Banten

Puasa Rajab Sekaligus Qadha Ramadhan, Bolehkah? Ini Penjelasan Hukum dan Keutamaannya

Andi Syafriadi | 19 Desember 2025, 08:01 WIB
Puasa Rajab Sekaligus Qadha Ramadhan, Bolehkah? Ini Penjelasan Hukum dan Keutamaannya

AKURAT BANTEN – Bulan Rajab menjadi salah satu waktu yang istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah.

Salah satu amalan yang sering dilakukan adalah puasa sunnah Rajab.

Di sisi lain, tidak sedikit umat Islam yang masih memiliki utang puasa Ramadan dan wajib menggantinya.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: apakah boleh menjalankan puasa Rajab sekaligus untuk qadha puasa Ramadan?

Baca Juga: Selama Ini Salah? Ini Niat Puasa Ayyamul Bidh Agustus 2025 Lengkap dengan Jadwal dan Tata Caranya yang Benar

Para ulama menjelaskan bahwa puasa qadha Ramadan merupakan kewajiban, sementara puasa Rajab adalah ibadah sunnah.

Karena itu, qadha Ramadan harus tetap didahulukan.

Meski demikian, mayoritas ulama membolehkan menggabungkan niat puasa Rajab dengan qadha Ramadan, dengan catatan niat utamanya adalah mengganti puasa Ramadan yang tertinggal.

Artinya, seseorang yang berpuasa di bulan Rajab dengan niat qadha Ramadan tetap sah menjalankan kewajibannya.

Baca Juga: Keajaiban Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Juli 2025, Sudah Siap Menjemput Pahala?

Selain itu, ia juga berpeluang mendapatkan pahala puasa sunnah Rajab karena waktu pelaksanaannya bertepatan dengan bulan yang dimuliakan dalam Islam.

Meski begitu, sebagian ulama menilai memisahkan puasa wajib dan sunnah tetap lebih utama agar pahala masing-masing ibadah bisa diraih secara sempurna.

Tata cara menjalankan puasa Rajab sekaligus qadha Ramadan pada dasarnya sama dengan puasa pada umumnya.

Hal terpenting adalah niat yang dilakukan sejak malam hari sebelum subuh. Niat cukup diucapkan dalam hati, meskipun boleh juga dilafalkan.

Baca Juga: Jangan Panik! Ini yang Harus Anda Lakukan Kalau Lupa Niat Puasa Qadha

Setelah itu, puasa dijalankan dengan menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga matahari terbenam.

Selama berpuasa, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan kebaikan, seperti membaca Al-Qur’an, berzikir, bersedekah, serta menjaga lisan dan perbuatan.

Dengan begitu, puasa tidak hanya bernilai menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan ketakwaan.

Menggabungkan puasa Rajab dengan qadha Ramadan memiliki beberapa keutamaan.

Baca Juga: Puasa Muharram Jaminan Kaya Setahun Penuh? Coba Baca Fakta Ini Dulu!

Selain menunaikan kewajiban yang tertunda, puasa ini juga menjadi bentuk persiapan spiritual menuju bulan suci Ramadan.

Bulan Rajab sendiri kerap disebut sebagai momentum awal untuk melatih diri sebelum memasuki bulan penuh ibadah.

Dengan memahami hukum dan tata caranya, umat Islam diharapkan tidak ragu dalam menjalankan ibadah.

Puasa Rajab sekaligus qadha Ramadan dapat menjadi pilihan yang memudahkan, selama niat dan pelaksanaannya sesuai dengan tuntunan syariat.

Baca Juga: Keutamaan dan Tata Cara Puasa Dzulhijah: Menyambut Bulan Penuh Berkah

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.