Sumut Mencekam! Akses Sibolga-Tapteng Lumpuh, Korban Jiwa Capai 34: Bantuan Logistik Diangkut Hercules!

AKURAT BANTEN – Bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Sumatera Utara (Sumut) kian meluas dan menimbulkan dampak serius.
Data terbaru dari Polda Sumut menunjukkan situasi darurat, di mana akses menuju Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) masih terputus total, membuat wilayah tersebut praktis terisolir.
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, memastikan penanganan darurat dimaksimalkan, terutama untuk mendistribusikan bantuan logistik bagi warga yang mulai kehabisan stok makanan.
Upaya Ekstrem: Logistik Diangkut Lewat Udara
Dalam rapat koordinasi bersama Forkopimda, Gubernur Bobby Nasution mengungkapkan bahwa satu-satunya jalur yang paling bisa diandalkan saat ini adalah melalui udara.
"Yang paling pertama adalah tadi disampaikan akses menuju ke sana (Sibolga-Tapteng) ini masih tertutup. Oleh karena itu, akses yang paling bisa kita andalkan hari ini adalah dari udara," kata Bobby Nasution.
Pemprov Sumut mengambil langkah cepat dengan membiayai penuh pengiriman logistik menggunakan pesawat Hercules, termasuk biaya bahan bakarnya.
"Barang-barang yang mau dibawa menggunakan Hercules, termasuk bahan bakarnya dan lain-lainnya kami dari Provinsi Sumatera Utara akan full backup semua. Tolong dipenuhkan semua karena memang tadi di media sosial masih ada sebagian yang dapat dan juga bahan makanan sudah mulai menipis," tegasnya.
Baca Juga: Disahkan! Raperda Pajak Daerah dan Pengelolaan BMD Masuk Program Legislasi Banten 2026
Selain fokus evakuasi dan logistik, prioritas utama berikutnya adalah membuka kembali akses jalan menuju Tapteng dan Sibolga yang masih tertutup total, berbeda dengan akses Tapanuli Selatan dan Padangsidimpuan yang masih bisa dilalui.
Alat berat dari Dinas PU dan Kodam pun telah dikerahkan ke lokasi melalui UPT terdekat.
Korban Jiwa Meningkat, 12 Kabupaten/Kota Terdampak
Situasi di lapangan semakin mencemaskan. Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, merilis data terbaru yang menunjukkan bahwa bencana meluas hingga 12 kabupaten/kota di Sumut.
Data per hari ini, Kamis (27/11/2025), mencatat total 175 orang terdampak, dengan rincian:
• 34 OrangDalam Pencarian
• 52 OrangLuka Ringan
• 77 OrangLuka Berat
• 11 Orang
• Total Pengungsi1.168 Orang
Total kasus bencana mencapai 148 kejadian, didominasi oleh tanah longsor (86 kejadian) dan banjir (53 kejadian).
Titik Terparah di Sumut
Beberapa wilayah mengalami dampak paling serius:Tapanuli Selatan (Tapsel): Tercatat 22 kejadian, dengan korban jiwa terbanyak yaitu 17 meninggal dunia dan 73 warga luka-luka.
1. Sibolga: Mencatat 59 korban terdampak, termasuk 8 meninggal dan 46 warga masih dalam pencarian.
2. Humbang Hasundutan (Humbahas): 20 kejadian, dengan 6 korban (2 meninggal dan 5 hilang).
3. Pakpak Bharat: 2 warga meninggal dunia akibat longsor.
Wilayah lain yang turut terdampak parah adalah Madina, Nisel, Sergai, Tapanuli Utara, Nias, Padangsidimpuan, dan Langkat, yang meskipun tidak mencatat korban jiwa, namun mengalami kerusakan infrastruktur dan memaksa warganya mengungsi.
Penanganan Darurat Dikerahkan, Waspada Cuaca Ekstrem!
Polda Sumut telah menurunkan 1.030 personel gabungan dari berbagai jajaran untuk penanganan darurat.
Tindakan yang dilakukan meliputi evakuasi korban, pengaturan lalu lintas, serta pencarian warga hilang bersama BPBD dan TNI.
Bantuan kemanusiaan telah disalurkan ke wilayah yang sulit dijangkau seperti Taput, Tapteng, dan Sibolga.
Posko tanggap darurat juga mulai didirikan di wilayah paling terdampak untuk mempermudah koordinasi dan distribusi bantuan.
Kombes Pol Ferry Walintukan juga mengingatkan, "Cuaca hingga hari ini masih berintensitas tinggi." Ia mengimbau masyarakat di wilayah rawan bencana untuk tetap waspada dan mematuhi arahan petugas di lapangan.
Pemerintah daerah, Polda Sumut, dan BPBD terus bersinergi untuk mempercepat pencarian korban hilang, memperbaiki infrastruktur darurat, serta memenuhi kebutuhan para pengungsi hingga kondisi kembali kondusif.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










