Bos Gudang Garam Miskin karena PT Gudang Garam PHK Massal, Ternyata Kekayaan Susilo Wonowidjojo Cuma 6,6 M?

AKURAT BANTEN - Isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang melibatkan salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia, PT Gudang Garam Tbk, tengah menjadi sorotan publik.
Video suasana haru yang memperlihatkan karyawan saling bersalaman sebagai tanda perpisahan beredar luas di media sosial dan langsung memicu perhatian warganet.
Dalam video yang tersebar, terlihat sejumlah pekerja Gudang Garam Tuban, Jawa Timur, berpelukan dan berjabat tangan dengan mata berkaca-kaca.
Adegan tersebut menandakan berakhirnya perjalanan mereka di perusahaan yang selama puluhan tahun dikenal sebagai raksasa industri rokok nasional.
Baca Juga: Gelombang Isu PHK di Gudang Garam, Presiden Buruh Peringatkan Ancaman Serius bagi Ribuan Pekerja
Meskipun belum ada keterangan resmi dari manajemen perusahaan, viralnya video ini memperkuat dugaan publik bahwa kondisi keuangan Gudang Garam memang tengah tidak baik-baik saja.
Kinerja keuangan Gudang Garam dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan signifikan.
Persaingan industri rokok yang semakin ketat, kebijakan kenaikan cukai, hingga perubahan gaya hidup masyarakat yang mulai meninggalkan rokok menjadi faktor utama.
Tekanan ini bukan hanya berdampak pada operasional perusahaan, tetapi juga tercermin dari kondisi finansial pemiliknya, Susilo Wonowidjojo.
Baca Juga: Akibat PT Gudang Garam PHK Massal, Bos Gudang Garam Miskin Mendadak?
Kekayaan Susilo Wonowidjoji Terus Menyusut
Mengutip data Forbes, Minggu (7/9/2025), kekayaan Susilo Wonowidjojo tercatat mulai mengalami penurunan sejak 2019.
Saat itu, harta kekayaannya masih berada di angka USD6,6 miliar atau setara Rp108,6 triliun.
Padahal setahun sebelumnya, ia memiliki kekayaan USD9,2 miliar (Rp149,9 triliun).
Penurunan terus terjadi pada 2020, di mana kekayaan Susilo menyusut menjadi USD5,3 miliar (Rp87,2 triliun).
Tahun 2021, jumlah itu kembali merosot ke USD4,8 miliar (Rp79 triliun), lalu anjlok tajam ke USD3,5 miliar (Rp57,6 triliun) pada 2022.
Meski sempat naik tipis di tahun 2023 menjadi USD3,6 miliar (Rp59,2 triliun), kekayaannya kembali turun pada 2024 hingga tersisa USD2,9 miliar (Rp47 triliun).
Kendati demikian, Susilo masih masuk daftar orang terkaya di Indonesia, menempati urutan ke-23 versi Forbes.
Isu PHK massal di Gudang Garam jelas menimbulkan kekhawatiran di kalangan pekerja dan keluarganya.
Dengan ribuan karyawan yang menggantungkan hidup dari perusahaan ini, gelombang PHK berpotensi menambah angka pengangguran dan memengaruhi roda perekonomian lokal, khususnya di Tuban dan sekitarnya.
Para pengamat menilai, fenomena ini adalah gambaran nyata bagaimana industri rokok tidak lagi sekuat dulu.
Perubahan pola konsumsi masyarakat dan kebijakan pemerintah yang terus menaikkan cukai rokok membuat perusahaan besar sekalipun harus beradaptasi keras untuk bertahan.
Hingga kini, publik masih menunggu pernyataan resmi dari pihak manajemen Gudang Garam terkait kebenaran isu PHK massal tersebut.
Baca Juga: Aturan Impor Baru Dinilai Rugikan Industri Lokal, KSPN Ingatkan Ancaman PHK Massal
Apabila benar terjadi, perusahaan diharapkan bisa memberikan solusi terbaik, baik berupa pesangon layak maupun program pendampingan kerja bagi karyawan yang terdampak.
Isu PHK massal yang menimpa PT Gudang Garam membuat publik kaget sekaligus prihatin.
Video viral yang menampilkan suasana perpisahan karyawan menjadi simbol dari kondisi sulit yang sedang dihadapi perusahaan.
Di sisi lain, kekayaan pemilik Gudang Garam, Susilo Wonowidjojo, juga terus merosot dalam enam tahun terakhir.
Publik kini menunggu kepastian dan tanggapan resmi perusahaan atas isu yang sudah terlanjur menyebar luas.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










