Banten

Arti Joget Pacu Jalur yang Viral Ternyata Punya Makna Mendalam, Bukan Cuma Konten!

Andi Syafriadi | 14 Juli 2025, 05:37 WIB
Arti Joget Pacu Jalur yang Viral Ternyata Punya Makna Mendalam, Bukan Cuma Konten!

AKURAT BANTEN - Kepopuleran tarian anak Pacu Jalur dalam tren “Aura Farming” di media sosial belum menunjukkan tanda-tanda meredup.

Aksi bocah kecil bersetelan teluk belanga, tanjak, dan kacamata hitam yang berjoget lincah di haluan perahu itu kini mendunia.

Baca Juga: Pantas Dapat Beasiswa dari Kemendikbud! Ternyata Dhika 'Aura Farming' yang Joget di Atas Sampan Bukan Anak Kecil Seperti Lainnya

Tak hanya publik figur Indonesia seperti Luna Maya yang menirukannya, namun juga sosok internasional seperti DJ Steve Aoki, pesepak bola Ole Romeny, hingga pembalap Toprak Razgatlioglu turut larut dalam euforia gerakan sederhana ini.

Puncaknya, Letkol (Inf) Eka Wira Dharmawan alias King Sparko memimpin langsung joget Aura Farming bersama prajurit TNI dan tentara Prancis di Champs-Elysees, Paris, pada Jumat (11/7/2025), saat latihan parade menjelang Bastille Day.

Aksi tersebut sontak viral dan kembali mengangkat budaya Pacu Jalur ke panggung dunia.

Namun, siapa sangka bahwa joget anak Pacu Jalur yang viral ini bukan sekadar hiburan semata.

Di balik gerakan tangan yang menggulung, mengayun, dan menunjuk ke arah tertentu, tersimpan filosofi budaya yang dalam.

Gerakan tersebut menggambarkan semangat dan nilai-nilai dalam tradisi Pacu Jalur, sebuah perlombaan perahu tradisional khas Kuantan Singingi, Riau.

Anak kecil yang berjoget di ujung perahu disebut sebagai Togak Luan, dan tugasnya bukan hanya menari, tetapi menjaga keseimbangan serta menjadi simbol posisi jalur saat berpacu.

Gerakan tangan yang melambai ke sungai, misalnya, mencerminkan penghormatan kepada Batang Kuantan sungai yang dianggap sumber kehidupan masyarakat sekitar.

Baca Juga: Arena Kuda Pacu Bertaraf Internasional Dibangun di Pulomas, Nilainya Capai Rp1,7 Triliun

Gerakan lainnya, seperti tangan terbuka ke atas, menggambarkan rasa syukur atas keselamatan dan hasil panen yang melimpah.

Menurut Mahviyen Trikon Putra, tokoh budaya Pacu Jalur, tarian tersebut dilakukan secara spontan, mengikuti naluri sang anak.

“Togak Luan itu bukan hanya joget-joget lucu. Kalau dia menari artinya jalurnya unggul. Tapi kalau kalah, dia akan duduk,” ujarnya.

Menariknya, saat perlombaan berlangsung, Togak Luan juga bisa melompat ke sungai demi mengurangi beban jalur.

Baca Juga: Festival Pacu Jalur Tradisi Riau, Bagian Menarik Wisatawan pada Karisma Event Nusantara 2023, Kok Bisa?

Aksi reflektif ini menambah warna tersendiri dari tradisi yang telah ada sejak abad ke-17 tersebut.

Tarian anak Pacu Jalur juga selalu diiringi musik tradisional seperti gendang, gong, dan serunai, yang memperkuat semangat dan ekspresi budaya masyarakat Melayu Riau.

Musik bukan hanya pengiring, tapi menjadi nyawa dari seluruh gerakan, mencerminkan semangat kolektif dan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.

Tren joget Aura Farming yang viral di TikTok ini kini menjadi pintu masuk baru untuk memperkenalkan budaya Pacu Jalur ke generasi muda dan dunia internasional.

Tidak sekadar ikut tren, tapi juga membuka ruang diskusi tentang nilai-nilai budaya lokal yang layak untuk terus dijaga dan diwariskan.

***

 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.