Isu Ijazah Jokowi Picu Ketegangan dengan JK, Pengaruh Politik PSI Ikut Disorot

AKURAT BANTEN – Polemik mengenai dugaan ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali memunculkan dinamika baru di panggung politik nasional.
Kali ini, hubungan Jokowi dengan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla disebut mulai mengalami ketegangan.
Situasi tersebut muncul setelah Jusuf Kalla menyarankan agar polemik ijazah diselesaikan secara terbuka dengan menunjukkan dokumen asli kepada publik.
Pernyataan itu kemudian memicu beragam reaksi dan menjadi bahan perdebatan di media sosial maupun kalangan politik.
Baca Juga: Tokoh Islam Siapkan Gugatan Hukum atas Dugaan Fitnah terhadap Jusuf Kalla
Pengamat politik dari London School of Public Relations (LSPR), Lely Arrianie, menilai hubungan Jokowi dan JK yang mulai memanas bisa berdampak luas terhadap peta politik nasional menjelang Pemilu 2029.
Menurutnya, dinamika ini tidak lagi sekadar persoalan pribadi atau isu biasa, tetapi telah berkembang menjadi pertarungan pengaruh politik antarelite nasional.
Lely juga menilai kondisi tersebut berpotensi memengaruhi citra politik Partai Solidaritas Indonesia atau PSI yang selama ini dikenal dekat dengan Jokowi dan keluarganya.
PSI bahkan beberapa kali disebut sebagai partai yang identik dengan pengaruh politik Jokowi, terutama setelah sejumlah kader dan elite partai secara terbuka menunjukkan dukungan terhadap mantan wali kota Solo tersebut.
Baca Juga: Video Ceramah Jusuf Kalla Diduga Dipotong, Polisi Dalami Bukti Digital untuk Ungkap Fakta
Namun, menurut Lely, kedekatan dengan figur besar seperti Jokowi belum tentu otomatis meningkatkan kekuatan elektoral partai.
Ia menilai hasil politik PSI selama ini menunjukkan bahwa efek popularitas tokoh tidak selalu sejalan dengan peningkatan suara partai di tingkat pemilu.
Selain itu, pengamat juga menyoroti munculnya respons keras dari sebagian pendukung Jokowi terhadap pernyataan JK.
Kondisi tersebut dinilai dapat memperkeruh hubungan politik yang sebelumnya terlihat harmonis.
Baca Juga: Pernyataan Jusuf Kalla Soal Jokowi Disorot, Idrus Marham Ingatkan Etika Tokoh Senior
Beberapa pihak mengingatkan agar polemik ijazah tidak berkembang menjadi konflik politik berkepanjangan yang justru memicu polarisasi baru di masyarakat.
Di sisi lain, isu ijazah Jokowi memang masih terus menjadi bahan perdebatan meski sejumlah lembaga dan aparat penegak hukum sebelumnya telah menyatakan dokumen tersebut asli berdasarkan hasil pemeriksaan resmi.
Meski begitu, polemik terus bergulir di ruang publik dan kerap dimunculkan kembali dalam berbagai diskusi politik maupun media sosial.
Pengamat menilai fenomena ini menunjukkan bahwa isu personal seorang tokoh politik masih memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini publik di Indonesia.
Baca Juga: Jusuf Kalla vs Ahli Forensik: Mengapa Kasus Ijazah Jokowi Makin Ruwet dan Memanas?
Hubungan Jokowi dan JK sendiri selama ini dikenal cukup dekat, terutama saat keduanya memimpin pemerintahan pada periode 2014 hingga 2019.
Karena itu, munculnya tensi politik antara dua tokoh nasional tersebut langsung menjadi perhatian publik dan memunculkan berbagai spekulasi mengenai dampaknya terhadap konstelasi politik nasional ke depan.
Situasi ini juga dinilai dapat memengaruhi posisi PSI yang selama beberapa tahun terakhir dianggap berada dalam orbit politik Jokowi.
Publik kini menanti bagaimana hubungan kedua tokoh tersebut berkembang di tengah meningkatnya suhu politik nasional menjelang kontestasi politik mendatang.
Baca Juga: Tuduhan Penistaan Agama ke Jusuf Kalla, Akademisi Universitas Muhammadiyah: 'Dinilai Mengada-ada'
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
- 10Prediksi Australia vs Turki: Adu Generasi Baru di Laga Pembuka Grup D








