Anak Indigo Memiliki Firasat Yang Kuat
Pernyataan tersebut dinilai blunder baru Jokowi, dan kini harus berhadapan dengan ratusan juta rakyat negeri ini, yang mempertanyakan kebenaran ucapannya.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menyebut Jokowi sudah kehilangan relevansinya seiring Prabowo berkuasa. Pasalnya, Jokowi sudah bukan pejabat negara.
"Problemnya kan Jokowi ke IKN dalam kapasitas sebagai apa kalau sudah tidak lagi jadi presiden?" ujarnya pada, Sabtu (12/10/2024) dikutip Akurat Banten.
Pakar dan analis politik Indonesia ini menilai, Jokowi mungkin dapat beralasan bahwa putra sulungnya, Gibran Rakabuming, adalah wakil presiden terpilih yang boleh jadi akan berkantor di IKN kelak.
"Tapi kalau sekadar berkunjung, bermain, lihat-lihat IKN, tentu tidak ada signifikansinya," jelasnya.
Selanjutnya, Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menyatakan, kalau benar Jokowi akan rutin mengunjungi IKN setelah turun tahta, justru dinilai Ia mendesak pemerintahan baru tak mengabaikan proyek mercusuar itu.
"Cukup sudah Jokowi ini tidak lagi jadi presiden dan urusan IKN itu urusan ke Prabowo Subianto. Toh Prabowo berjanji akan melanjutkan semua hal yang sudah dilakukan oleh Jokowi," tuturnya.
"Jangan ada kesan bahwa dengan begini Jokowi kelihatan khawatir tidak akan diprioritaskan di kemudian hari," tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







