Banten

3 Jalur Pendaftaran SPMB Kota Bekasi, Wali Murid Calon Peserta Didik Diminta Waspada Hal Ini

Andi Syafriadi | 23 Juni 2025, 10:26 WIB
3 Jalur Pendaftaran SPMB Kota Bekasi, Wali Murid Calon Peserta Didik Diminta Waspada Hal Ini

AKURAT BANTEN - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi kembali memberi imbauan penting bagi orang tua calon peserta didik sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) agar mencermati setiap jalur pendaftaran dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026.

Menurut Disdik, pemahaman mendalam terhadap jalur yang tersedia bukan hanya memudahkan proses, tetapi juga membantu menghindari kekeliruan yang bisa berakibat fatal bagi calon siswa.

Baca Juga: Komisi V DPRD Banten Kritik Dindikbud: Sosialisasi Juknis SPMB Terlambat, Buka Celah Jual Beli Kursi

Disdik menegaskan, jalur pendaftaran SPMB 2025 diklasifikasi dalam beberapa kategori utama seperti jalur domisili (zonasi), afirmasi, prestasi, dan mutasi.

Bagi jenjang SMP, komposisi kuota zonasi ditetapkan sebesar 43%, afirmasi menempati 25%, prestasi juga 25%, dan mutasi 5% – sementara kuota jalur luar domisili adalah 2%.

Untuk tingkat SD, perubahannya tidak terlalu signifikan, kecuali kuota mutasi yang berkurang menjadi 2%.

Tahap prapendaftaran dibuka sejak 13 Mei hingga 13 Juni 2025, dengan evaluasi awal menunjukkan lebih dari 21 ribu dokumen telah diunggah oleh orang tua dan calon siswa.

Namun, Disdik mengingatkan agar orang tua tidak puas hanya setelah mengunggah dokumen.

Mereka diminta aktif memantau status akun dan kelengkapan berkas melalui sistem SPMB, sebab masih ada ribuan akun yang belum dikonfirmasi hingga akhir masa prapendaftaran tahun sebelumnya.

Selain itu, Disdik Kota Bekasi juga memastikan bahwa sistem pendaftaran telah sepenuhnya daring, tanpa jalur manual.

Langkah ini sekaligus mengoptimalkan akurasi data, mempercepat proses verifikasi, dan meminimalisir praktik yang tidak diinginkan seperti calo atau pungli.

Baca Juga: 10 Hari Lagi SPMB 2025 Kota Cilegon Jenjang SMP Ditutup! Ketahui Hal Penting Ini Daripada Tidak Dapat Sekolahan

Namun, sistem daring ini tidak luput dari tantangan. Pada 14 Juni 2025, server pendaftaran mengalami gangguan akibat lonjakan trafik pendaftar, mengakibatkan situs berjalan lambat.

Menanggapi hal itu, Disdik memastikan pihak teknis telah meningkatkan kapasitas server dan mengoptimalkan performa sistem untuk tahapan berikutnya.

Lebih lanjut, data per 23 Juni 2025 mencatat total pendaftar mencapai 45.092 orang.

Seleksi kemudian akan dibagi menjadi dua tahap: tahap pertama (jalur pilihan awal) dan berikutnya tahap MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) yang akan digelar mulai 14 Juli 2025.

Baca Juga: SPMB 2025 Tangerang Siap Digelar, Pemkot Tingkatkan Aplikasi dan Server Demi Pelayanan Maksimal

Rangkuman Tahapan SPMB Kota Bekasi 2025

Prapendaftaran (13 Mei–13 Juni): akun dibuat, dokumen diunggah.

Tahap 1 (23–25 Juni): pemilihan jalur dan sekolah berlangsung.

MPLS (14 Juli): seleksi tahap akhir. Keseluruhan proses berlangsung tanpa kendala, sesuai instruksi Wali Kota Bekasi.

Tips Penting dari Disdik

1. Pahami jalur secara detail – agar peluang diterima semakin besar.

2. Pantau secara aktif – status akun dan dokumen perlu dicek berkala.

3. Persiapkan cadangan pilihan – bila jalur atau sekolah tertentu penuh, alihkan ke opsi lain.

4. Gunakan jalur yang sesuai kondisi keluarga – misal jalur mutasi, zonasi, atau afirmasi.

Baca Juga: Disdik Kota Tangerang Buka Layanan Pengaduan SPMB, Antisipasi Praktik Pungli Hingga Titipan

Dengan persiapan matang, pemahaman mekanisme, dan pantauan berkelanjutan, Disdik yakin proses SPMB 2025 akan berjalan lancar dan adil.

Disdik juga menyatakan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan layanan agar seluruh orang tua merasa yakin dan aman mengikuti proses.

Secara keseluruhan, seleksi PPDB daring kota Bekasi memperlihatkan kemajuan dari sisi integrasi sistem dan transparansi.

Namun, keberhasilan teknis tidak terlepas dari peran penting orang tua dan kelancaran akses internet.

Membangun sinergi antara pemerintah, sekolah, dan orang tua menjadi kunci utama memastikan generasi baru menerima pendidikan sesuai potensi dan hak mereka.

***

 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.