Jejak Tak Lazim Kepala BPIP, Mulai Dari Lepas Cadar, Agama Musuh Pancasila Hingga Larang Wanita Muslim Pakai Jilbab di Paskibraka 2024

AKURAT BANTEN - Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi menuai kritik terkait keputusannya yang dinilai tidak paham nilai luhur Pancasila.
Baru-baru ini, BPIP mengeluarkan surat edaran yang tidak menyebut secara spesifik bagi wanita muslim yang terlibat sebagai anggota Paskibraka Nasional 2024, dimana perempuan muslim yang telah terdaftar berhijab untuk tetap mengenakan jilbab.
Seperti delegasi dari Aceh bersama 18 wanita muslim lainnya, mereka yang sejak awal terdaftar sudah berhijab justru harus melepas jilbab ketika prosesi pengukuhan pada Selasa (13/8) lalu, hingga nanti saat prosesi pengibaran bendera pusaka.
Baca Juga: Dua Pengedar Sabu Ditangkap di Pandeglang, Polisi Amankan Barang Bukti 30,6 Gram Narkoba
Atas kebijakan kontroversi BPIP sebagai penanggung jawab Paskibraka Nasional kemudian menuai protes keras dari berbagai lembaga dan ormas keagamaan Islam hingga warganet.
Setelah panen kritik dari berbagai pihak, Yudian pun mengakui bahwa dirinya sengaja membuat aturan bahwa anggota Paskibraka wanita musim wajib lepas jilbab saat pengukuhan Paskibraka dan pengibaran bendera duplikat pusaka Merah Putih pada upacara Kenegaraan di Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Di luar acara Pengukuhan Paskibraka dan Pengibaran Sang Merah Putih pada Upacara Kenegaraan, Paskibraka putri memiliki kebebasan penggunaan jilbab dan BPIP menghormati hak kebebasan penggunaan jilbab tersebut," tutur Yudian.
Ternyata sosok kontroversial Yudian Wahyudi adalah Mantan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
Diketahui bukan baru kali ini saja terkait keputusan atau pernyataannya menjadi polemik dan menuai kritik keras dari publik. Seperti:
1. Larang penggunaan cadar di kampus
Ketika menjabat Rektor UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Yudian pernah membuat kebijakan melarang penggunaan cadar bagi mahasiswinya di kampus di medio 2018 lalu.
Baca Juga: Bicara Perubahan untuk Kemajuan Lebak, Di Acara, Ngopi Sore Bareng Sanuji Balonbup Lebak
2. Musuh besar Pancasila adalah agama
Pada Februari 2020 lalu, Yudian Wahyudi pernah menyampaikan pernyataan yang membenturkan agama dengan Pancasila tak lama setelah dilantik sebagai Kepala BPIP. Ia mengatakan ada kelompok yang mereduksi agama sesuai kepentingannya sendiri yang tidak selaras dengan nilai-nilai Pancasila.
3. Lomba Hormat Bendera Menurut Hukum Islam
BPIP di bawah kepemimpinan Yudian sempat mengadakan lomba penulisan artikel dengan mengangkat dua tema yakni 'Hormat Bendera Menurut Hukum Islam' dan 'Menyanyikan Lagu Kebangsaan Menurut Hukum Islam' di Bulan Agustus 2021 lalu.
4. Sosialisasi Pancasila dimedsos
Yudian juga sempat berencana menggunakan sejumlah platform media sosial (medsos) untuk menyosialisasikan Pancasila ke generasi muda. Seperti, Youtube, Blog, hingga Tiktok di medio awal 2020 lalu.
Adapun langkah itu diambil untuk menjawab keinginan Presiden Joko Widodo yang ingin BPIP fokus kepada generasi milenial.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










