Ramai Tuduhan Pungli Jembatan Cirahong Kades Margaluyu Tegas Bantah, Ini Fakta Sebenarnya

AKURAT BANTEN - Isu dugaan pungutan liar di Jembatan Cirahong yang viral di media sosial akhirnya mendapat klarifikasi dari Kepala Desa Margaluyu, Kecamatan Manonjaya.
Ia menegaskan bahwa praktik yang terjadi di lokasi tersebut bukanlah pungli seperti yang ramai diperbincangkan.
Kepala Desa Margaluyu, Dian Cahyadinata, menyebut informasi yang beredar di publik tidak menggambarkan kondisi sebenarnya.
Ia menilai narasi yang berkembang cenderung sepihak karena tidak disertai konfirmasi dari pihak desa maupun masyarakat setempat.
Baca Juga: Jembatan Ambles Diabaikan Pemprov Banten, Kemacetan 10 Km Lumpuhkan Jalur Mauk–Teluk Naga Tangerang
Menurut Dian, aktivitas pengaturan lalu lintas di Jembatan Cirahong sudah berlangsung sejak lama.
Bahkan, keberadaan relawan yang berjaga di lokasi tersebut telah berjalan lebih dari 30 tahun.
Hal ini dilakukan karena kondisi jembatan yang sempit dan hanya bisa dilalui kendaraan secara bergantian.
Para petugas yang berada di jembatan bukanlah aparat resmi, melainkan warga setempat yang secara sukarela membantu mengatur arus kendaraan.
Baca Juga: Antisipasi Perang Imbas Ultimatum Trump ke Iran, Jembatan King Fahd Saudi–Bahrain Ditutup Mendadak
Mereka bekerja secara bergiliran selama 24 jam untuk memastikan lalu lintas tetap aman dan lancar.
Ia menjelaskan bahwa jumlah relawan yang terlibat mencapai puluhan orang, yang berasal dari dua desa, yakni Margaluyu dan Cilangkap.
Kehadiran mereka dinilai sangat membantu, terutama dalam mengantisipasi kemacetan dan potensi kecelakaan.
Terkait isu pungutan, Dian menegaskan bahwa tidak ada aturan yang mewajibkan pengguna jalan untuk memberikan uang.
Ia memastikan bahwa tidak ada tarif resmi maupun unsur pemaksaan dalam praktik tersebut.
“Kalau ada pengguna jalan yang memberikan uang, itu murni sukarela sebagai bentuk apresiasi,” ujarnya.
Ia pun menekankan bahwa praktik pungutan liar seharusnya mengandung unsur paksaan atau penetapan biaya tertentu.
Sementara yang terjadi di Jembatan Cirahong tidak memenuhi unsur tersebut.
Baca Juga: Polri Siapkan Ribuan Dapur Gizi dan Jembatan Desa untuk Perkuat Program Makan Gratis
Lebih lanjut, Dian menilai keberadaan relawan justru memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Selain membantu kelancaran lalu lintas, mereka juga berperan menjaga keamanan di sekitar jembatan, terutama pada malam hari.
Menanggapi viralnya isu ini, ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.
Ia mengingatkan pentingnya melakukan klarifikasi sebelum menyimpulkan suatu peristiwa.
Baca Juga: Di Balik Bencana Sumatera: KSAD Kecam Aksi 'Biadab' Sabotase Jembatan Darurat, Baut Sengaja Dilepas!
Dian juga berharap pemerintah dapat melihat persoalan ini secara objektif dan tidak hanya berpatokan pada informasi yang viral di media sosial.
Menurutnya, dialog antara pihak terkait sangat diperlukan untuk mendapatkan solusi yang tepat.
Polemik ini menunjukkan bagaimana informasi dapat dengan cepat menyebar dan membentuk opini publik.
Oleh karena itu, diperlukan kehati-hatian dalam menerima dan menyebarkan berita agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Dengan adanya penjelasan dari pihak desa, diharapkan masyarakat dapat memahami situasi sebenarnya di lapangan.
Ke depan, transparansi dan komunikasi yang baik menjadi kunci untuk mencegah munculnya polemik serupa.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







