Bahlil Lahadalia Katanya Pertamina Bakal Ganti Motor Rusak Usai Isi Pertalite Brebet

AKURAT BANTEN - Kabar muncul dari sejumlah wilayah bahwa banyak pengguna sepeda motor mengeluhkan performa kendaraan mereka setelah mengisi bahan bakar jenis Pertalite di stasiun pengisian BBM.
Keluhan seperti mesin “brebet”, tarikan berat, hingga mati mendadak mulai ramai tersebar di media sosial dan bengkel.
Menanggapi hal ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, angkat bicara dan meminta PT Pertamina bertanggung jawab secara penuh apabila kerusakan terbukti akibat kualitas BBM.
Menurut rekaman yang beredar di salah satu kanal berita televisi nasional, Bahlil menegaskan bahwa jika setelah investigasi terbukti bahwa kualitas Pertalite lah yang menyebabkan kerusakan motor.
Maka Pertamina harus mengganti seluruh biaya perbaikan atau kerugian yang dialami pengguna.
Pernyataannya ini menjadi perhatian besar karena jarang muncul respons tegas seperti ini dari pihak terkait BBM.
Keluhan motor brebet sendiri kemungkinan besar berasal dari sejumlah SPBU yang diduga menyalurkan Pertalite dengan kualitas yang di bawah standar spesifikasi atau campuran yang tidak sesuai.
Meski belum ada hasil uji laboratorium publik yang dipublikasikan, laporan awal dari bengkel menyebut bahwa kendaraan yang sebelumnya normal kemudian bermasalah setelah pengisian Pertalite di SPBU tertentu.
Bagi masyarakat di Provinsi Banten, fenomena ini semestinya menjadi alarm. Banyak pengguna motor harian yang menggantungkan mobilitasnya pada sepeda motor baik pekerja, pelajar, maupun pekerja informal akan terdampak langsung bila kualitas BBM bermasalah.
Oleh sebab itu pengguna motor di Banten disarankan untuk segera menyimpan bukti transaksi pengisian BBM termasuk struk, jam pengisian, nominal liter, dan nomor tangki SPBU sebagai dokumentasi bila terjadi kerusakan.
Selain itu, pihak bengkel di Banten juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan mencatat kasus-kasus yang mengalami gejala setelah pengisian Pertalite.
Agar nanti ada data yang lebih kuat saat melapor ke Pertamina atau instansi pengawas.
Baca Juga: Siap-siap! Ini Daftar Mobil & Motor yang Dilarang Isi Pertalite Mulai 14 September
Karena jika pengguna ingin meminta pertanggungjawaban, bukti yang rinci akan sangat berperan.
Sementara itu, Pertamina dalam keterangan awalnya menyampaikan bahwa distribusi BBM sudah melalui prosedur pengujian mutu dan kontrol kualitas yang ketat pengambilan sampel di tangki SPBU, uji fisik dan kimia, hingga parameter lainnya.
Namun pihaknya juga berjanji untuk melakukan evaluasi lebih lanjut dan berkoordinasi dengan instansi‐terkait apabila laporan konsumen terus bertambah.
Bahlil menambahkan bahwa pemerintah akan mengecek sistem pengawasan SPBU termasuk kesiapan alat ukur di pompa, keaslian tangki, tata kelola BBM, dan laporan konsumen.
Baca Juga: Lonjakan Konsumen BBM Nonsubsidi Sentuh 1,4 Juta KL, ESDM: Efek QR Code Pertalite
Bila ditemukan unsur kelalaian, SPBU atau distributor bisa dikenakan sanksi sesuai regulasi.
Pernyataan ini memberikan harapan bahwa tidak hanya pengguna yang mendapat perhatian, tetapi sistem juga akan dibersihkan agar tidak ada pengguna yang tertinggal.
Meski demikian, masyarakat juga disarankan untuk tidak panik dan mengambil langkah bijak.
Meski kemungkinan kualitas BBM menjadi penyebab, bukan berarti semua kasus motor brebet setelah isi Pertalite otomatis disebabkan oleh BBM.
Baca Juga: Miris! Truk Tangki Pertalite Terguling dan Meledak di Pontianak, Sopir Dilarikan ke RS
Kerusakan mesin bisa berasal dari faktor lain seperti kondisi motor, perawatan, atau penggunaan jenis bbm yang sebelumnya berbeda.
Oleh karena itu, langkah terbaik adalah melakukan cek awal di bengkel resmi atau mekanik terpercaya sebelum membawa ke SPBU untuk klaim.
Kesimpulannya, keputusan Menteri ESDM untuk meminta Pertamina bertanggungjawab atas kerusakan kendaraan akibat Pertalite merupakan perkembangan signifikan dalam perlindungan hak konsumen.
Bagi warga Banten, mari aktif mengawasi kondisi pengisian BBM dan mencatat aktivitas yang bisa jadi bukti bila terjadi kerusakan.
Baca Juga: 4 SPBU di Jakarta, Tangerang dan Depok Jual Pertamax Palsu, Pertalite Dicampur Zat Pewarna
Semoga masalah ini cepat terungkap, dan kualitas BBM di Indonesia termasuk yang disalurkan ke Banten semakin terjamin agar mobilitas masyarakat tidak terganggu.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










