Keaslian Ijazah Jokowi Belum Terbukti Kini Malah Seret Nama Presiden Prabowo, Rismon Sianipar Ucap Hal Mengejutkan Ini

AKURAT BANTEN – Polemik dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo kembali memanas.
Kali ini, penuding ijazah palsu Jokowi, Rismon Sianipar, melaporkan Bareskrim Polri ke Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) pada Kamis (7/8/2025).
Baca Juga: Ijazah Jokowi Ada Hubungannya dengan Ekonomi Remuk Hari Ini, Ternyata Ini Penjelasannya
Usai melayangkan laporan, Rismon turut menyinggung nama Presiden Prabowo Subianto dalam pernyataannya.
Dalam keterangan yang dikutip dari kanal YouTube Refly Harun, Rismon menegaskan bahwa laporan yang ia ajukan seharusnya disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo, bukan kepada Jokowi yang kini telah berstatus mantan presiden.
“Semoga aduan kami ini bukan dilaporkan kepada Jokowi di Solo karena dia sudah mantan. Harusnya aduan kami itu dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto,” ujar Rismon.
Rismon kemudian melontarkan kritik keras terhadap Laboratorium Forensik Bareskrim Polri, yang ia tuding kerap memanipulasi hasil pemeriksaan sesuai pesanan.
“Laboratorium Forensik Bareskrim Polri itu tidak punya harga diri, suka memanipulasi, rusak, kotor, karena hasilnya berdasarkan pesanan. Salah satu kasus dari sekian banyak, salah tiga kasus, yaitu kasus Pina Cirebon, kasus KM50, dan kasus Jessica Wongso. Polisi setannya siapa? Yaitu Tito Karnavian,” tambahnya.
Selain menyoroti kinerja Polri, Rismon juga mengaitkan persoalan tersebut dengan peran Presiden Prabowo dalam melakukan pembenahan di tubuh kepolisian.
Ia menilai Prabowo harus segera menunjukkan sikap independen sebagai kepala negara yang baru.
“Oleh karena itu, Pak Prabowo Subianto, rakyat sangat berharap pada Anda untuk membenahi secepat-cepatnya, secepat-cepatnya dalam tempo sesingkat-singkatnya menjelang Indonesia Merdeka tanggal 17 Agustus 2025. Tanggal 7 hari ini, 10 hari lagi, tunjukkanlah bahwa Pak Prabowo Subianto adalah Presiden yang Merdeka,” tegasnya.
Baca Juga: Hasil Survei Soal Ijazah Jokowi Asli, Ternyata yang Percaya Cuma Orang-orang dengan Golongan Ini
Rismon juga meminta Prabowo untuk tidak terpengaruh oleh sosok atau kebijakan peninggalan Jokowi, khususnya dalam memilih pejabat penting negara.
“Merdeka dulu Pak dalam memilih Kapolri, Jaksa Agung, menteri-menteri yang menjadi limbah dari Jokowi, baru kita bisa merayakan 17 Agustus,” ucapnya.
Pernyataan Rismon ini menambah tensi perdebatan publik terkait kasus ijazah Jokowi yang sebelumnya sempat bergulir di ranah hukum dan menjadi sorotan nasional.
Meskipun sejumlah pihak, termasuk pemerintah, telah menegaskan keabsahan ijazah Jokowi, isu tersebut tetap dihidupkan kembali oleh beberapa kalangan, termasuk Rismon.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Istana maupun Bareskrim terkait tuduhan Rismon.
Baca Juga: Partai Demokrat Panas! Benarkah Ikut Campur Kasus Keaslian Ijazah Jokowi? Ini Faktanya
Sementara itu, Kompolnas juga belum memberikan keterangan apakah akan menindaklanjuti laporan tersebut atau tidak.
Kasus ini diperkirakan akan menjadi salah satu isu sensitif menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang, apalagi Rismon secara langsung menantang Presiden Prabowo untuk mengambil langkah tegas dalam waktu dekat.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










