Banten

Kok Bisa Ifan Seventeen Jadi Dirut PFN? Ternyata Pernah Sekolah di UGM Jurusan Ini

Andi Syafriadi | 12 Maret 2025, 10:04 WIB
Kok Bisa Ifan Seventeen Jadi Dirut PFN? Ternyata Pernah Sekolah di UGM Jurusan Ini

AKURAT BANTEN - Kabar mengejutkan datang dari industri perfilman Indonesia.

Vokalis grup band Seventeen, Riefian Fajarsyah atau yang lebih dikenal dengan Ifan Seventeen, dikabarkan telah ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN).

Baca Juga: Skandal Korupsi Minyak Mentah Rugikan Negara Hingga Rp193 Triliun, Dirut Pertamina Jadi Tersangka

Kabar ini mencuat setelah munculnya karangan bunga ucapan selamat di depan kantor PFN yang berlokasi di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur.

Penunjukan Ifan sebagai pemimpin perusahaan film milik negara ini tentu mengundang banyak reaksi dan pertanyaan.

Pasalnya, Ifan lebih dikenal sebagai musisi dibandingkan sebagai sosok yang berkecimpung di dunia perfilman. Lantas, apa yang melatarbelakangi keputusan ini?

PT Produksi Film Negara (PFN) merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang perfilman.

Perusahaan ini memiliki sejarah panjang dalam industri film Indonesia dan didirikan pada tahun 1949 dengan tujuan mendukung produksi film nasional, terutama yang bersifat edukatif dan informatif.

PFN berperan dalam memproduksi berbagai film dokumenter, iklan layanan masyarakat, serta film-film yang mendukung program pemerintah.

Seiring perkembangan zaman, PFN juga beradaptasi dengan industri digital dan mulai fokus pada pengembangan konten kreatif serta layanan produksi berbasis teknologi.

Dengan posisi strategis seperti ini, pemilihan direktur utama tentu menjadi hal yang penting.

Oleh karena itu, pengangkatan Ifan Seventeen sebagai pucuk pimpinan perusahaan ini menjadi perbincangan hangat.

Profil Ifan Seventeen dari Musisi ke Dunia Perfilman

Riefian Fajarsyah lahir di Yogyakarta pada 16 Maret 1983.

Ia menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada dari tahun 2001 hingga 2005.

Baca Juga: Buntut Hasil Audit BPK, Dirut RSUD Adjidarmo Salahkan APH

Kariernya di dunia hiburan dimulai ketika ia bergabung dengan grup band Seventeen pada tahun 2006 setelah lolos audisi sebagai vokalis utama.

Bersama Seventeen, Ifan meraih kesuksesan besar melalui album-album seperti Lelaki Hebat (2008) dan Dunia yang Indah (2011).

Baca Juga: Manajemen RSUD Adjidarmo Banyak Dikeluhkan Sejak Dipimpin Dirut Budi

Seventeen menjadi salah satu band pop rock paling populer di Indonesia dengan lagu-lagu hits seperti Jaga Selalu Hatimu dan Menemukanmu.

Namun, tragedi tsunami Banten pada Desember 2018 mengubah hidup Ifan secara drastis.

Dalam bencana tersebut, ia kehilangan seluruh rekan bandnya serta istri tercintanya, Dylan Sahara.

Meski terpukul, Ifan tetap melanjutkan perjalanan hidupnya di industri musik dengan merilis album solo berjudul Masih Harus Disini pada tahun 2022.

Di luar musik, Ifan juga sempat terlibat dalam dunia perfilman.

Ia berpartisipasi dalam proyek film Sukep: The Movie, yang memperlihatkan sisi lain dari bakatnya sebagai seorang entertainer.

Namun, pengalaman di bidang film ini masih tergolong minim dibandingkan dengan para profesional yang sudah lama berkecimpung di industri tersebut.

Penunjukan Ifan sebagai Direktur Utama PFN menimbulkan berbagai spekulasi dan pertanyaan dari masyarakat.

Banyak yang mempertanyakan latar belakangnya yang lebih dominan di dunia musik, bukan perfilman.

Beberapa pihak menilai bahwa keputusan ini harus dijelaskan secara lebih rinci oleh pihak berwenang.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah atau Kementerian BUMN mengenai alasan spesifik di balik pemilihan Ifan untuk jabatan tersebut.

Baca Juga: Lagi, Kejagung Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Timah, Salah Satunya Dirut PT Timah Tbk

Beberapa dugaan menyebutkan bahwa penunjukan ini mungkin berkaitan dengan strategi untuk menarik perhatian generasi muda dan meningkatkan popularitas PFN melalui figur publik yang sudah memiliki basis penggemar besar.

Namun, ada juga yang melihat sisi positif dari pengangkatan Ifan.

Baca Juga: Korupsi Penambangan Timah Ilegal, Kejagung Tetapkan Dirut PT RBT dan Anak Buahnya Sebagai Tersangka

Sebagai figur publik yang sudah berpengalaman di industri hiburan, Ifan dianggap mampu membawa perspektif baru ke dalam PFN.

Di era digital seperti sekarang, strategi promosi dan distribusi konten perfilman semakin berkembang, dan seorang musisi dengan pengalaman luas di industri hiburan dapat memberikan sudut pandang segar dalam strategi perusahaan.

Mengemban posisi sebagai Direktur Utama di sebuah perusahaan film milik negara tentu bukan tugas yang mudah.

 

Pengangkatan Ifan Seventeen sebagai Direktur Utama PT Produksi Film Negara memang mengejutkan banyak pihak.

Dengan latar belakang yang lebih dominan di dunia musik, banyak yang mempertanyakan apakah ia mampu menjalankan tugasnya di industri perfilman.

Namun, di sisi lain, kehadiran Ifan bisa menjadi angin segar bagi PFN, terutama dalam upaya menarik perhatian generasi muda dan membawa inovasi di era digital.

Tantangan besar tentu ada, dan hanya waktu yang bisa menjawab apakah Ifan mampu membuktikan dirinya sebagai pemimpin yang tepat untuk PFN.

Masyarakat kini menunggu langkah pertama Ifan dalam menjalankan perannya di PFN.

Baca Juga: Lagi, Kejagung Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Timah, Salah Satunya Dirut PT Timah Tbk

Keputusan strategis yang akan ia ambil dalam beberapa bulan ke depan akan menjadi penentu apakah penunjukannya sebagai Direktur Utama merupakan langkah yang tepat atau tidak.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.