Banten

KGPH Hangabehi Anak Tertua Mendiang PB XIII Bocorkan Fakta Penting, Penetapan Raja Jawa yang Baru Ternyata Belum Final

Andi Syafriadi | 9 November 2025, 19:43 WIB
KGPH Hangabehi Anak Tertua Mendiang PB XIII Bocorkan Fakta Penting, Penetapan Raja Jawa yang Baru Ternyata Belum Final

AKURAT BANTEN - Sebagai upaya menjaga ketenangan publik usai wafatnya Raja Keraton di Solo, salah satu anggota keluarga keraton yakni KGPH Hangabehi memberikan klarifikasi penting terkait proses suksesi jabatan raja yang kini masih dalam tahap pembahasan internal keluarga.

Menurut ia, semua keputusan mengenai siapa yang akan menggantikan jabatan raja masih dibahas secara musyawarah di lingkungan keluarga inti keraton.

KGPH Hangabehi menjelaskan bahwa sejak kepergian orang tua, fokus utama saat ini adalah proses adat pemakaman dan berkabung.

“Saya malah tidak memikirkan hal tersebut, saya mengikuti proses hingga jenazah diantar ke kereta jenazah. Itu saja,” kata Hangabehi saat memberikan keterangan.

Baca Juga: Raja Jawa Siap Naik Tahta KGPAA Hamangkunegoro Gantikan PB XIII, Bukan KGPH Purbaya?

Ia menegaskan bahwa soal pengangkatan raja baru belum dibahas secara terbuka; masih menjadi ranah keluarga dan pihak keraton.

Ia juga meminta masyarakat dan pihak luar agar bersabar dan tidak mengait-kan terlalu cepat siapa yang bakal duduk sebagai pengganti jabatan raja.

“Mohon semuanya bersabar, mohon doa dan support-nya. Nanti pastinya akan ada jawaban sendiri dari keraton,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyebut bahwa pihak keluarga akan segera membuka ruang dialog dan musyawarah untuk menentukan langkah selanjutnya, namun belum ada keputusan akhir yang diumumkan.

Baca Juga: KGPH Purboyo Pengganti Pakubuwono XIII, Anak Muda yang Siap Jadi Raja Jawa Selanjutnya

Di tengah proses berkabung yang masih berlangsung, keraton juga menggelar acara “wilujengan” tujuh hari setelah wafatnya raja terdahulu, yang berlangsung di Sasana Parasdya Keraton Surakarta.

Acara ini terbuka bagi masyarakat umum yang ingin mendoakan dengan berpakaian rapi.

Proses adat selanjutnya termasuk penetapan 40 hari dan ritual lainnya pun masih akan dijalankan dalam waktu mendatang.

Hangabehi menegaskan bahwa hingga semua rangkaian adat selesai dan keputusan suksesi final diambil, masyarakat sebaiknya tidak terprovokasi oleh rumor atau klaim-klaim yang beredar.

Baca Juga: WAJIK: Makanan Para Raja Majapahit yang Jadi Simbol Cinta Abadi

Situasi ini menjadi penting karena hingga saat ini muncul sejumlah nama yang dikaitkan dengan calon penerus jabatan raja.

Meski demikian, Hangabehi secara tegas menolak untuk membahas satu-persatu kandidat atau klaim-klausul di hadapan media.

Ia memilih menegaskan bahwa segala sesuatunya akan diumumkan oleh keluarga keraton secara resmi pada waktunya.

Melalui pernyataan resmi ini, akhirnya publik memperoleh kejelasan bahwa belum ada penetapan raja baru dan bahwa prosesnya masih dilakukan secara internal, sambil tetap menjalankan adat dan tradisi keraton.

Baca Juga: Dari OB dan Tukang Ojek Jadi Raja Properti, Prabowo Angkat Topi untuk Generasi Pejuang

Oleh karena itu, Hangabehi mengingatkan masyarakat agar menghormati masa berkabung keluarga dan proses tradisional yang kini berlangsung.

“Pokoknya kita sekeluarga masih dalam masa berkabung semua,” tambahnya.

Dengan demikian, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan mendukung agar proses suksesi terjadi dengan tertib, tanpa spekulasi berlebihan.

Ke depannya, pengumuman resmi dari keraton diharapkan menjadi penutup dari rangkaian spekulasi dan menjadi landasan yang sah bagi keberlanjutan tradisi keraton di Surakarta.

Baca Juga: Raja Ampat Tersandera Tambang, Semua Lokasi Nikel Disegel di Hari Lingkungan Hidup Sedunia

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.