Banten

Pidato Menag di HAB ke 80 Kemenag 2026, Kerukunan Umat Jadi Kunci Indonesia Damai dan Maju

Andi Syafriadi | 3 Januari 2026, 07:57 WIB
Pidato Menag di HAB ke 80 Kemenag 2026, Kerukunan Umat Jadi Kunci Indonesia Damai dan Maju

AKURAT BANTEN - Kementerian Agama Republik Indonesia memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 tahun 2026 dengan menegaskan kembali komitmen menjaga kerukunan umat beragama.

Dalam pidato sambutannya, Menteri Agama menekankan bahwa persatuan, sinergi, dan pelayanan yang tulus menjadi fondasi utama bagi terciptanya Indonesia yang damai dan maju.

Menag menyampaikan bahwa Kementerian Agama memiliki peran strategis sebagai penjaga harmoni di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

Keberagaman agama, suku, dan budaya bukanlah penghalang, melainkan kekuatan besar apabila dikelola dengan semangat kebersamaan dan saling menghormati.

Baca Juga: SUARA EMAS DARI CILEGON: Muhammad Alvino Guncang Panggung Nasional, Raih Juara 1 MTQ PAI Fair Kemenag RI!

Peringatan HAB ke-80 tahun ini mengusung semangat kesederhanaan.

Menurut Menag, kesederhanaan bukan berarti mengurangi makna peringatan, tetapi justru memperkuat pesan moral agar seluruh jajaran Kemenag fokus pada tugas utama, yakni melayani umat dengan sepenuh hati dan penuh tanggung jawab.

Dalam sambutannya, Menag juga mengajak seluruh aparatur Kementerian Agama untuk menjadikan momentum HAB sebagai sarana refleksi.

Evaluasi terhadap kinerja, program, dan pelayanan dinilai penting agar Kemenag mampu menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks, terutama dalam menjaga moderasi beragama.

Baca Juga: Ditjen Haji dan Umrah Kemenag Resmi Dibubarkan, Personel Dialihkan ke Kemenhaj Baru

Salah satu pesan penting yang disampaikan adalah penguatan nilai moderasi beragama.

Menag menegaskan bahwa sikap beragama yang moderat, adil, dan seimbang harus terus digaungkan untuk mencegah munculnya sikap ekstrem dan intoleran di tengah masyarakat.

Selain kerukunan umat, Menag juga menyoroti pentingnya kepedulian sosial dan lingkungan.

Kemenag didorong untuk berperan aktif dalam aksi kemanusiaan serta menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan.

Baca Juga: FAKTA BARU: Siswi MTs Sukabumi Wafat Diduga Bunuh Diri, Kemenag Ungkap ini

Peringatan HAB ke-80 tidak hanya diisi dengan upacara, tetapi juga berbagai kegiatan sosial dan internal di lingkungan Kemenag, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Seluruh rangkaian kegiatan ini bertujuan memperkuat rasa kebersamaan dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.

Menag berharap, nilai-nilai yang digaungkan dalam peringatan HAB ke-80 tidak berhenti pada seremoni semata.

Semangat kerukunan, sinergi, dan pelayanan harus terus diwujudkan dalam kerja nyata sehari-hari, agar Kementerian Agama tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan bangsa.

Baca Juga: Masjid Jadi Garda Ekonomi Umat, Kemenag dan Baznas Luncurkan Skema Pinjaman Lunak Lawan Pinjol

Dengan memasuki usia ke-80 tahun, Kementerian Agama diharapkan semakin matang dalam menjalankan perannya, serta mampu menjadi teladan dalam membangun kehidupan beragama yang rukun, damai, dan berkeadilan di Indonesia.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.