Disorot Usai Dirut PFN Ifan Seventeen Telat Ngantor, Erick Thohir Bela Bawahan dengan Ucap Ini

AKURAT BANTEN - Pelantikan Riefian Fajarsyah atau yang lebih dikenal sebagai Ifan Seventeen sebagai Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN) menjadi sorotan publik.
Berbagai komentar muncul terkait penunjukan vokalis band Seventeen tersebut untuk menduduki posisi strategis di perusahaan film milik negara.
Baca Juga: Sidak DPR Sambangi Kantor Produksi Film Negara, Ifan Seventeen Telat 40 Menit
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, akhirnya angkat bicara mengenai keputusan ini.
Erick Thohir menegaskan bahwa pemilihan Ifan Seventeen sebagai Dirut PFN tidak dilakukan secara mendadak.
Menurutnya, Ifan mengikuti proses seleksi oleh Tim Penilai Akhir (TPA) bersama dengan beberapa kandidat lainnya.
"Ada beberapa nama yang diusulkan dalam proses seleksi. Ini pilihan yang telah dipertimbangkan dari berbagai perspektif dan akhirnya diberi kesempatan," ujar Erick Thohir saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, pada Jumat (14/3/2025).
Namun, Erick tidak mengungkapkan siapa saja kandidat lain yang turut bersaing dalam seleksi tersebut.
Ia menegaskan bahwa seluruh proses telah dijalankan dengan transparan dan profesional.
"Saya tidak pernah mengatakan bahwa proses TPA itu tidak ada. Semua pasti melalui tahapan seleksi," tambahnya.
Menanggapi berbagai komentar yang mempertanyakan kelayakannya, Ifan Seventeen akhirnya buka suara.
Baca Juga: Besaran Gaji Ifan Seventeen Disorot Setelah Dilantik Jadi Dirut PT PFN
Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa pengangkatannya sebagai Dirut PFN bukanlah suatu kebetulan.
Ifan mengungkapkan bahwa dirinya telah berkecimpung di dunia perfilman sejak 2019 melalui production house (PH) yang ia dirikan.
"Banyak publik yang belum tahu bahwa sejak tahun 2019, saya sudah memiliki PH sendiri. Jadi, ini bukan sesuatu yang tiba-tiba," ujar Ifan saat memberikan keterangan di Gedung PFN, Jakarta Timur, pada Jumat (14/3/2025).
Selain itu, Ifan juga memaparkan sejumlah karya yang telah ia produksi di bidang perfilman.
Baca Juga: Gonjang-ganjing Pengangkatan Ifan Seventeen Dirut PFN, Fedi Nuril Geram Ungkit Janji Prabowo
Ia pernah menjadi executive producer untuk film "Kemarin" yang dirilis pada 2020.
Film ini merupakan dokumenter drama yang mengisahkan tragedi tsunami Banten yang merenggut nyawa tiga anggota band Seventeen, kru, serta istrinya.
Pada 2021, Ifan juga terlibat dalam produksi film yang tayang di layanan media over-the-top (OTT) milik pemerintah.
"Di tahun 2021, saya pernah menjadi executive producer untuk salah satu film yang paling laku di platform OTT pemerintah hingga saat ini," jelasnya.
Ifan mengakui bahwa keraguan publik terhadap dirinya adalah hal yang wajar.
"Netizen tahunya saya hanya sebagai penyanyi. Itu yang menjadi masalah, yaitu ketidaktahuan mereka tentang pengalaman saya di industri film," tambahnya.
Selain di balik layar, Ifan juga pernah berakting dalam beberapa film, seperti "Sukep: The Movie" (2019), "Kemarin" (2020), dan "Melukis Harapan di Langit India" (2024). Ia juga pernah membintangi serial "Satu Hati Dua Janji" pada 2021.
Di hari yang sama, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad bersama jajaran Komisi VI DPR melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor PFN.
Baca Juga: Ifan Seventeen Jadi Dirut PFN: Simak Perjalanannya dari Panggung Musik ke Kursi Pimpinan!
Rombongan tiba sekitar pukul 09.00 WIB, namun sempat menunggu sekitar 40 menit karena keterlambatan Ifan Seventeen.
Setelah Ifan tiba, para anggota DPR meninjau kondisi gedung PFN yang dinilai sudah tidak terawat.
Dasco menyatakan bahwa sidak ini bertujuan untuk memahami dinamika yang terjadi di PFN.
"Kami ingin melihat langsung situasi di PFN. Setelah melihat kondisinya, kami berpikiran bahwa perusahaan ini memang perlu didukung agar menjadi pusat konten negara yang lebih maju," ungkapnya.
Pelantikan Ifan Seventeen sebagai Dirut PFN masih menjadi perbincangan hangat.
Baca Juga: Kok Bisa Ifan Seventeen Jadi Dirut PFN? Ternyata Pernah Sekolah di UGM Jurusan Ini
Seiring berjalannya waktu, publik akan menantikan bagaimana kiprah Ifan dalam memimpin PFN dan mengembangkan industri perfilman nasional.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








