HEBOH! Model Majalah Dewasa Masuk Kemhan, Netizen Ngamuk: 'Buat Apa Kami Bayar Pajak?'

AKURAT BANTEN– Sebuah keputusan mengejutkan dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) mendadak jadi buah bibir nasional.
Bukan soal alutsista baru atau strategi perang, melainkan pengangkatan sosok selebgram kontroversial, Ayu Aulia, sebagai tim kreatif di instansi yang dipimpin oleh Sjafrie Sjamsoeddin tersebut.
Seperti dilansir Akurat Banten dari tayangan channel Youtube, 'Off The Record FNN, Kamis, 25/12/2025 yang telah dilihat 12 ribu kali, sontak saja langkah ini memicu gelombang kritik pedas dari netizen yang merasa integritas lembaga pertahanan negara sedang dipertaruhkan. Apa yang sebenarnya terjadi?
Baca Juga: Prabowo 'Tabuh Genderang Perang' Lawan Mafia Hutan: Tak Gentar Hadapi Preman dan Hasutan!
Dari Catwalk ke Koridor Pertahanan
Ayu Aulia, yang dikenal publik sebagai model majalah pria dewasa dan DJ, mengumumkan sendiri kabar pelantikannya melalui media sosial.
Dalam pengakuannya, ia menyebut telah melalui proses tes yang cukup ketat sebelum akhirnya terpilih menjadi bagian dari tim kreatif Kemhan pada 19 Desember 2024 lalu.
Namun, rekam jejak Ayu yang penuh kontroversi—mulai dari isu hubungan asmara dengan pejabat hingga berbagai drama pribadi—membuat publik bertanya-tanya: Kriteria apa yang digunakan Kemhan dalam memilih tim kreatifnya?
Netizen Meradang: "Enak Banget Jadi Tim Kreatif"
Di tengah sulitnya mencari pekerjaan bagi lulusan terbaik (cumlaude) dari universitas ternama, terpilihnya Ayu Aulia dianggap sebagai tamparan bagi para akademisi dan profesional yang berkompeten.
Kolom komentar di akun media sosial Kemhan dan Ayu Aulia pun dibanjiri protes keras:
"Banyak yang cumlaude tapi nganggur, ini malah model kontroversial yang masuk. Pakai pajak kami pula!" tulis salah satu netizen yang geram.
"Apakah ngurus negara sudah tidak butuh pendidikan dan integritas lagi?" sahut yang lain.
Bahkan, tagar mengenai keengganan membayar pajak mulai bermunculan sebagai bentuk protes atas apa yang mereka anggap sebagai pemborosan anggaran untuk tenaga yang dianggap "inkompeten" di bidang pertahanan.
Baca Juga: Misteri Aliran Dana Rp20 M: Mengapa Nama Gus Yazid Muncul di Kasus Penjualan Tanah Negara Cilacap?
Kontradiksi Citra TNI dan Tim Kreatif
Pengamat media menilai langkah ini sangat berisiko bagi citra Kemhan.
Di satu sisi, akun resmi Kemhan sering membagikan aksi heroik prajurit TNI yang membantu korban bencana alam di pelosok negeri—sebuah citra yang sangat positif dan menyentuh hati rakyat.
Namun, kehadiran sosok yang lekat dengan dunia hiburan malam dan konten dewasa sebagai "Tim Kreatif" dianggap sangat kontradiktif (jomplang).
Alih-alih meningkatkan keterlibatan (engagement) anak muda, kebijakan ini justru dianggap kontraproduktif dan merusak martabat lembaga.
Baca Juga: Siap-Siap! Polisi Akan Razia Kembang Api di Malam Tahun Baru 2026, Ini Alasannya
Pertanyaan Besar: Apa Tugasnya?
Jika merujuk pada tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Kementerian Pertahanan, urusan kreatif biasanya berkaitan dengan komunikasi publik mengenai kebijakan pertahanan nasional, diplomasi internasional, hingga sosialisasi kesadaran bela negara.
Publik kini mendesak pihak Kemhan untuk memberikan penjelasan transparan:
- Apa kontribusi nyata yang diharapkan dari sosok seperti Ayu Aulia?
- Bagaimana proses seleksinya? Mengingat Ayu mengaku ada intervensi atau tawaran dari pengacara ternama sebelum mengikuti tes.
Keputusan ini menjadi pengingat bagi pemerintah bahwa publik kini sangat kritis terhadap siapa yang mereka gaji dengan uang pajak.
Di era keterbukaan informasi, latar belakang seorang pejabat atau staf negara akan selalu menjadi konsumsi publik (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









