Pidato Menag di HAB ke 80 Kemenag 2026, Kerukunan Umat Jadi Kunci Indonesia Damai dan Maju

AKURAT BANTEN - Kementerian Agama Republik Indonesia memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 tahun 2026 dengan menegaskan kembali komitmen menjaga kerukunan umat beragama.
Dalam pidato sambutannya, Menteri Agama menekankan bahwa persatuan, sinergi, dan pelayanan yang tulus menjadi fondasi utama bagi terciptanya Indonesia yang damai dan maju.
Menag menyampaikan bahwa Kementerian Agama memiliki peran strategis sebagai penjaga harmoni di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.
Keberagaman agama, suku, dan budaya bukanlah penghalang, melainkan kekuatan besar apabila dikelola dengan semangat kebersamaan dan saling menghormati.
Peringatan HAB ke-80 tahun ini mengusung semangat kesederhanaan.
Menurut Menag, kesederhanaan bukan berarti mengurangi makna peringatan, tetapi justru memperkuat pesan moral agar seluruh jajaran Kemenag fokus pada tugas utama, yakni melayani umat dengan sepenuh hati dan penuh tanggung jawab.
Dalam sambutannya, Menag juga mengajak seluruh aparatur Kementerian Agama untuk menjadikan momentum HAB sebagai sarana refleksi.
Evaluasi terhadap kinerja, program, dan pelayanan dinilai penting agar Kemenag mampu menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks, terutama dalam menjaga moderasi beragama.
Baca Juga: Ditjen Haji dan Umrah Kemenag Resmi Dibubarkan, Personel Dialihkan ke Kemenhaj Baru
Salah satu pesan penting yang disampaikan adalah penguatan nilai moderasi beragama.
Menag menegaskan bahwa sikap beragama yang moderat, adil, dan seimbang harus terus digaungkan untuk mencegah munculnya sikap ekstrem dan intoleran di tengah masyarakat.
Selain kerukunan umat, Menag juga menyoroti pentingnya kepedulian sosial dan lingkungan.
Kemenag didorong untuk berperan aktif dalam aksi kemanusiaan serta menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan.
Baca Juga: FAKTA BARU: Siswi MTs Sukabumi Wafat Diduga Bunuh Diri, Kemenag Ungkap ini
Peringatan HAB ke-80 tidak hanya diisi dengan upacara, tetapi juga berbagai kegiatan sosial dan internal di lingkungan Kemenag, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Seluruh rangkaian kegiatan ini bertujuan memperkuat rasa kebersamaan dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
Menag berharap, nilai-nilai yang digaungkan dalam peringatan HAB ke-80 tidak berhenti pada seremoni semata.
Semangat kerukunan, sinergi, dan pelayanan harus terus diwujudkan dalam kerja nyata sehari-hari, agar Kementerian Agama tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan bangsa.
Baca Juga: Masjid Jadi Garda Ekonomi Umat, Kemenag dan Baznas Luncurkan Skema Pinjaman Lunak Lawan Pinjol
Dengan memasuki usia ke-80 tahun, Kementerian Agama diharapkan semakin matang dalam menjalankan perannya, serta mampu menjadi teladan dalam membangun kehidupan beragama yang rukun, damai, dan berkeadilan di Indonesia.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Krisis Selat Hormuz Bisa Ubah Ekonomi Global Selamanya, Dunia Mulai Tinggalkan Minyak Teluk
- 10Perang Berbalik Arah? Ukraina Mulai Rebut Wilayah Rusia Berkat Serangan Drone Mematikan







